Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Vatikan
Skandal Pelecehan Seks: Film Dokumenter, Uskup Agung Polandia Minta Vatikan Selidiki Tudingan Pelecehan Seksual di Gereja Katolik
2020-05-18 12:10:58
 

Uskup Agung Wojciech Polak meminta para petinggi Vatikan "menggelar penyelidikan" menyusul dirilisnya sebuah film dokumenter mengenai dugaan pelecehan seksual pada Sabtu (16/5).(Foto: EPA)
 
VATIKAN, Berita HUKUM - Kepala Gereja Katolik di Polandia menyatakan dirinya telah meminta Vatikan untuk menyelidiki dugaan pelecehan seksual oleh sejumlah pastor yang diklaim ditutup-tutupi.

Uskup Agung Wojciech Polak meminta para petinggi Vatikan "menggelar penyelidikan" menyusul dirilisnya sebuah film dokumenter mengenai topik itu pada Sabtu (16/5).

Film itu menceritakan kisah dua kakak-beradik yang berupaya mengonfrontasi seorang pastor yang diduga melecehkan mereka saat masih kanak-kanak.

Vatikan diperkirakan bakal menugaskan seorang penyelidik untuk menangani kasus itu. Film berjudul Hide and Seek telah disaksikan lebih dari 4,2 juta kali sejak diluncurkan pertama kali 3 hari lalu di YouTube pada, Sabtu (16/5).

Film dokumenter tersebut adalah film kedua yang digarap Marek dan Tomasz Sekielski mengenai topik dugaan pelecehan seksual oleh pastor.

Film itu mengikuti dua korban yang berupaya membawa orang-orang di gereja yang dituduh bertanggung jawab menutupi kasus mereka. Seorang uskup senior dituding mengetahui dugaan kasus tersebut selama bertahun-tahun, tapi tidak mengambil tindakan apapun.

"Film ini.. menunjukkan standar perlindungan terhadap anak-anak dan remaja di gereja tidak dihormati," kata Uskup Agung Polandia, Wojciech Polak, dalam video yang dirilis kantor berita Katolik, KAI.

"Saya meminta para pastor, suster, orang tua, dan pendidik untuk tidak dituntun oleh logika keliru dalam melindungi gereja dengan menyembunyikan pelaku pelecehan seksual," tegasnya.

"Kami tidak mengizinkan penyembunyian kejahatan-kejahatan ini."

paus fransiskus, vatikanHak atas fotoAFP
Image captionPaus Fransiskus tahun lalu berjanji memangani kasus-kasus dugaan pelecehan seksual.

Polak menambahkan bahwa dirinya sudah meminta Vatikan menyelidiki tuduhan-tuduhan yang diangkat dalam film tersebut dengan dasar surat keuskupan yang dirilis Paus Fransiskus tahun lalu.

Surat itu mewajibkan semua pastor Katolik untuk melaporkan kasus-kasus pelecehan seksual dan upaya untuk menutupinya.

Film pertama dalam serial dokumenter, yang berjudul Tell No One (jangan bilang siapa-siapa), dirilis Sekielski bersaudara pada Mei 2019 dan telah disaksikan lebih dari 23 juta kali.

Film itu memicu kemarahan berbagai kalangan serta mendorong diskusi nasional mengenai pelecehan seksual di gereja.

Film tersebut memuat rekaman kamera rahasia saat korban mengonfrontasi para pastor mengenai dugaan pelecehan seksual. Beberapa pastor dalam film itu mengakui melakukan pelecehan.<

Berkat film itu, pemerintah Polandia kemudian mengumumkan rencana menggandakan masa tahanan bagi paedofil serta berikrar mendirikan sebuah komisi untuk menyelidiki pastor-pastor yang diduga paedofil. Namun, komisi ini belum terwujud.

Pada Maret tahun lalu, Gereja Katolik di Polandia mengakui bahwa hampir 400 paderi telah melecehkan anak-anak sepanjang 30 tahun terakhir.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Penyelidikan Kasus Dugaan Suap THR Rektor UNJ Distop, Polda Metro: Tidak Memenuhi Unsur Tindak Pidana Korupsi

Sahroni Minta Penegak Hukum Cek Kondisi Djoko Tjandra

Ongkosi Anak Buahnya Serang Nus Kei, John Kei Juga Sebut Penghianat Itu Hukumannya Harus Mati

Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pemerintah Tetap Jalankan Tapera, Legislator Beri Masukan

Fadli Zon: Hati-Hati Utang BUMN Bisa Picu Krisis Lebih Besar

Lapor JAGA Bansos, Data Pelapor Dijamin Aman

KPK Monitor Implementasi Bansos Covid-19 di DKI Jakarta dan Kemendes PDTT

Pemerintah dan DPR Perlu Duduk Bersama Batalkan RUU HIP

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2