Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Pilkada
Survei NCID Pilgub Sumbar: Keterbatasan APK dan Protokol Covid-19 Sebabkan Elektabilitas Paslon Rendah
2020-11-07 05:19:07
 

 
SUMATERA BARAT - Direktur Eksekutif Nurjaman Center Indonesia Demokrasi (NCID) Jajat Nurjaman mengatakan, salah satu kendala terbesar yang dihadapi oleh peserta pilkada 2020 adalah keterbatasan akses informasi yang didapatkan masyarakat terhadap kandidat pasangan calon Pilgub Sumatera Barat serta pembatasan aktivitas kampanye yang melibatkan massa dengan penerapan protokol kesehatan covid-19.

"Hasil survei yang dilakukan NCID terkait dengan tingkat popularitas kandidat pilgub Sumatera Barat 2020 menghasilkan Mulyadi-Ali Mukhni 76,42 persen, Nasrul Abit-Indra Catri 42,60 persen, Mahyeldi-Audy 40,16 persen dan Fakhrizal-Genius Umar 34,7 persen dan sisanya menjawab tidak tahu," kata Jajat melalui keterangan tertulisnya, Kamis (5/11).

Dominasi tingkat popularitas oleh Paslon Mulyadi-Ali Mukhni disebabkan masyarakat lebih mudah untuk mengakses informasi kandidat Pilgub Sumatera Barat dengan melihat sebaran Alat Peraga Kampanye (APK) milik Paslon Mulyadi-Ali Mukhni lebih mendominasi dibanding 3 paslon lainnya.

Sementara itu menurut Jajat terjadi perubahan drastis dalam raihan tingkat elektabilitas pasangan Mulyadi-Ali Mukhni yang hanya mencapai 18,37 persen, disusul pasangan Nasrul Abit-Indra Catri 12,29 persen, sementara itu pasangan Mahyeldi-Audy berada di urutan ketiga dengan hasil 10,72 persen dan terakhir pasangan Fakhrizal-Genius Umar 6,66 persen sementara sisanya menjawab rahasia dan masih belum menentukan pilihan.

Jajat menerangkan tingkat elektabilitas kandidat paslon Pilgub Sumatera Barat menghadapi kendala yang sama yakni masih minimnya informasi yang didapatkan masyarakat terutama tentang visi misi para kandidat, serta akibat keterbatasan penyebaran APK dan terbatasnya ruang sosialisasi bagi para kandidat yang diharuskan mengedepankan protokol covid-19.

"Survei dilakukan pada 27-29 Oktober 2020 dengan metode survei menggunakan multistage random sampling melalui wawancara tatap muka kepada 1200 responden di 19 kabupaten Sumatera Barat dengan margin of error 2,7 persen," ungkapnya.(nc/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Pilkada
 
  Peneliti: 57 Calon Dinasti Politik Menang Pilkada 2020
  Komisi II Apresiasi Tingginya Partisipasi Pemilih Kepri pada Pilkada Serentak 2020
  Calon Tunggal Pilkada Kutai Kartanegara Hadapi Gugatan di MK, Warga Harapkan Keadilan
  Pilkada Serentak 2024 Terlalu Dipaksakan
  Bupati Terpilih Berstatus WNA, Guspardi: Pilkada Sabu Raijua NTT Batal Demi Hukum
 
ads1

  Berita Utama
Dukung Hak Angket 'Kecurangan Pemilu', HNW: Itu Hak DPR yang Diberikan oleh Konstitusi

100 Tokoh Deklarasi Tolak Pemilu Curang TSM, Desak Audit Forensik IT KPU

Anies Tegaskan Parpol Koalisi Perubahan Siap Dukung Hak Angket Kecurangan Pemilu

Timnas AMIN Ungkap Temuan soal Dugaan Penggelembungan Suara Pilpres 2024

 

ads2

  Berita Terkini
 
Penangkapan 9 Petani Dituduh Ancam Proyek Bandara VVIP IKN - 'Tindakan Sistematis terhadap Warga Mempertahankan Hak Hidupnya'

Sejalan dengan Semangat Revisi UU PIHU, Perlu Perubahan Regulasi Umrah 'Backpacker'

Dukung Hak Angket 'Kecurangan Pemilu', HNW: Itu Hak DPR yang Diberikan oleh Konstitusi

Pemerintah Siap Tambah Impor Beras 1,6 Juta Ton, Total Jadi 3,6 Juta Ton

Mahasiswa UINSU di Begal HP, Pelaku Mengaku Perwira Polisi Sunggal

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2