Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Palestina
Seruan Boikot Produk Israel oleh Jokowi akan Makin Memperkeruh Proses Perdamaian
2016-03-10 11:09:44
 

Ilustrasi. Arief Poyuono selaku Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Arief Poyuono selaku Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu berdasarkan rilis singkat yang merasa bahwa seruan Boikot Produk Israel oleh Presiden Jokowi malahan akan makin memperkeruh proses perdamaian di Timur Tengah antara Israel dan Palestina.

Soalnya, hal ini sesuai dengan jaminan Presiden Amerika Serikat Obama pada Israel, jika ada yang macam macam dengan Israel maka Amerika akan hadir membela Israel hal ini dikatakan Obama saat membuka kembali 'embargo' pada Iran dan melakukan proses perdamaian di Timur Tengah.

"Terkait dampak yang kemungkinan akan terjadi di dalam negeri akan memicu gerakan sentimen anti kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya di Indonesia," ujar Arief Poyuono seraya khawatir, sebagaimana rilis pers yang di terima redaksi di Jakarta, Kamis (10/3).

Menurut Arief Poyuono bahwa, statement (pernyataan) Presiden RI untuk mem'boikot' produk-produk dan menyatakan perang lawan Israel juga bukan menunjukan ciri khas politik luar negeri Indonesia yang lebih mengutamakan musyawarah dan negoisasi, dibandingkan dengan ancam mengancam dalam turut serta menjaga perdamaian dunia.

Imbasnya, kemungkinan tentu saja statement Presiden RI yang menyerukan Boikot produk-produk Israel dan siap memerangi Israel akan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian nasional, "Sebab tidaklah dipungkiri bahwa jaringan Ekonomi dunia masih 80% dikuasai jaringan Yahudi yang punya relasi kuat dengan kepentingan negara Israel," paparnya menyambung lagi.

Sekalipun Indonesia tidak mempunyai hubungan diplomatik dengan Israel, dengan negara negara anggota OKI yang masih punya hubungan diplomatik dengan Israel sangat jarang untuk menyerukan Boikot Israel. "Nah statement Presiden ini menunjukan kalau presiden itu tidak menguasai benar tentang situasi politik keamanan di Timur Tengah terutama di Palestina, karena di Palestina saja masih ada konflik antara Faksi Fatah dan Hamas," jelas Ketum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu.

Ia pun menyarankan, bilamana berniat ingin membantu Palestina, mestinya melakukan terlebih dahulu perdamaian di Palestina dengan menyatukan Hamas dan Fatah, "Lalu damaikan Israel dan Palestina untuk mewujudkan Negara Palestina yang benar-benar berdaulat dan Merdeka," kata Arief Poyuono menyarankan.

Selanjutnya Arief Poyuono masih ingat kalau pada tahun 2006 di Jenewa saat Konfresi Buruh sedunia yang diselengarakan ILO, Ia berupaya mendudukan Dua (2) perwakilan buruh terbesar Israel dan Palestina untuk merintis perdamaian dengan lebih mengedepankan kesamaan nasib sesama kaum Buruh Dan posisi Strategis Buruh dalam sebuah Negara. "Dan mereka bisa memanfaatkan posisi tawar mereka untuk mendamaikan negara mereka. Itulah hal itu bisa dilakukan oleh mereka," pungkasnya.(bh/mnd)



 

 
   Berita Terkait > Palestina
 
  MUI Menghimbau Masyarakat Indonesia Boikot Produk AS dan Israel
  DPR Yakin Aksi Bela Palestina Berlangsung Damai
  Indonesia Harus Miliki Sikap dan Kekuatan Lebih Pada Sidang OKI
  Pimpinan DPR RI Dukung Rencana Aksi Bela Palestina di Silang Monas
  Uni Eropa dan Rusia Tolak Dukung Trump Mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
 
ads

  Berita Utama
MUI Menghimbau Masyarakat Indonesia Boikot Produk AS dan Israel

Ada 668 Rumah Rusak dan 2 Orang Meninggal Akibat Gempa Tasikmalaya

Operasi Premanisme, Jatanras Polda Metro Tangkap 2 Pelaku Jambret Tas ATM

4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi

 

  Berita Terkini
 
Google Membantu NASA Temukan 2 Planet Baru

MUI Menghimbau Masyarakat Indonesia Boikot Produk AS dan Israel

Ada 668 Rumah Rusak dan 2 Orang Meninggal Akibat Gempa Tasikmalaya

#KamiIndonesia, Ketua MPR: Jangan Ada Lagi Yang Merasa Paling Pancasila!

DPR Yakin Aksi Bela Palestina Berlangsung Damai

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2