Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Muhammadiyah
Tak Pernah Mengklaim Banyak Jumlah Anggota, Muhammadiyah Terus Fokus Membantu Umat
2018-05-05 14:41:08
 

Kampus Terapung UM Banjarmasin, Pertama di Indonesia.(Foto: twitter)
 
BANJARMASIN, Berita HUKUM - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammaed Abdullah Al-Shuaibi turut menghadiri peresmian kampus terpadu Universitas Muhammadiyah Banjamasin (UMB), sekaligus meletakan batu pertama pembangunan masjid Ulil Albab dan UMB Convention Center pada Sabtu (5/5).

Dalam sambutannya Dubes mengatakan bahwa Muhammadiyah merupakan sebuah organisasi kemasyarakatan yang memiliki langkah dakwah yang jelas dan dinamis.

Selain itu, Dubes juga mengatakan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi islam yang berbeda dengan yang lainnya. Muhammadiyah tidak pernah mengklaim dari segi banyaknya jumlah anggota, namun dampak dari kehadiran Muhammadiyah sangat bisa dirasakan oleh umat.

"Melalui lembaga pendidikan, kesehatan, dan sosial yang dimiliki oleh Muhammadiyah telah membawa perubahan yang sangat besar bagi umat, dan Muhammadiyah tidak pernah membanggakan diri dari segi jumlah anggota, namun gerak dakwahnya selalu fokus pada isu-isu membantu umat," ujar Dubes.

Dalam kesempatan itu pihak Dubes Arab Saudi turut memberikan bantuan sebesar 3 Miliar Rupiah yang diperuntukan untuk pembangunan masjid Ulil Albab UMB.

Sementara, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir pada Sabtu (5/5) meresmikan gedung utama kampus Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

Gedung yang terletak di Jalan Gubernur Sarkawi, Lingkar Utara, Kabupaten Barito Kuala ini memiliki konsep floating kampus (kampus terapung) yang pertama di Indonesia.

Disampaikan M. Adriani Yulizar, Wakil Rektor 2 UM Banjarmasin, tercetusnya kampus terapung ini terinspirasi dari wisata pasar apung, yang merupakan identitas khas wisata Kalimantan Selatan (Kalsel).

"UM Banjarmasin berkeinginan untuk menjadi kampus yang berwawasan lokal dan juga menciptakan wisata kampus dengan hadirnya kampus terapung ini," terang Adriani ketika dihubungi pada Senin (30/4) lalu.




Selain sebagai wisata kampus, gedung tersebut juga akan dijadikan sebagai pusat pemberdayaan tumbuhan-tumbuhan herbal khas Kalimantan.

"Gedung ini nantinya juga akan tersedia laboratorium farmasi yang akan menjadi pusat studi tumbuhan herbal yang ada di Kalimantan," jelas Adriani.

Adriani juga mengungkapkan bahwa gedung yang telah berhasil dibangun selama 2 tahun ini telah menghabiskan biaya sebesar 45 Miliar Rupiah.

Selain peresmian gedung utama, dalam kesempatan itu juga dilakukan peletakan batu pertama pendirian Masjid dan UM Banjarmasin Convention Center.

"Selain masjid, gedung Convention Center yang mampu menampung 2.500 orang tersebut juga akan tersedia beragam fasilitas penunjang lainnya, yaitu food court, dan juga hotel," terang Adriani.

Meskipun baru berumur dua tahun, Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) terus melakukan upaya-upaya membangun pusat keunggulan.
Pada Sabtu (5/5) telah diresmikan kampus terapung Ahmad Azhar Basyir oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, dan juga disaksikan Duta Besar Arab Saudi Osama bin Mohammaed Abdullah Al-Shuaibi, dan Watimpres Malik Fadjar.

Dalam sambutannya, Rektor UMB, Ahmad Khairuddin mengatakan, setelah proses peresmian kampus terapung, pihaknya tengah mempersiapkan pembangunan UMB Convention Center (UMBCC) dan Masjid Ulil Albab UMB.

"Selain itu juga, kami merencanakan untuk membangun pulau buatan di area kampus utama yang totalnya seluas 400 hektar," ujar Khairuddin.

Pulau buatan yang digagasnya ini direncanakan akan diperuntukan untuk pusat kegiatan mahasiswa, yaitu berupa gedung olahraga, pusat kesenian, dan juga wadah aktifitas dan kreatifitas mahasiswa.

Dalam acara tersebut turut dilakukan peletakan batu pertama pembangunan UMBCC oleh Watimpres Malik Fadjar. Gedung UMBCC ini direncanakan akan menghabiskan dana sebesar 39 Miliar Rupiah.

Gedung lantai 3 ini nantinya akan diisi dengan hotel, auditorium, dan foodcourt. Sedangkan untuk masjid Ulil Albab sendiri, nantinya selain difungsikan sebagai tempat ibadah juga sebagai pusat pendidikan Al-Quran dan Hadist bagi mahasiswa UMB. (adam/muhammadiyah/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Sekber Pers Indonesia: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan Dufi!

Jenazah Dufi, Korban Dalam Drum Dimakamkan di TPU Semper Cilincing

Peserta Kirab Pemuda 2018 Diharapkan Mampu Berimajinasi, Jangan Berhenti Menulis dan Membaca tentang Indonesia

Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Lagi

 

  Berita Terkini
 
Rapat Paripurna DPRD Kaur Menyetujui 7 Raperda Tahun 2018

Pemprov DKI Jakarta Adakan Penghapusan Sanksi Administrasi Tiga Jenis Pajak

DPR Komitmen Segera Selesaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Indonesia Lahir dari Kegiatan Berpikir, Bukan Infrastruktur Bangunan

Kritik dan Tertawai Cetak Uang Braille, TKN Jokowi - Ma'ruf Sangat Below Standar Pengetahuan

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2