Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Penangkapan Aktivis
Sejumlah Aktivis Ditangkap, Rezim Jokowi Tunjukkan Fobia Kritik
2017-04-06 10:46:11
 

Ilustrasi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menghadiri Rapim Polri, di Auditorium PTIK, Kebayoran Baru, Jaksel.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komandan Nasional Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Mashuri Mashuda menilai, pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) mulai menunjukkan gejala fobia terhadap kritik.

Penangkapan sejumlah aktivis dengan tuduhan makar adalah salah satu indikasinya. "Penangkapan aktivis menandakan bahwa pemerintah fobia terhadap kritik. Rezim Jokowi takut hadapi kritik dari masyarakat," ucap Mashuri kepada SINDOnews, Rabu (5/4).

Mashuri menilai, sikap pemerintah yang kini menunjukkan indikasi alergi terhadap kritik dari masyarakat sangat bertentangan dengan pencitraan yang dilakukan Presiden Jokowi.

Selama ini kata Mashuri, Jokowi selalu mengindentikkan dirinya sebagai pemimpin dekat rakyat dan siap dikritik. Alih-alih tahan terhadap kritik, pemerintah justru menangkap pihak yang kritis dengan tuduhan makar.

"Dulu dia (Jokowi) indentikkan diri sebagai pemerintah yang dekat dengan rakyat. Nantang untuk didemo. Sekarang kok alergi kritik," ketus Mashuri.

Sementara, penangkapan sejumlah aktivis dari kalangan nasionalis dan Islam beberapa waktu belakangan ini dinilai berlebihan. Terlebih bila para aktivis tersebut dituduh berupaya melakukan makar terhadap pemerintahan sah di republik ini.

"Kami kira tuduhan polisi terkait adanya upaya permufakatan makar terlalu berlebihan," kata Komandan Nasional Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Mashuri Mashuda.

Mashuri mengatakan, mustahil ada pemufakatan makar di balik aksi-aksi yang dilakukan umat Islam dalam mengkritisi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), khususnya terkait penegakan hukum dalam kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Sudah terbukti aksi bela Islam dari jilid pertama hingga jilid terakhir selalu berlangsung damai," ucap Mashuri.

Mashuri pun mendesak Polri untuk membeberkan alat bukti yang mereka miliki sehingga menuding dan menangkap para aktivis dengan tuduhan makar. "Apa buktinya kalau mereka mau makar. Coba polisi Beberkan," ucap Mashuri.(maf/sindownews/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Penangkapan Aktivis
 
  Kasus Penangkapan Mahasiswa Indonesia Jangan Terjadi Lagi
  Fadli Zon: Masih Ada Diskriminasi Penindakan Hukum
  Sejumlah Aktivis Ditangkap, Rezim Jokowi Tunjukkan Fobia Kritik
  Polisi Mengabulkan Permohonan Penangguhan Penahanan Firza Husein
  Kapolda Metro Jaya Membantah kalau Firza Husein Tak Dimonitor Kesehatannya
 
ads

  Berita Utama
PDIP Usung Jokowi, Peta Kekuatan Sementara Jokowi Vs Prabowo untuk Pilpres 2019

Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP

Yusril Ihza Mahendra: PBB Siap Hadapi Sidang Bawaslu, Jumat 23 Feb 2018

Fahri Hamzah: Masyarakat Tak Perlu Takut Kritik DPR

 

  Berita Terkini
 
Bhayangkara FC Melaunching Jersey Baru dan Nama 26 Pemain

Tim Advokasi MJ Dihadang Warga, Negara Punya Mandat Hentikan Premanisme

Muktamar XV Tapak Suci Putera Muhammadiyah: Pelopor Persatuan dalam Menjaga NKRI

Tak Lolos Peserta Pemilu, Dengan Serba Hitam Partai Republik Datangi Bawaslu

Din Syamsuddin Minta Kepolisian Transparan Mengusut Penyerangan Tokoh-Tokoh Agama

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2