Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Ganja
Setelah Uruguay, Kanada Resmi Legalkan Penggunaan dan Penjualan Ganja
2018-10-20 09:35:18
 

Nikki Rose (tengah) dan Ian Power (kanan) adalah dua warga Kanada pertama yang membeli ganja di Tweed di St. John's Newfoundland, persis sesudah lewat tengah malam, Rabu dini hari.(Foto: Istimewa)
 
KANADA, Berita HUKUM - Kanada menjadi negara kedua di dunia setelah Uruguay yang melegalkan kepemilikan dan konsumsi ganja rekreasional.

Pasar ganja dibuka secara nasional pada hari Rabu (17/10) tengah malam, kendati masih banyak yang mempertanyakan dampak kesehatan, hukum dan keselamatan publik akan penggunaan ganja ini.

Kampanye kesadaran publik dan informasi tentang undang-undang baru ini dikirim pemerintah kepada 15 juta rumah tangga di Kanada.

Namun masih ada juga kekhawatiran, antara lain tentang kesiapan pasukan polisi dalam mengatasi orang yang mengemudi di bawah pengaruh ganja.

Provinsi dan kotamadya Kanada telah mempersiapkan diri selama berbulan-bulan untuk legalisasi penggunaan ganja ini.

Seluruh pemerintahan daerah di Kanada bertanggung jawab menetapkan aturan tentang wilayah khusus di mana warga dapat membeli dan mengonsumsi marijuana.

Di sisi lain, hal ini menciptakan beberapa celah terkait perundangan di seluruh negeri karena wilayah dan provinsi bisa memilih seberapa ketat atau longgar aturan menjual dan menggunakan ganja.

Toko-toko di provinsi Newfoundland, zona waktu paling timur di Kanada, dibuka tengah malam untuk penjualan legal pertama ganja di negara tersebut.

Customers queue outside Tweed, a cannabis shop in St John's Newfoundland, 16 October 2018Hak atas fotoREUTERS
Image captionPara konsumen mengantre di luar Tweed di St John's, menjelang tengah malam.

Seberapa siap Kanada untuk ganja?

Sejumlah analis memprediksi bahwa akan terjadi kekurangan ganja rekreasi di tahun pertama legalisasi karena produksi dan perizinan masih belum sinkron dalam memenuhi permintaan pasar.

Sementara pasar itu sendiri masih dalam masa pertumbuhan sangat awal.

Ontario, provinsi paling padat di Kanada, akan mulai membuka toko ritel ganja pada musim semi mendatang, meskipun warga sudah bisa memesan ganja secara online.

British Columbia, salah satu provinsi dengan tingkat penggunaan ganja tertinggi di Kanada, akan punya satu toko yang legal mulai Rabu (17/10).

Sampai lebih banyak tersedia lokasi penjualan resmi, banyak pengecer ganja yang tidak berlisensi yang sudah berkembang sejak undang-undang baru diusulkan, mungkin tetap buka.

Tidak jelas apakah polisi akan menindak mereka, atau membiarkan.

A woman walks into the Erbachay Health Centre Dispensary in VancouverHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionMasih menjadi pertanyaan, apakah toko-toko tanpa izin resmi harus langsung ditutup setelah pengesahan legalisasi ganja.


Presentational grey line


Mengapa Kanada melegalisasi ganja?

Legalisasi ganja ini merupakan pemenuhan janji Perdana Menteri Justin Trudeau, pemimpin Partai Liberal yang berkuasa, saat kampanye Pemilu 2015.

Trudeau berpendapat bahwa undang-undang Kanada yang mengkriminalisasi narkoba sejak hampir seabad, tidak efektif, mengingat bahwa Kanada masih merupakan salah satu pengguna terberat di dunia.

Menurutnya, undang-undang baru ini dirancang untuk menjaga obat-obatan dari jangkauan anak di bawah umur dan agar tidak menjadi sumber penghasilan para penjahat.

Pemerintah federal juga memperkirakan akan meraup $400 juta (Rp4,5 triliun) setahun dari pendapatan pajak atas penjualan ganja.

Kepemilikan ganja mulai dipidanakan di Kanada pada tahun 1923 tetapi penggunaan secara medis telah dilegalkan sejak tahun 2001.



A Canadian flag with a marijuana leaf flies during a rally alongside Parliament Hill in Ottawa, Canada.Hak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionDaun maple pada bendera Kanada diubah menjadi daun ganja oleh sejumlah kalangan yang merayakan perundangan baru ini.

Kanada mengikuti jejak Uruguay, yang menjadi negara pertama di dunia, yang pada tahun 2013 melegalkan penjualan ganja untuk penggunaan rekreasi. Sejumlah negara bagian AS juga telah mengakhiri pelarangan ganja melalui referendum.

Di berbagai negara Eropa, ganja medis juga dilegalkan.

Bagaimana aturan itu?

Orang dewasa akan dapat membeli minyak ganja, biji-bijian, tanaman dan ganja kering dari produsen dan pengecer berlisensi dan boleh memiliki hingga 30 gram (satu ons) ganja kering di tempat umum.

Asupan ganja yang diinfus baru akan masuk pasar satu tahun sejak UU berlaku. Penundaan ini dimaksudkan untuk memberikan waktu kepada pemerintah untuk merumuskan peraturan khusus untuk produk itu.

Di sisi lain, jika Anda memiliki lebih dari 30 gram di tempat umum, menanam lebih dari empat tanaman per rumah tangga dan membeli dari dealer yang tidak berlisensi, itu berarti melanggar hukum.

Beberapa pelanggaran pada ketentuan itu diancam hukuman berat. Orang yang tertangkap menjual ganja kepada anak di bawah umur bisa dipenjara hingga 14 tahun.

Beberapa kalangan menganggap hukuman itu terlalu keras dan tidak proporsional dengan UU serupa, seperti hukum menjual alkohol kepada anak di bawah umur.

Apa saja yang masih dicemaskan?

Berakhirnya pelarangan tidak berarti masalah hukum dan kesehatan terkait marijuana jadi berakhir pula.

Pada hari Senin (15/10), Canadian Medical Association Journal menerbitkan artikel yang menyebut legalisasi itu "sebuah eksperimen nasional yang tidak terkendali, di mana keuntungan produsen ganja dan pendapatan pajak dipacu tanpa mempertimbangkan kesehatan warga Kanada".

Selain itu, masih ada beberapa masalah hukum yang harus dihadapi.

Pemerintah Kanada sudah merumuskan pidana baru tentang mengemudi di bawah pengaruh ganja, tetapi masih ada keraguan tentang keandalan teknologi pemindaian dan potensi kerumitan kasus di pengadilan.

An employee walks past a greenhouse growing cannabis plants in Quebec, CanadaHak atas fotoREUTERS
Image captionProdusen-produsen resmi mengejar produksi menjelang dibukanya penjualan resmi 17 Oktober ini.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa sekitar setengah dari para pengguna ganja Kanada tidak percaya bahwa kemampuan mengemudi mereka terganggu setelah mengkonsumsi ganja.

Perubahan perundangan Kanada ini juga memusingkan AS yang masih mengontrol ganja secara ketat.

Badan Bea Cukai Perbatasan AS mengatakan Selasa lalu, penjaga perbatasan akan memiliki horison yang luas untuk menentukan siapa yang bisa diterima untuk masuk Amerika.

Penjaga perbatasan dapat menanyakan warga Kanada apakah mereka mengisap ganja, dan bisa menolak mereka masuk jika diyakini mereka berniat untuk mengisap ganja di AS.

Kanada juga memasang plang-plang pengumuman di semua bandara dan penyeberangan perbatasan untuk memperingatkan wisatawan bahwa melintasi perbatasan internasional dengan membawa ganja tetap merupakan pidana.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Ganja
 
  Setelah Uruguay, Kanada Resmi Legalkan Penggunaan dan Penjualan Ganja
  Babinsa Kodim 0103 Temukan Ladang Ganja di Lhokseumawe
  Ganja Dilegalkan, 13 Perusahaan Denmark Antre Ajukan Izin Menanam
  Kekurangan Ganja, Negara Bagian di AS Siap Terapkan 'Kondisi Darurat'
  Uruguay akan Segera Mulai Menjual Ganja di Apotek
 
ads

  Berita Utama
Polisi Bekuk Premanisme di Diskotik Bandara yang Mengakibatkan 2 Korban Tewas

Sekber Pers Indonesia: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan Dufi!

Jenazah Dufi, Korban Dalam Drum Dimakamkan di TPU Semper Cilincing

Peserta Kirab Pemuda 2018 Diharapkan Mampu Berimajinasi, Jangan Berhenti Menulis dan Membaca tentang Indonesia

 

  Berita Terkini
 
Diduga Kurang Respon Tuntutan Warga, Kantor Polsek Adonara Timur Dirusak Warga

Polisi Bekuk Premanisme di Diskotik Bandara yang Mengakibatkan 2 Korban Tewas

Rapat Paripurna DPRD Kaur Menyetujui 7 Raperda Tahun 2018

Pemprov DKI Jakarta Adakan Penghapusan Sanksi Administrasi Tiga Jenis Pajak

DPR Komitmen Segera Selesaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2