Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
PDIP
Setahun Kinerja Anies Baswedan, F-PDIP DKI Jakarta: Keberpihakan Rakyat Kecil Masih Sebatas Seolah-olah
2018-10-15 20:08:35
 

Tampak Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta saat menyampaikan rilis 'Apa kabarnya setahun program unggulan Gubernur Anies Baswedan, Senin (15/10).(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mencatat 6 poin penting yang perlu digarisbawahi terkait kinerja pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dibawah kepemimpinan Gubernur Anies Baswedan.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengatakan 6 poin penting yang berhubungan dengan program unggulan pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, Anies Baswedan - Sandiaga Uno itu dirasa belum menyentuh dan memberikan manfaat bagi kepentingan serta kebutuhan sosial ekonomi warga masyarakat DKI Jakarta, bahkan kinerja Pemprov dinilai mengalami kemunduran dibandingkan sebelumnya.

"Menjelang setahun kinerja Anies-Sandi, keberpihakan kepada rakyat kecil masih dalam batas seolah-olah," kata Gembong dalam konferensi pers 'Setahun Anies-Sandi Memimpin Jakarta', di kantor Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (15/10).

Sementara, Dwi Rio Sambodo selaku Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta memaparkan 6 poin mengenai 'Apa kabarnya setahun program unggulan Gubernur Anies Baswedan?', diantaranya yakni terkait program-program OK OCE.

Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta menyoroti tentang target OK OCE yang belum terpenuhi.

"Program-program OK OCE Gubernur Anies Baswedan gagal total dan tidak mencapai targetnya," tuding Rio, membacakan rilis tertulis tersebut

Kedua, lanjut Rio, program OK-OTrip yang selama ini berjalan menyimpan segudang kendala. Dan ketiga, PDI Perjuangan menganggap program DP nol persen hanya untuk kalangan masyarakat yang mampu. Artinya tidak ada rumah untuk warga miskin.

Keempat, terkait program tak jelas naturalisasi sungai. Kelima, program penggunaan Becak yang kontroversi.

Sehingga Fraksi PDI-Perjuangan DPRD DKI Jakarta menilai kinerja program unggulan Anies-Sandi mengalami kemunduran.

"Kehadiran Aparatur tidak lagi berwibawa seperti sebelumnya, sehingga kepercayaan masyarakat pun mengalami penurunan," pungkasnya.(bh/amp)



 

 
   Berita Terkait > PDIP
 
  Sambut 90 Tahun Hari Sumpah Pemuda, PDI Perjuangan Gelar Kegiatan "Satu Indonesia Kita" untuk Anak Muda
  Setahun Kinerja Anies Baswedan, F-PDIP DKI Jakarta: Keberpihakan Rakyat Kecil Masih Sebatas Seolah-olah
  Politisi Gerindra Minta Megawati Soekarnoputri Pertanggungjawabkan Pidato Hina Islam
  Risma Tegaskan Tidak Jadi Jurkam Ahok-Jarot
  Keluarnya Boy Sadikin Bisa Dipolitisir Lawan Politik Ahok
 
ads

  Berita Utama
Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei

Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh

Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?

 

  Berita Terkini
 
Pengamat: Rusuh 22 Mei Diharapkan Jadi Momen Perubahan Budaya Politik

Ini Tanggapan Presidium Alumni 212 Soal People Power dan Rusuh di Bawaslu

Pemprov DKI Jakarta Gelar Lomba Foto dan Vlog

AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut

Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2