Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Selebriti    
Taylor Swift
Taylor Swift terancam tak bisa nyanyikan lagunya sendiri
2019-11-17 16:02:47
 

Postingan akun Twitter Taylor Swift @taylorswift13.(Foto: Istimewa)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Penyanyi pop asal Amerika Serikat, Taylor Swift, tak yakin dengan penampilannya di ajang American Music Awards (AMAs) mendatang karena ia terancam tak bisa menyanyikan lagu-lagunya sendiri.

Swift, yang mendapatkan predikat "Artis Dekade Ini" di ajang penghargaan musik bergengsi tersebut, menyatakan bahwa produser musik Scooter Braun dan Scott Borchetta melarang ia menyanyikan lagu-lagu dari album lamanya, karena mereka menguasai hak cipta atas lagu-lagu itu.

Perselisihan ini juga berbuntut pada nasib dokumenter Netflix mengenai Swift yang terancam distribusinya karena persoalan yang sama.

"Sekarang ini penampilanku di AMAs, dokumenter Netflix dan program televisi lain yang dijadwalkan tayang hingga November 2020 ada dalam tanda tanya.

"Entah harus berbuat apa," ujar Swift melalui akun pribadinya.

Braun dan Borchetta belum merilis pernyataan resmi untuk merespons tuduhan Swift.

Asal muasal perselisihan

Pada Juni, Swift mengungkapkan bahwa rekaman asli dari lagu-lagu Swift dari awal karirnya telah dijual pada Braun oleh perusahaan rekaman yang pernah menaungi Swift. Perusahaan itu dikelola oleh Borchetta.

Swift mengaku tidak tahu-menahu mengenai transaksi tersebut.

Kala itu, Swift menuduh Braun, yang juga menjadi produser Ariana Grande, Justin Bieber dan Demi Lovato, telah melakukan "perisakan yang berlebihan dan manipulatif".

Swift versus Braun: Masalah pribadi atau bisnis?

Lebih jauh, sang penyanyi menuduh Braun sedang berupaya untuk "meruntuhkan peninggalan musik" Swift.

Braun tidak merespons tuduhan tersebut, namun rekan penyanyi Lovato dan Bieber balik menuduh Swift dan mengatakan ia membuat pernyataan tersebut "demi mendapat simpati".

Pada Agustus, Swift mengatakan jika ia berencana untuk merekam ulang lagu-lagu dari enam album pertamanya agar ia dapat menguasai hak cipta versi terbaru lagu-lagunya.

Bagaimana nasib AMAs dan dokumenter Netflix?

Swift akan dianugerahi predikat "Artis Dekade Ini" pada ajang AMAs yang akan digelar bulan ini dan berencana menyanyikan lagu-lagu hitnya secara medley.

Namun langkah kedua manajer musik tersebut menghalangi Swift untuk menyanyikan lagu-lagunya sendiri di televisi atau menggunakannya di dokumenter tentang dirinya.

Menurut Swift, Borchetta mengatakan pada timnya jika ia hanya diperbolehkan menggunakan lagu-lagu lamanya jika ia sepakat untuk tidak "merekam ulang versi contekan" dan berhenti membicarakan kedua pria tersebut.

taylor swift, AMAs, netflix, copyrightsHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionSwift meminta dukungan dari penggemar dan rekan musisi.

"Pesan mereka sangat jelas. Pada dasarnya, mereka menyuruhku untuk jadi gadis penurut dan diam saja. Kalau tidak, aku akan dihukum," tulis Swift.

Swift juga meminta penggemarnya untuk membantu menekan Braun dan Borchetta sampai mereka mengubah pikiran, sekaligus meminta rekan-rekan musisi yang ada dalam naungan kedua pria tersebut untuk membantunya.

Ia juga meminta bantuan dari perusahaan ekuitas The Carlyle Group, yang mendanai penjualan albumnya.

Penggemar Swift langsung bereaksi dan memopulerkan tagar "IStandWithTaylor" dan "FreeTaylor" (Aku bersama Taylor dan bebaskan Taylor) di Twitter.(BBC/bh/sya)




 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Pentingnya Peran DPRD Provinsi untuk Dilibatkan dalam Musrembang Desa

Polda Metro Jaya bersama Stakeholder Luncurkan Layanan Digital E-TLE Development Program

Jaksa KPK Tuntut Hakim Kayat 10 Tahun Penjara

Pengedar Sabu di Jakarta Timur Didor, PMJ: Pelaku Sempat Rebut Senjata Polisi

 

ads2

  Berita Terkini
 
Para Pemohon Uji UU KPK Sampaikan Perbaikan

Jumlah ASN Penguji UU BPJS Bertambah

Hadapi Pemakzulan karena 'Menyalahgunakan Wewenang', Presiden Trump: 'Lakukan Sekarang'

'Masjid Ramah Lingkungan' Pertama di Eropa Diresmikan Presiden Turki

Saung Edukasi Pengelolaan Sampah di Jakbar Diresmikan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2