Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Amerika Serikat
Sedikitnya 8 Tewas Ditabrak Pria Pengemudi PickUp di Manhattan, New York
2017-11-02 07:23:19
 

Polisi memperlakukannya sebagai serangan teroris.(Foto: Istimewa)
 
NEW YORK, Berita HUKUM - Sedikitnya ada 8 orang tewas di New York karena supir sebuah mobil pickup menabrak orang-orang di jalur pejalan kaki dan sepeda di Lower Manhattan, Amerika Serikat.

Seorang pria berusia 29 tahun yang ke luar dari kenderaan itu dengan bersenjatakan dua pistol ditembak polisi hingga cedera dan kini sudah ditahan.

Media-media Amerika Serikat melaporkan dia bernama Sayfullo Saipov, seorang imigran yang datang ke AS tahun 2010 dan tinggal di Florida.

Manhattan, New YorkHak atas fotoAFP
Image captionSatu mobil pikap putih melaju dengan kencang di jalur pejalan kaki/sepeda.

Kepolisian Amerika Serikat menyebut insiden ini sebagai serangan teror dan wali kota New York, Bill De Blasio, sudah datang ke tempat kejadian.

Dia menyebutkan insiden tersebut -yang juga menyebabkan sejumlah orang cedera- sebagai tindakan teror pengecut atas kota itu.

Komisaris NYPD James O'Neill mengatakan sebuah kenderaan yang disewa dari Home Depot menabrak sejumlah pesepada dan pejalan kaki ketika meluncur di jalur sepeda sepanjang beberapa blok sebelum menabrak bus sekolah dan terhenti.

Polisi mengatakan melakukan penangkapan atas orang tersebut setelah menanggapi insiden penembakan di West Side Highway di Lower Manhattan.

Warga didesak untuk menghindari kawasan tempat kejadian karena dinas layanan darurat masih beroperasi di kawasan tersebut.

Manhattan, New YorkHak atas fotoREUTERS
Image captionRongsokan beberapa sepeda terlihat di jalanan tempat insiden.


Manhattan, New YorkHak atas fotoREUTERS
Image captionDinas layanan darurat bersiaga di sekitar tempat kejadian.

Para saksi mata mengatakan seorang pria menabrak seorang pengendara sepeda di jalur sepeda sebelum melepas tembakan.

Seorang saksi mata yang disebut bernama Eugene mengatakan kepada ABC Channel 7 bahwa dia melihat satu mobil pikap putih melaju dengan kencang dan menabrak beberapa orang. Dia juga mendengar sekitar sembilan atau 10 tembakan.

Manhattan, New YorkHak atas fotoREUTERS
Image captionSeorang saksi mata mengatakan mendengar sembilan atau 10 tembakan.


Manhattan, New YorkHak atas fotoAFP
Image captionPolisi menutup tempat kejadian karena dinas layanan darurat masih beroperasi.

Departemen Kepolisian New York, NYPD, menjelaskan yang terjadi lewat serangkaian pesan Twitter::

"Sebelumnya sebuah kenderaan memasuki jalur pejalan kaki/sepeda di West St., beberapa blok dari Chambers St."

"Kenderaan menabrak beberapa orang di jalur. Ada beberapa korban jiwa dan sejumlah orang cedera."

"Kenderaan terus ke selatan menabrak kenderaan lain. Tersangka keluar dari kenderaan, memperlihatkan tiruan senjata api & ditembak oleh NYPD."

"Tersangka ditangkap. Hal ini masih awal, informasi lebih lanjut menyusul."

Pria Sayfulloh Saipov adalah, seorang imigran yang datang ke AS tahun 2010 dan tinggal di Tampa, Florida dan Paterson, New Jersey.

Ia tiba di Amerika dari Uzbekistan tahun 2010 dan diyakini tinggal secara legal di Amerika Serikat.

Perusahaan taksi online Uber mengukuhkan bahwa Saipov berkerja untuk mereka.
Pegiat Islam dan penulis blog asal Uzbekistan di AS, Mirrakhmat Muminov, kepada BBC mengatakan Saipov 'menjadi agresif setelah mengalami radikalisasi melalui internet'.

"Ia tak terlalu berpendidikan dan tak banyak paham tentang Alquran sebelum datang ke AS ... awalnya dia orang yang normal-normal saja," kata Muminov.

Tapi kemudian Saipov 'berubah, cepat marah, dan menjauh dari komunitasnya'. "Karena pandangannya yang radikal, ia sering berdebat sengit dengan sesama warga Uzbekistan dan akhirnya pindah ke Florida," tambahnya.

"Setelah itu saya kehilangan kontak dengannya.

Tiga pejabat mengatakan bahwa Saipov sudah dalam pengamatan petugas keamanan untuk beberapa masalah yang tidak terkait, lapor New York Times.
Dalam catatan polisi, ia ditahan tahun lalu di Missouri terkait masalah lalu lintas."

Presiden Donald Trump sudah memerintahkan pemeriksaan lebih ketat terhadap para turis yang berkunjung ke Amerika Serikat (AS) menyusul insiden teror yang menewaskan delapan orang dan melukai belasan lainnya di New York, AS itu.

"Saya baru saja memerintahkan Kementerian keamanan dalam negeri untuk meningkatkan pemeriksaan ekstrim," kata Trump melalui akun Twitter miliknya.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mengirimkan pelaku teror New York, Sayfullo Saipov, ke penjara militer di Teluk Guantanamo, Kuba.

Penjara ini adalah juga tempat para tersangka pelaku serangan 11 September ditahan.

Minggu lalu, maskapai penerbangan global mulai menerapkan wawancara keamanan bagi calon penumpang dengan tujuan Amerika Serikat sebelum masuk ke pesawat.

Insiden teror terakhir, yang terjadi di New York, menewaskan delapan orang setelah supir sebuah mobil pikap menabrak orang-orang di jalur pejalan kaki dan sepeda di Lower Manhattan.

Semenjak kampanye pemilihan umum AS lalu, Trump telah berjanji akan memperketat aturan keimigrasian, utamanya bagi imigran ilegal.

Dalam berbagai kesempatan, Trump menyatakan langkah itu dilakukan untuk melindungi AS dari target serangan teroris.

Bagaimanapun, insiden di New York ini merupakan kejadian pertama yang resmi disebut sebagai aksi teror di AS semenjak Trump menjadi presiden.

Sebelumnya terjadi penembakan massal yang dilakukan seorang warga AS di Las Vegas, tetapi pemerintah tidak menyebutnya sebagai tindakan terorisme.

Sementara, enam dari delapan orang yang tewas dalam insiden di New York adalah warga negara Argentina dan Belgia, demikian keterangan resmi pejabat dua negara tersebut melalui akun Twitternya.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Amerika Serikat
 
  Legislator Minta RI Waspadai AS Bangun Pangkalan di Papua Nugini
  Donald Trump Minta Mahkamah Agung Larang Transgender Jadi Tentara AS
  Perang Dagang: AS Terapkan Bea Masuk Produk Cina Bernilai Hampir Rp3.000 Triliun
  Akhirnya Barack Obama Bicara, Menyerang Donald Trump Soal 'Hal-hal Gila di Gedung Putih'
  Uni Eropa dan Kanada Bersiap Lancarkan Perang Dagang dengan AS
 
ads

  Berita Utama
Tim Siber Bareskrim Polri Menangkap 3 Pelaku Pembobol Kartu ATM Mencapai Rp 2,5 Miliar

Fahri Hamzah Dukung Pansus Tercecernya KTP-el

SAPDA5 Laporkan Hasto ke Bawaslu RI, Diduga Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Lakukan Black Campaign

Inilah 3 Orang DPO Pelaku Pengeroyokan Anggota TNI di Ciracas, Jakarta Timur

 

  Berita Terkini
 
Diskusi LPI: Praktik Poligami Banyak Rugikan Kaum Perempuan

Legislator Minta Ketegasan Kemenlu Terhadap Penahanan Muslim Uighur di Cina

Persija Pawai Juara, Ditlantas PMJ Lakukan Rekayasa Lantas di SU GBK dan Balaikota

Selangkah Lagi Indonesia Menjadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia 2020

PAN: Pro-Jokowi di Sumsel Bukan Kader, Keterlaluan Bohongnya!, DPW Sumsel Tempuh Jalur Hukum

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2