Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Perubahan Iklim
Survei: Mayoritas Warga G20 Percaya 'Titik Kritis' Iklim Bumi Sudah Dekat
2021-08-18 10:47:39
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sekitar 58% orang di negara-negara G20 merasa khawatir akan kondisi Bumi, namun orang di negara-negara berkembang yang cenderung bersedia melindunginya, demikian hasil survei global yang dirilis pada Selasa (17/8).

Sekitar 73% orang kini percaya bahwa iklim di Bumi telah mendekati "titik kritis" yang tidak dapat diubah akibat aktivitas manusia, demikian menurut sebuah survei global yang dirilis pada, Selasa (17/8).

Survei yang dilakukan oleh Global Commons Alliance (GCA) dan Ipsos MORI itu menunjukkan bahwa 58% responden di negara-negara G20 merasa sangat khawatir tentang kondisi planet Bumi. Survei juga menunjukkan bahwa empat dari lima responden ingin berbuat lebih banyak untuk melindungi planet Bumi.

"Dunia ini tidak berjalan dalam tidurnya menuju bencana. Orang-orang tahu bahwa kita mengambil risiko besar, mereka ingin berbuat lebih banyak, dan mereka ingin pemerintah berbuat lebih banyak," kata Owen Gaffney, penulis utama laporan tersebut.

Warga negara berkembang lebih peduli iklim?
Survei ini juga menunjukkan bahwa orang-orang di negara-negara berkembang cenderung lebih bersedia untuk melindungi alam dan iklim daripada mereka yang tinggal di negara-negara yang lebih kaya.

Seperti di Indonesia, sebanyak 95% responden mengatakan mereka akan berbuat lebih banyak untuk planet ini. Di Afrika Selatan, angkanya sebanyak 94%. Namun, di Jerman dan Amerika Serikat, responden yang bersedia berbuat lebih banyak untuk planet ini hanya 70% dan 74%.

Sementara itu, meskipun 59% dari orang yang disurvei mengatakan percaya pada dibutuhkannya transisi cepat untuk menjauh dari bahan bakar fosil, hanya 8% yang mengakui dibutuhkannya pergeseran ekonomi skala besar dalam dekade ini.

Menurut Gaffney survei tersebut menunjukkan bahwa manusia benar-benar ingin melakukan sesuatu untuk melindungi alam, tapi terkendala kurangnya informasi dan finansial terkait apa yang bisa mereka lakukan.

Sementara itu, melihat mayoritas warga di negara-negara terkaya di dunia khawatir akan keadaan Bumi dan ingin melindunginya, ahli lingkungan dari Kenya Elizabeth Wathuti menyebut bahwa hal ini seharusnya membuka mata para pemimpin dunia untuk berbuat lebih banyak. "Warga ingin menjadi pengurus planet. Ini harus menjadi wake-up call bagi pemimpin di seluruh dunia," ujarnya.

Survei digelar sebelum laporan IPCC rilis
Survei oleh GCA dan Ipsos MORI ini dilakukan jauh sebelum laporan Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) yang menggemparkan dunia diluncurkan pada pekan lalu.

Laporan IPCC tersebut memperingatkan bahwa Bumi diprediksi menjadi 1,5 derajat Celsius lebih panas dibanding masa pra-industri di tahun 2030 - satu dekade lebih awal dari yang diproyeksikan tiga tahun lalu.(gtp/hp /AFP/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Perubahan Iklim
 
  Dari Krisis Iklim ke Perang, Dunia Memasuki Era Kritis
  Suarakan Mitigasi Perubahan Iklim, IPU Assembly ke-144 Siap Perkuat Peran Parlemen Dunia
  Dradjad Wibowo: Isu Perubahan Iklim Tidak Boleh Bertentangan Dengan SDGs
  Deforestasi Tidak Menyejahterakan Rakyat
  Para Pemimpin G-20 Gagal Capai Kesepakatan Soal Perubahan Iklim
 
ads1

  Berita Utama
Mulyanto Usul Pemerintah Berikan Subsidi untuk Pembelian Kendaraan Listrik Esemka

DPR Setujui Laksamana Yudo Margono jadi Panglima TNI Menggantikan Jenderal Andika Perkasa

Terkait Anggaran Proposal Rp100 Miliar Acara Temu Relawan Jokowi di GBK, Ini Klarifikasi Mantan Sekjen Projo

268 Warga Meninggal Dunia dan Ribuan Orang Luka-luka Akibat Gempa Cianjur

 

ads2

  Berita Terkini
 
Jalan Sulit Berliku Freddy Widjaja Dalam Perjuangkan Haknya

Pimpinan DPR Imbau Tahun Baru 2023 Dirayakan Sederhana

Mulyanto Usul Pemerintah Berikan Subsidi untuk Pembelian Kendaraan Listrik Esemka

Ketua Umum IMI Bamsoet Tandatangani MoU PT Otomotif Film Indonesia, Berikan Diskon Khusus bagi Anggota IMI

Tanggapi Isu Penundaan Pemilu, Wakil Ketua MPR: Melanggar Konstitusi

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2