Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Amien Rais
Soal Partai Setan dan Partai Allah, PAN: Amien Rais Bicara dalam Konteks Tauhid Islam Sesuai Alquran
2018-04-14 02:28:32
 

Ilustrasi. Mantan Ketua MPR Prof. Dr. H. Amien Rais.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Anggota Wanhor PAN Dradjad Wibowo angkat bicara tentang pernyataan Amien Rais saat memberi tausiyah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4) pagi, soal partai setan dan partai Allah yang jadi kontroversi. Seperti apa penjelasannya?

"Yang disampaikan Pak Amien itu adalah dalam konteks tauhid Islam sesuai Alquran. Bukan dalam konteks parpol," kata Dradjad dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (13/4).

Dradjad kemudian berbicara panjang-lebar tentang maksud dan rujukan pernyataan Amien Rais, yang membuat elite parpol pendukung Jokowi di Pilpres 2019 seperti NasDem heran dan sedih.

"Rujukan Pak Amien adalah kata hizballaah dari Al-Maidah ayat 56," kata Dradjad.

"Alquran terjemahan Kementerian Agama mengartikannya sebagai 'pengikut (agama) Allah'. Kata 'hizb' ini bisa diartikan sebagai golongan, kelompok, grup, atau partai. Namun kata 'partai' ini tidak otomatis berarti partai politik. Al-Maidah 56 juga menegaskan bahwa hizballaah itu adalah orang-orang yang menang," imbuhnya.

"Lawannya adalah hizbasy syaithan, ada di surat Al-Mujaadilah ayat 19. Dalam Alquran terjemahan Kementerian Agama, hizbasy syaithan ini diartikan sebagai 'golongan setan'. Merekalah yang merugi. Apa ciri-ciri keduanya? Silakan baca sendiri Al-Maidah 55-56 dan Al-Mujaadilah 19," imbuh Dradjad.

Dradjad menuturkan Amien sama sekali tak membagi parpol menjadi partai Allah dan partai setan. "Tidak ada kata-kata parpol dalam ucapan beliau. Beliau menyebut partai, itu artinya kelompok atau golongan. Lebih besar dan lebih luas dari sekadar partai politik," katanya.

"Sebagai bukti, lihat kutipan Pak Amien berikut: 'Bukan hanya PAN, PKS, dan Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah.' Lihat juga kutipan berikut: 'Orang-orang yang anti-Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan,'" sambungnya.

Dradjad menegaskan lagi bahwa yang dimaksud Amien dengan kata 'partai' itu adalah 'kelompok' atau 'golongan/pengikut', bukan partai politik. Hal ini juga berlaku untuk istilah 'partai besar'.


"Karena itu, dengan segala kerendahan hati, izinkan saya mengajak kita semua melihat hal ini dari kacamata tauhid Islam. Bukan kacamata partai politik. Sehingga tidak perlu terjadi kontroversi terkait hal ini," ajaknya.

Sebelumnya, diberitakan Amien Rais, yang juga Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212, berbicara tentang partai setan dan partai Allah saat memberi tausiah setelah mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4).

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbusy syaithan," ujar Amien seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

"Orang-orang yang anti-Tuhan itu otomatis bergabung dalam partai besar, yaitu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya. Tapi di tempat lain, orang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan," imbuh dia.

Amien tak membeberkan partai apa saja yang masuk kategori partai setan. Ditanya seusai acara, Amien menyatakan yang dimaksudnya adalah cara berpikir, bukan partai dalam konteks politik praktis.

Pernyataan Amien ini jadi kontroversi. Sekjen Partai NasDem Johny G Plate mengaku bingung dan sedih mendengar pernyataan Amien. Sementara itu, Ketua DPP PDIP Hendrawan Supratikno mengaku kesulitan mengikuti loncatan pemikiran eks Ketua MPR itu.

Sementara, Amien tak membeberkan partai apa saja yang masuk kategori partai setan. Ditanya usai acara, Amien menyatakan bahwa yang dimaksudnya adalah cara berpikir, bukan partai dalam konteks politik praktis.

"Saya enggak katakan begitu. Jadi ini bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Yang cara berpikir gelombang manusia yang prosetan itu pasti akan merugi, sementara gelombang besar yang didikte oleh kehendak Allah pasti menang," kata dia.

Kembali ke tausiyah Amien Rais, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini mengatakan perubahan suatu negara tak lepas dari perubahan politik. "Perubahan ekonomi, perubahan pendidikan, penegakan hukum, penegakan akhlak, dan lain-lain itu tergantung kepada kekuasaan politik itu," kata Amien.

"It's now or never (sekarang atau tidak sama sekali). Tomorrow, next year, will be too late (esok, tahun depan, sudah terlambat). Jadi tahun depan ini adalah penentuan yang lebih meyakinkan lagi. Kalau kita biarkan kekuasaan hizbusy syaithan, setan enggak pernah bisa kompromi," imbuh mantan Ketua Dewan Kehormatan PAN ini.

Dalam tausiyahnya Amien juga mengkritik pernyataan Presiden Jokowi di Sibolga, Sumatera Utara, soal pemisahan agama dari politik.

"Ini presiden yang ilmunya pas-pasan... Sehingga kemudian memang untuk merekonstruksi bangsa kita ini, harus mulai dari rekonstruksi pimpinannya," kata dia.

Usai tausiyah, Amien menerangkan ada fakta gerakan 'Ganti Presiden tahun 2019' menyebar di Indonesia. Menurut Amien, gerakan itu sudah meluas ke berbagai kelas, dari kelas bawah, menengah, guru, hingga pegawai telah terpapar gerakan tersebut.

"Terjadi karena Allah menghendaki, sebagai orang beragama yakin bahwa kekuasaan sepenuhnya di tangan Allah," kata Amien.

"Allah memberikan kekuasaan bagi siapapun yang dikehendaki, akan mencabut kembali dari siapapun yang dikehendaki. Saya tidak boleh mendahului takdir Allah, tapi prediksi boleh. Memang pamor Pak Jokowi secara sistematik merosot terus," Amien melanjutkan.
(tor/van/fdn/detik/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Amien Rais
 
  Amien Rais: Ikan Busuk dari Kepala, Negara Rusak dari Presiden
  Amien Rais Sindir TGB, Ada Tokoh Keluar Jalan Allah
  Misteri Hilangnya Foto Amien, Prabowo dan Habib Rizieq di Instagram
  Fahri Hamzah: Amien Rais Tokoh Reformis yang Relevan
  Wasekjen DPP PAN: Jangan Ragu Atas Merah Putih Pak Amin Rais
 
ads

  Berita Utama
Gerindra Minta Pemerintah Setop Klaim Divestasi Saham Freeport

Belum Ada Se-Rupiah pun Pembayaran Pembelian Saham PT Freeport

Sukseskan Pemilu Damai 2019, PB HMI: Strategi Jitu Tangkal Isu Hoax, Intoleransi dan Radikalisme

Ini Do'a Titiek Soeharto untuk Ulang Tahun Prabowo Subianto

 

  Berita Terkini
 
Gerindra Minta Pemerintah Setop Klaim Divestasi Saham Freeport

Komisi VII Sesalkan Dampak Lingkungan PLTU PT Indo Bharat Rayon

Tim Pemenangan DPW Partai Berkarya DKI Jakarta Beri Motivasi Kader dan Caleg DPD untuk Serap Aspirasi Warga

BPJS Kesehatan Defisit Anggaran Sudah Kewajiban Presiden Mengkoordisanikan Para Pembantunya, Jangan Cuci Tangan

Bukti Persidangan Kasus Korupsi di Bakamla, Tersangka Mengaku Dikenalkan Keluarga Jokowi

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2