Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Perang Cyber
Serangan Siber Global 'Bisa Terjadi Lagi Hari Senin'
2017-05-15 06:44:50
 

Ilustrasi. Inggris bersiap menghadapi gelombang kedua serangan cyber sebagaian rumah sakit dan transportasi berisiko.(Foto: Istimewa)
 
INGGRIS, Berita HUKUM - Serangan siber yang melanda 125.000 sistem komputer di seluruh dunia pada Jumat (12/05) lalu, bisa terjadi lagi dalam waktu dekat, kata sejumlah pakar keamanan teknologi internet.

Salah seorang pakar asal Inggris dengan julukan 'MalwareTech' memprediksi serangan yang dimaksud "amat mungkin terjadi lagi pada Senin (15/5)".

'MalwareTech' dianggap sebagai 'pahlawan tak sengaja' setelah membeli sebuah domain di internet seharga 8 Poundsterling atau Rp137.000 untuk melacak penyebaran virus tersebut. Tanpa disangka, langkah itu justru menghentikan penyebaran virus.

"Sangat penting bagi masyarakat untuk menambal sistem mereka sekarang. Kita berhasil menghentikan yang ini, tapi akan ada yang lain dan tidak bisa kita hentikan. Tiada alasan bagi mereka untuk berhenti. Mereka tidak perlu banyak upaya, ubah kode dan mulai lagi dari awal. Jadi ada kemungkinan mereka akan melakukannya lagi..mungkin tidak pada akhir pekan ini, tapi amat mungkin pada Senin pagi," ujar pria tersebut kepada BBC.

Darien Huss, peneliti keamanan teknologi internet dari perusahaan Proofpoint, mengamini pandangan 'MalwareTech'.

"Saya sangat yakin, dengan tingginya perhatian media terhadap insiden ini, mungkin sudah ada orang-orang yang berupaya memakai cara-cara penyebaran," ujarnya.

peretasHak atas fotoWEBROOT
Image captionVirus Wannacry adalah ransomware atau malware yang menyerang komputer dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file sehingga tidak bisa diakses kembali.

Minta dana tebusan

Virus Wannacry adalah ransomware atau malware yang menyerang komputer dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file sehingga tidak bisa diakses kembali.

Dilaporkan, kelompok peretas meminta dana tebusan agar file file yang dibajak dengan enkripsi bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi.

Para ahli menyebutkan dana tembusan yang diminta adalah dengan pembayaran bitcoin yang setara dengan US$300 dan Wannacry memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya.

Pada Jumat (13/05), virus itu telah menyebar ke 100 negara, termasuk Indonesia, Spanyol, Prancis, dan Rusia.

peretasHak atas fotoPA
Image captionDi Indonesia, serangan peretas ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais di Jakarta.

Di Indonesia, serangan peretas itu ditujukan ke Rumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais di Jakarta.

Di Inggris, 48 rumah sakit dan klinik yang merupakan bagian dari Layanan Kesehatan Nasional menjadi target. Akibatnya, beberapa rumah sakit terpaksa membatalkan tindakan medis dan sejumlah ambulans dialihkan ke rumah sakit yang tidak terdampak virus Wannacry.

Analisis BBC terhadap tiga akun yang terkait dengan serangan siber global mengindikasikan kelompok peretas telah menerima pembayaran setara dengan 22.080 Poundsterling atau Rp379,4 juta.

Badan Kepolisian Eropa (Europol) menyebut serangan ini "tidak pernah terjadi sebelumnya" dan telah menugaskan tim siber untuk bekerja dengan negara-negara terdampak demi memitigasi ancaman.

Oliver Gower, dari badan nasional Inggris yang memerangi kejahatan, mengatakan akan menggunakan berbagai cara "untuk membawa para pelaku kejahatan kriminal untuk diadili."

peretasHak atas fotoREUTERS
Image captionAda beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mencegah terinfeksi ransomware.

Apa langkah yang harus dilakukan?

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kemenkoinfo, Sammy Pangerapan mengatakan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan untuk mencegah terinfeksi ransomware jenis wannacry:

- Update security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoct. Lihat: https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx

- Jangan mengaktifkan fungsi macros

- Non aktifkan fungsi SMB v1

- Block 139/445 & 3389 Ports

- Selalu backup file file penting di computer anda di simpan ditempat lain.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Perang Cyber
 
  Serangan Siber Global 'Bisa Terjadi Lagi Hari Senin'
  Panglima TNI: Serangan Cyber Membahayakan Keutuhan Negara
  Inggris dan AS akan Jalani Simulasi Perang Siber
  November: Isu Penyadapan dan Perang Cyber Memanas
  IPW Desak Pemerintah Bersihkan Alat Cyber Bantuan Australia
 
ads

  Berita Utama
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

Tempat Ahok Bukan di Mako Brimob, Namanya Juga Lapas Mana ada yang Kondusif dan Nyaman

Polisi Menangkap 7 Tersangka Kasus Perampok Modus Gembos Ban di SPBU Daan Mogot

Kronologi OTT Kasus Suap Gubernur Bengkulu dan Istri, KPK Sita Rp 1 M

 

  Berita Terkini
 
SMS Hary Tanoe, Lieus: Keresahan Tokoh terhadap Kondisi Penegakan Hukum di Tanah Air

AKBP Tatan Dirsan Layak Ditiru, Hujan Deras dan Banjir Dilalui Demi Tugas pada Malam Takbiran

Valentino Rossi Juara MotoGP Assen

Hacker Berulah, Microsoft Kebobolan Data Rahasia Besar

Haedar Nashir: Mengajak Orang untuk Menyelamatkan Bangsa Itu Musuhnya Berat

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2