Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
KPU
Sidalih Jamin Transparansi dan Akurasi Data Pemilih
2017-11-10 06:25:12
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman menegaskan aplikasi Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) untuk menjamin transparansi dan akurasi data pemilih pemilihan dan Pemilu.

Transparansi tersebut untuk membangun kepercayaan masyarakat kepada penyelenggara pemilu melalui aplikasi yang dibangun oleh KPU dan bisa diakses oleh publik. Selain transparansi, juga untuk menjaga integritas penyelenggara pemilu.

Hal tersebut disampaikan Arief saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Sidalih dalam rangka pemutakhiran data pemilih pada penyelenggaraan Pemilihan Serentak Tahun 2018 semakin berkualitas, Selasa (7/11) di Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Jakarta.

“Saat ini ada Sipol yang dicaci maki saat dibuka hanya untuk parpol, tetapi sekarang semua sudah dibuka ke publik. Semua bisa melihat hasil pendaftaran parpol, ada yang lengkap dan ada yang tidak lengkap dokumennya. Sekarang semua apresiasi dan support KPU,” tutur Arief.

Pada pilkada DKI Jakarta tahun 2017 yang lalu, tambah Arief, hasil perolehan suara pada putaran I sudah bisa diunggah di Situng KPU dengan waktu 2x24 jam, kemudian pada putaran II, hanya butuh waktu 1x24 jam. Publik bisa mengakses Situng tersebut dan semua meyakini itu, hal tersebut dibuktikan tidak ada yang menggugat di Mahkamah Konstitusi (MK), bahkan mereka memberikan selamat kepada KPU.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan dan Datin Sumariyandono menyampaikan tujuan bimtek ini untuk menyamakan pemahaman pengoperasian sidalih, mengurangi potensi kesalahan dalam proses pemutakhiran data pemilih, dan memfasilitasi seluruh peserta dalam mengoperasikan aplikasi sidalih versi II yang merupakan penyempurnaan versi sebelumnya.

Peserta bimtek ini dari 17 provinsi dan 381 kabupaten/kota yang melaksanakan pilkada yang terdiri dari komisioner divisi data pemilih dan admin/operator sidalih yang berjumlah total 796 peserta. Bimtek ini digelar dalam tiga gelombang dalam tiga hari dari tanggal 07 – 09 November 2017.(Arf/red/KPU/bh/sya).



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'

Satu Lagi Janji Ditunaikan: Ini Syarat untuk Miliki Rumah DP Nol Rupiah

Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik

Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing

 

  Berita Terkini
 
SBY: Pemerintah Jangan Sedikit-sedikit Kriminalisasi Ulama

Ribuan Warga ke Monas Ajukan Paspor Kilat di Acara Festival Keimigrasian 2018

Berikut Tanggapan Ketum 'Aisyiyah Mengenai Dinamika Politik Pilkada 2018

Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'

PBB Riau Resmi Mendukung Pasangan Firdaus-Rusli Menjadi Gubernur

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2