Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
PKI
Sindiran Gatot Nurmantyo Dianggap PKS untuk Ingatkan Publik Soal Sejarah G30S/PKI
2018-09-21 13:30:00
 

Screenshot pada akun media sosial instagram.com yang telah di terverified Gatot Nurmantyo.(Foto: @nurmantyo_gatot)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Partai Keadilan Sejahtera menilai sindiran mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo soal nonton bareng film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI bertujuan baik. Gatot dianggap ingin mengingatkan publik soal sejarah kelam yang pernah terjadi di Indonesia.

Nonton bareng film yang disutradarai Arifin C. Noer, disebut Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, adalah salah satu cara efektif untuk mengingat perjalanan bangsa. Terlebih, Mardani menganggap peristiwa yang terjadi pada 30 September 1965 masih mungkin terulang.

"Karena pengkhianatan PKI memang harus selalu diwaspadai (karena) bisa terulang," kata Mardani, Jumat (21/9).

Mardani juga yakin, pemutaran film tersebut tidak akan meningkatkan ketegangan di antara masyarakat. Dia berpandangan masyarakat semakin cerdas sehingga tidak mudah terpancing hanya karena mobilisasi nonton film bersama.

Dorongan untuk kembali mengingat peristiwa G30S/PKI juga dipandang Mardani sebagai momentum untuk mengemas ulang film yang dibuat pada 1984 itu.

"Kita perlu medium lain yang pas dengan zamannya. Generasi milenial perlu didekatkan pada aejarah dengan gayanya yang milenial," ujarnya.

Sindiran untuk Panglima TNI dan KSAD disampaikan Gatot melalui akun Instagram resminya. Dia mempertanyakan tidak adanya perintah untuk kembali menggelar nonton bersama film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI seperti saat masanya memimpin TNI.

"Kalau KSAD tidak berani memerintahkan nonton bareng film G-30S/PKI, bagaimana mau mimpin prajurit pemberani dan jagoan-jagoan seperti Kostrad, Kopassus, dan semua prajurit TNI AD. Kok KSAD-nya penakut... ya sudah pantas lepas pangkat. Ingat! Tidak ada hukuman mati untuk perintah nonton bareng, paling copot jabatan, bukan copot nyawa. Kalau takut, pulang kampung saja. Karena kasian nanti prajuritnya nanti disamakan dengan pemimpinnya penakut. Kan bisa menjatuhkan harga diri prajurit TNI AD yang terkenal di dunia pemberani plus super nekat.
-
Tapi saya yakin KSAD dan Panglima TNI bukan tipe penakut. Kita lihat saja pelaksanaannya." kata Gatot di akun instagram resmi miliknya @nurmantyo_gatot yang terverifikasi, Kamis (20/9).(kumparan/bh/sya)





 

 
   Berita Terkait > PKI
 
  MBI Gelar Haul Mengenang Kekejaman G30SPKI di Monumen Pancasila Sakti
  Sindiran Gatot Nurmantyo Dianggap PKS untuk Ingatkan Publik Soal Sejarah G30S/PKI
  Diskusi Publik KMI: Isu Kebangkitan PKI, Berakhir Ricuh
  PKI dan Hoax dari dalam Istana
  Sufmi Dasco Ahmad: Komunisme Harus Diwaspadai
 
ads

  Berita Utama
Partai Demokrat Serahkan Perusak Bendera dan Baliho di Pekanbaru ke Polisi

Tim Siber Bareskrim Polri Menangkap 3 Pelaku Pembobol Kartu ATM Mencapai Rp 2,5 Miliar

Fahri Hamzah Dukung Pansus Tercecernya KTP-el

SAPDA5 Laporkan Hasto ke Bawaslu RI, Diduga Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Lakukan Black Campaign

 

  Berita Terkini
 
Partai Demokrat Serahkan Perusak Bendera dan Baliho di Pekanbaru ke Polisi

Diskusi LPI: Praktik Poligami Banyak Rugikan Kaum Perempuan

Legislator Minta Ketegasan Kemenlu Terhadap Penahanan Muslim Uighur di Cina

Persija Pawai Juara, Ditlantas PMJ Lakukan Rekayasa Lantas di SU GBK dan Balaikota

Selangkah Lagi Indonesia Menjadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia 2020

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2