Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Pilkada
Sosialisasi Asian Games Diduga Jadi Ajang Kampanye Putra Gubernur
2018-05-23 20:39:59
 

Ilustrasi. Undangan sosialisasi Asian Games.(Istimewa)
 
PALEMBANG, Berita HUKUM - Pelaksanaan Pilgub Sumsel berlangsung panas. Semua Pasangan Calon menggunakan beragam cara untuk meraih kemenangan. Sayangnya, kontestasi Pilkada yang harusnya berlangsung sportif dituding ternoda dengan kegiatan tak patut oleh Gubernur Sumsel. Sosialisasi Asian Games dijadikan ajang kampanye putranya.

Diketahui, beredar surat undangan sosialisasi Asian Games bagi kader Posyandu Balia dan Lansia. Surat dengan kop surat Dinas Kesehatan perihal undangan sosilaiasi Asian Games dan buka bersama Gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Menanggapi kasus dugaan kampanye terselubung disayangkan pemerhati Pilkada Sumsel Siti Nur Hastuti. Dia meminta KPU dan Bawaslu untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Sebab undangan sosialisasi Asian Games disinyalir tidak sekali ini saja. Sudah berulang kali dilakukan dan warga yang diundang mengeluh.

"Kita harapkan KPU dan Bawaslu bertindak, mengklarifikasi, jangan sampai ajang olah raga dengan semangat sportifitas tersebut disusupi kepentingan politik. Sungguh ini terlalu," kata Siti dalam keterangannya kepada media, Rabu (23/5).

Melakukan segala cara untuk meraih kemenangan pada Pilgub Sumsel sangat disayangkan. Pelaksaan Pilgub Sumsel harus berjalan sportif dan fair. Kemenangan yang didapat dengan cara-cara licik akan menciderai semangat demokrasi yang selama ini berjalan.

Siti mengimbau pemerintah provinsi untuk menghentikan sosialiasasi Asian Games dengan mengumpulkan banyak orang. Sebab itu sama saja dengan berkampanye.

Hanya saja, karena yang mengundang adalah Gubernur maka isinya adalah sosialisasi. Tapi, tak dipungkiri di sela-sela itu ada ajakan untuk memilih Paslon tertentu.

"Ini yang harus diklarifikasi. KPU dan Bawaslu jangan berdiam diri saja, pungkasnya.(wa/bh/as)




 

 
   Berita Terkait > Pilkada
 
  Pemohon Uji UU Pilkada Pertegas Pasal Pengujian
  Cawagub Malut Terpilih Dukung Jokowi Pada Pilpres 2019
  Pleno Rekapitulasi Suara KPU Lampung Tetapkan Arinal-Nunik Pemenang Pilgub
  Gerindra Optimis Sudrajat - Ahmad Syaikhu (Asyik) Menang Pilgub Jabar
  Fenomena Kotak Kosong Pilkada 2018, Pembelajaran Bagi Parpol
 
ads

  Berita Utama
Sandi Effect, Pembeda Pilpres 2019

Netralitas TNI dan Polri pada Pemilu Tentukan Kualitas Demokrasi

Inilah Deretan Penghargaan Diraih Pemrov DKI Jakarta Dibawah Kepemimpinan Anies Baswedan

Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar Acara Millennial Road Safety Festival 2019

 

  Berita Terkini
 
Pertama Kalinya Simulasi Keselamatan Penerbangan Garuda Indonesia, Diikuti oleh Jajaran Direksi

Soal Pembatasan Berbagi Pesan WhatsApp, Pengguna: Tidak Signifikan Jika Hanya Cegah Hoax

Peternak Ayam Petelur Ngadu Sulit Dapat Pakan Jagung

Kocak yang Berfaedah di Film Orang Kaya Baru (OKB)

Banjir Bandang Terjang Gowa, 6 Orang Dilaporkan Meninggal dan 4 Jembatan Putus

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2