Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Pilkada
Soroti Pembinaan RTRW di Cianjur: Forum Pemerhati Pilkada Jabar Ingatkan ASN untuk Netral
2017-11-04 11:37:00
 

 
CIANJUR, Berita HUKUM - Pilkada Jawa Barat telah memasuki masa deklarasi pengusungan calon gubernur. Walau masa pendaftaran pasangan calon ke KPUD masih dua bulan lagi, beberapa partai politik telah menyampaikan figur yang akan diusungnya pada Pilgub Jabar 2018 nanti.

Pengumuman yang terlalu dini kepada publik ini dipandang menguntungkan dari sisi strategi kampanye, bakal calon jadi punya bonus waktu untuk sosialisasi dan konsolidasi namun di sisi lain juga mengundang kekhawatiran banyak pihak akan terjadinya konsolidasi dan mobilisasi yang melibatkan birokrasi dan aparat sipil negara serta struktur pemerintahan di akar rumput seperti RT dan RW.

Forum Pemerhati Pilkada Jabar mengungkapkan kemungkinan terjadinya penyalahgunaan wewenang dan keterlibatan birokrasi pemerintahan sampai tingkat desa, RW dan RT dalam pemenangan calon di masa sebelum kampanye sangat mungkin terjadi.

Agus Salim, Koordinator FPP Jabar menyebut viralnya surat bersifat penting, perihal Pembinaan RT/RW yang dikeluarkan Camat Kecamatan Cikalongkulon menjadi contoh rawannya pilkada Jabar melibatkan birokrasi.

Dalam surat yang ditandatangani Camat itu jelas ada perintah kepada para Kepala Desa untuk menghadirkan seluruh ketua RW dan ketua RT dalam acara pembinaan, uniknya yang akan melakukan pembinaan justru adalah mantan Bupati Cianjur Tjetjep Muchtar yang merupakan deklarator dukungan warga Cianjur kepada Ridwan Kamil.

"Kita bisa telusuri jejak digital ayah Bupati Cianjur ini, ia yang menggalang ratusan kiai yang berada di Kabupaten Cianjur dan mendeklarasikan dukungan kepada Ridwan Kamil pada Jumat malam 22 September 2017 di kediamannya, kawasan Jalan KH. R. Abdullah Bin Nuh No. 109, Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur. Jadi wajar jika surat Camat Cikalongkulon itu dicurigai sebagai ajang kampanye untuk salah satu calon," ujarnya, Sabtu (4/11).

Agus Salim juga mempertanyakan sebutan Bupati Sepuh di dalam surat resmi yang ditandatangani camat tersebut. Ia menegaskan, istilah Bupati Sepuh tidak dikenal dalam tata negara.

"Ini preseden buruk yang merusak norma yang berlaku. Warga Cianjur dan bawaslu dan panwaslu Cianjur harus jeli dan mengawasi kemungkinan kampanye dan mobilisasi menggunakan dan memanfaatkan jalur birokrasi," pungkasnya.(rls/bh/as)



 

 
   Berita Terkait > Pilkada
 
  Soroti Pembinaan RTRW di Cianjur: Forum Pemerhati Pilkada Jabar Ingatkan ASN untuk Netral
  Jelang Pilkada 2018, Polda Diminta Adil
  Panglima TNI: Hadapi Pilkada Serentak 2018, Prajurit Harus Netral
  LSPI Prediksi Pilkada Sumsel Maksimal Ada 3 Poros Pasangan Calon Gubernur
  Stratakindo: Survei Terbaru Peta Jelang Pra-Kwalifikasi Pilkada Sumsel 2018
 
ads

  Berita Utama
Polri dan Bea Cukai Membongkar Penyelundupan 600.000 Butir Pil Ekstasi

Setelah 37 Tahun Berkuasa, Presiden Zimbabwe Robert Mugabe Mundur

Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda

Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota

 

  Berita Terkini
 
Komisi IX DPR Dalami Problem Defisit BPJS Kesehatan

Pemerintah Diingatkan untuk Tak Main-main dengan KTP-El

Panglima TNI: Sampai Kapanpun TNI Tidak Pernah Melupakan Para Pejuang dan Senior

Polri dan Bea Cukai Membongkar Penyelundupan 600.000 Butir Pil Ekstasi

Program KUBE Butuh Penasihat Usaha

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2