Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Media
Serangan terhadap Kantor Media Capital Gazette di AS, 5 Orang Tewas
2018-06-30 08:53:17
 

Ini 5 Orang tewas ditembak di kantor Capital Gazette.(Foto: Istimewa)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Seorang pria bersenjata Jarrod W. Ramos, pria Laurel 38 tahun melepaskan tembakan ke kantor Capital Gazette, sebuah grup media di Maryland, menewaskan lima orang dan melukai sejumlah orang lain.

Polisi menyebut kantor surat kabar itu secara khusus memang dijadikan sasaran serangan itu.

Staf di surat kabar Capital Gazette di Annapolis mengatakan, penyerang yang bersenjata senapan dan granat asap, menembaki ruang berita melalui pintu kaca.

Polisi mengatakan grup surat kabar itu sudah menerima ancaman "kekerasan" melalui media sosial belum lama ini.

Seorang tersangka pria kulit putih berumur 30 tahun ditangkap dan masih ditanyai polisi.

Para petugas masih menyelidiki ancaman sebelumnya terhadap media itu untuk menemukan pengirimnya.

"Ini adalah serangan yang memang menyasar Capital Gazette," kata William Krampf, wakil kepala Polisi Anne Arundel.

Dia menambahkan bahwa pria bersenjata itu "memasuki gedung dengan senapan dan mencari para korbannya sambil berjalan menuruni tangga ke lantai di bawahnya".

Dia tidak menyebut apa kemungkinan motifnya, mengapa tersangka menyasar Capital Gazette, sebuah grup media yang menerbitkan beberapa surat kabar lokal.

Map shows the Annapolis area where a shooting took place at the offices of the Capital Gazette

Presiden Donald Trump sudah mendapat arahan tentang penembakan itu. Dia juga sudah mencuitkan pesan keprihatinannya

Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Sanders, mengutuk serangan terhadap "jurnalis yang tidak bersalah yang melakukan tugas mereka".

Departemen Kepolisian Kota New York (NYPD) mengatakan telah mengerahkan satuan kontraterorisme ke kantor-kantor media di dan sekitar New York City sebagai tindakan pencegahan.

Anggota parlemen dari Partai Demokrat, Anthony G Brown, menyerukan warga untuk menahan diri dalam menyudutkan orang-orang yang bekerja di bidang jurnalisme.

"Saya tentu menyerukan semua orang untuk berbicara dengan nada yang lebih sopan, nada yang lebih penuh hormat. Tidak mencaci-maki suatu kelompok, suatu industri, atau seseorang untuk apa yang mereka lakukan sebagaimana tugas mereka, dalam hal ini pers," katanya.

William Krampf, wakil kepala Polisi setempat mengatakan, mereka telah menemukan sebuah benda yang "kami yakini sebagai alat peledak" dan sudah menghancurkannya. Dia kemudian mengatakan benda itu ternyata bom asap.

Krampf menambahkan bahwa lebih dari 170 orang telah dipandu untuk keluar dengan aman dari gedung yang juga menjadi lokasi berbagai bisnis lain.

Police officers talk to a man as they respond to an active shooter inside a city building in AnnapolisHak atas fotoREUTERS
Image captionPara petugas polisi mencari keterangan dari orang-orang sekitar kantor suratkabar itu.

"Tidak ada yang lebih menakutkan dari mendengar sejumlah orang tertembak saat Anda berada di bawah meja Anda dan mendengar pria bersenjata itu mengokang lagi senjatanya," cuit Phil Davis, seorang wartawan di kantor itu.

Davis menggambarkan suasana penembakan di kantor surat kabar yang terletak di Annapolis, sebelah timur Washington DC itu "bagaikan zona perang".

Dia mengatakan bahwa orang-orang masih bersembunyi di bawah meja masing-masing ketika pria bersenjata itu berhenti menembak. "Saya tidak tahu mengapa. Saya tidak tahu mengapa dia berhenti menembak," katanya kepada Baltimore Sun.

Senator Demokrat, Chris Van Hollen menanggapi cuitan Davis di Twitter, menyatakan keprihatinannya bahwa wartawan jadi sasaran serangan.

Seorang staf lainnya, Selene San Felice, mengatakan kepada CNN bahwa yang segera dia lakukan saat terjadinya penembakan adalah berbaring di bawah mejanya. Ia menambahkan bahwa dia juga berusaha keluar melalui pintu belakang tetapi terkunci.

Reporter Danielle Ohl mengatakan newsroom itu cukup kecil, dengan 'sekitar 20 staf bagian berita' dan beberapa staf periklanan.

Jimmy DeButts, editor di Capital Gazette, tweeted bahwa "perasaannya hancur" oleh kejadian itu.

Pejabat setempat, Steve Schuh mengatakan kepada CNN bahwa tersangka bersembunyi di bawah meja di dalam gedung ketika petugas polisi tiba "dalam 60 detik" setelah menerima berita tentang serangan itu. Dia mengatakan bahwa "tidak ada baku tembak".

Dia menambahkan: "Para petugas hukum sudah memperoleh nama (untuk tersangka) tetapi kami belum bisa memastikannya saat ini."

Badan-badan federal, termasuk FBI dan Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak, terlibat dalam penanganan kasus itu.

Grup media Capital Gazette antara lain menerbitkan harian The Capital, yang memiliki sejarah panjang: terbit sejak tahun 1884.

"Saya bisa mengatakan hal ini kepada Anda: Kami akan menerbitkan koran kami besok," cuit seorang wartawannya, Chase Cook.

Capital Gazette dimiliki oleh Baltimore Sun Media Group.

Sementara, pemilik Capital Gazette di Annapolis mengumumkan pembuatan dana untuk keluarga, korban dan orang yang selamat dari pemotretan massal hari Kamis di kantor surat kabar.

The Capital Gazette Families Fund dikelola melalui Yayasan Komunitas Anne Arundel County, pemilik tronc diumumkan. Michael dan Jacky Ferro Family Foundation akan menyamai hingga $ 1 juta dalam donasi.

Tronc adalah perusahaan induk dari The Baltimore Sun Media Group, yang mencakup Ibukota.

CEO Tronc dan Chairman Justin Dearborn, mengatakan para korban akan selamanya dikenang sebagai "orang-orang dan jurnalis luar biasa yang akan terus kami hormati."

"Kemarin adalah hari yang sangat tragis bagi rekan-rekan kami di Annapolis - sebuah tragedi yang dirasakan oleh kami semua di surat-surat kami di seluruh negeri," tulis Dearborn dalam sebuah surat kepada perusahaan. "Hati kami pergi ke keluarga, teman dan rekan kerja dari Gerald Fischman, Robert Hiaasen, John McNamara, Rebecca Smith dan Wendi Winters, yang meninggal Kamis dalam penembakan di Capital Gazette."

Dana tersebut telah menerima donasi $ 100.000 dari Yayasan Keluarga Merrill, yang didirikan oleh almarhum Philip Merrill, mantan pemilik dan penerbit Capital Gazette.

"Sebagai penerbit Capital Gazette selama hampir 40 tahun, tragedi ini sangat dekat dengan rumah," Nancy Merrill, presiden yayasan keluarga, mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Keluarga kami terkejut dan ngeri, dan kami bersyukur bisa membantu keluarga Capital Gazette di masa krisis ini."

Pihak berwenang mengatakan penembakan itu merupakan serangan terencana dan terisolasi terhadap The Capital. Jarrod W. Ramos, pria Laurel berusia 38 tahun, dijatuhi hukuman Jumat dengan lima tuduhan pembunuhan tingkat pertama. Pejabat Tronc mengatakan mereka meningkatkan keamanan di seluruh propertinya, yang meliputi The Baltimore Sun, The New York Daily News, The Chicago Tribune dan surat kabar lainnya di seluruh negeri.

Perusahaan memperluas layanan konseling kepada karyawan di The Capital Gazette dan The Sun.

"Saya ingin menyampaikan terima kasih yang tulus kepada para wartawan pemberani yang melangkah untuk menutupi berita yang sulit dan pribadi seperti itu," tulis Dearborn. "Kami menghargai semua karyawan kami yang berdedikasi yang telah memberikan dukungan dan sumber daya kepada Capital Gazette dan Baltimore Sun Media Group."

Sebuah penggalangan dana GoFundMe terpisah yang dibentuk oleh seorang jurnalis Washington telah menggandakan sasaran awalnya, dengan mengumpulkan lebih dari $ 143.000.(baltimoresun/BBC/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait > Media
 
  Implikasi Strategis Tata Kelola Manajemen Media
  Ratusan Ribu Wartawan Terancam Menganggur
  Para Wartawan Sumbar Demo terkait Pergub No 30 Tahun 2018
  Forum Wartawan Polri Gelar Raker Pengurus Membahas SOP dan Job Desc
  Media Berpengaruh Tingkatkan Kepercayaan Publik
 
ads

  Berita Utama
Ini 6 Alasan Forum Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandi

Polri Diminta Usut Aksi Respresif Polisi di Bengkulu dan Medan

Bawaslu: KPU Tidak Professional Gelar Deklarasi Kampanye Damai

SBY dan Zulkifli Hasan Kecewa dan WO Acara Deklarasi Damai karena Pendukung Jokowi-Ma'ruf Langgar Aturan

 

  Berita Terkini
 
Ini 6 Alasan Forum Caleg Golkar Dukung Prabowo-Sandi

Kompolnas Apresiasi Baharkam Polri Gunakan Pesawat CN295

Prajurit TNI-Polri Harus Dapat Meredam Isu Jelang Pemilu 2019

Program 'Satu Juta Umat Mandiri', AXA Mandiri Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah

Implementasi Ilmu Forensik dalam Proses Penegakan Hukum

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2