Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Pemalsuan
Sidang Pemalsuan Akte Nikah Serang Baru Bekasi, Buku Nikah Sarah-Agus Tidak Ada di Buku Register KUA
2017-11-04 11:42:59
 

Suasana sidang perkara dugaan pemalsuan akta nikah dan penggelapan harta keluarga perwira polisi almarhum Kombes (Purn) Agus Maulana Kasiman dengan terdakwa Sarah Susanti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sidang perkara dugaan pemalsuan akta nikah dan penggelapan harta keluarga perwira Polisi almarhum Kombes (Purn) Agus Maulana Kasiman dengan terdakwa Sarah Susanti kembali disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (2/11) kemarin.

Sidang dengan agenda pembuktian dan keterangan saksi-saksi terhadap dakwaan jaksa dalam perkara nomor 1056/pin.b/2017/pn.jkt.sel menghadirkan para saksi antara lain, Melva Tambunan (pemohon/pelapor), Kepala KUA Serang Baru Bekasi Asep Muhtar, anak kandung istri pertama Alm Kombes (Purn) Agus Maulana, Agit Ramadanus dan istrinya, Yanika Desita.

Sidang yang digelar terbuka untuk umum itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim R Iswahyudi Widodo SH MH didampingi hakim anggota, Irwan, SH. MH dan Hakim Achmad Guntur SH MH dan dihadiri pihak terdakwa bersama tim kuasa hukumnya yang diketuai Ahmad Ramsi, SH.

Dalam sidang tersebut para saksi memberikan keterangan yang memberatkan terdakwa Sarah Susanti. Terdakwa Sarah Susanti didampingi tim pengacaranya yang diketuai Ahmad Ramsi.

Saksi pertama yang dihadirkan Melva Tambunan istri sah dari Almarhum Kombes (Purn) Agus Maulana Kasiman memaparkan, baru mengetahui Sarah pada 10 September 2014, dihari saat Agus Maulana meninggal.

"Ada sarah di rumah dinas. Dia mengaku ngaku sebagai istri sah almarhum. Terjadi pengusiran oleh terdakwa. Menghindari keributan, saya mengalah", kata Melva dalam kesaksiannya.

"Seminggu kemudian saya datang lagi hendak mengambil surat-surat dan barang-barang almarhum Agus. Terdakwa minta Rp 1,3 miliar dan kendaraan, serta usaha yang telah mereka riintis, agar surat-surat dikembalikan. Terjadi sedikit keributan dan pengusiran kembali. Saya kembali mengalah", lanjut Melva.

Melva bersaksi tidak pernah dimintai ijin oleh suaminya untuk menikah lagi. Karena itu ia yakin tidak pernah ada perkawinan antara Agus Maulana dengan Sarah Susanti. "Tidak. Tidak pernah ijin untuk menikah", ujarnya.

Saksi pemohon Melva Tambunan mengatakan bahwa, almarhum suaminya tidak pernah mengatakan bahwa dirinya menikah lagi dengan wanita lain.

"Saya pasti juga tidak akan memberi izin suami saya untuk menikah lagi," kata Melva.

Untuk menegaskan status Sarah, Melva mengaku mendatangi sendiri KUA Serang Baru Bekasi, mengklarifikasi Akta Nikah Sarah-Agus. Dan hasilnya, KUA Serang Baru tidak pernah mengeluarkan buku nikah atas nama tersebut.

"Tidak terdaftar (atas nama Agus-Sarah), tapi atas nama orang lain", ungkapnya.

Melva juga memaparkan penggunaan Akta Nikah dan Kartu Keluarga palsu untuk pembiayaan leasing dan penjualan mobil, serta penjualan rumah dan ruko di Surabaya dan BSD.

"KK dan surat nikah tersebut digunakan untuk membiayai leasing di Serpong, jual mobil, jual rumah di Surabaya, juga jual ruko di BSD. Total yang sudah dijual sekitar Rp 7-10 miliar", paparnya.

Saksi lainnya Asep Muhtar mempertegas, KUA Serang Baru tidak pernah mengeluarkan Buku Nikah Agus Maulana dengan Sarah Susanti.

Asep juga mengaku pernah didatangi oleh seorang bernama Maryadi yang memintanya untuk membuatkan Surat Keterangan Nikah atas nama Agus Maulana dengan Sarah Susanti. Namun karena tidak pernah tercatat di Buku Besar KUA Serang Baru Bekasi, maka permintaan tersebut ditolaknya.

"Maryadi mengaku suruhan ibu Sarah (terdakwa). Minta agar dicatatkan
Kalau nggak dilegalisir saja. Tapi saya menolak", tandasnya.

Atas pertanyaan majelis hakim, Kepala KUA Serang Baru Bekasi Asep Muhtar mengatakan, pernikahan almarhum Agus Maulana Kasiman dengan terdakwa Sarah Susianti tidak pernah tercatat dalam register pernikahan di kantornya.

Pihaknya pun tidak mau memenuhi permintaan seseorang bernama Maryadi untuk melegalisasi salinan buku nikah terdakwa karena pernikah tersebut tidak ada diregistrasi kantornya.

"Jadi ini pencatutan karena ada buku nikah yang tidak kami terbitkan," kata Asep.

Sementara, saksi Agit Ramadanus anak Almarhum mengatakan jika ayahnya, almarhum Agus Maulana Kasiman menikah hanya dengan ibu kandung Agit dan setelah ibunya meninggal, ayahnya (Agus Maulana) menikahi Melva Tambunan.

"Ayah saya hanya menikah dengan ibu kandung saya dan Melva Tambunan. Tidak ada lagi ada pernikahan di luar itu," kata Agit.

Agit membenarkan sejumlah aset milik almarhum ayahnya seperti beberapa mobil, ruko dan beberapa petak tanah dengan surat kepemilikan dipegang terdakwa. Ia juga membenarkan sebagian aset itu telah dijual terdakwa, antara sebuah mobil Toyota Innova dan sebuah ruko.

Selain itu, saksi Yanika mengatakan, terdakwa Sarah Susianti menguasai rumah dinas Polri di Pengadegan, Kalibata, Jakarta Selatan yang semula ditinggali almarhum Kombes (Purn) Agus Maulana Kasiman.

Yanika mengaku pernah tinggal di rumah dinas itu bersama dengan suaminya, Agit Ramadanus. Tapi karena komunikasi mereka dengan terdakwa tidak baik, akhirnya Agit dan Yanika disuruh pergi.

Usai sidang, Jaksa Yan Ervina menyambut baik keterangan para saksi tersebut, yang dinilainya sesuai dengan BAP. Pada sidang lanjutan, minggu depan, pihaknya masih akan mengajukan beberapa saksi memberatkan lagi.

"Masih ada beberapa saksi lagi ya. Tadikan membuktikan Akta Nikah palsu, sudah terjawab. Besok (saksi) KK", jelasnya.

Sementara mengenai status tahanan kota terdakwa yang seolah mendapat keistimewaan dibanding para terdakwa lainnya, Yan menegaskan, hal tersebut akan mengikuti perkembangan kasusnya.

"Ya mungkin atas permintaan, atau pertimbangan, sejak (kasus masih) di kepolisian. Kita hanya melanjutkan saja. Harus ditahan atau tidak, nantilah, kita lihat perkembangannya", tandas Yan Ervina.

Sidang selanjutnya dijadwalkan kembali pada 9 November 2017, Kamis mendatang.(bh/yun)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta

Habib Rizieq Berharap SP3 Serupa Bisa Diberikan Juga ke Ulama dan Aktivis 212

Kapolri: Secara Umum Arus Mudik Sekarang Sudah Lancar dan Jauh Lebih Baik

Wartawan Tewas di Lapas, SPRI Desak Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta dan Libatkan Pers

 

  Berita Terkini
 
Pantau Pelayanan Publik, Ombudsman Sidak Ke Bandara Soekarno Hatta

Hak Angket DPR Segera Bergulir Atas Pengangkatan Iwan Bule

Polres Flores Timur Diduga Petieskan Kasus Tragedi Nimun Lema Anak Lamahala

Liburan Hari Ketiga Lebaran Ribuan Wisatawan Masih Padati Pantai Bira

Ketua MPR Harap Momen Idul Fitri Jadi Ajang Perkuat Persatuan di Tahun Politik

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2