Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Narkoba
Terdakwa Nurshendi Memiliki Sabu 177 Gram Dituntut Jaksa 16 Tahun Penjara
2019-08-26 03:41:58
 

Ilustrasi. Narkotika jenis Sabu.(Foto: Istimewa)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chendi Wulandari, SH dari Kejaksaan Negeri Samarinda yang menggiring terdakwa Nurshendi Roby alias Sendi yang didakwa memiliki barang haram narkotika jenis Sabu seberat 177 gram bruto, dijerat dengan Pasal 112 KUHP dan Pasal 114 KUHPidana dituntut 16 tahun penjara.

Pada sidang dengan agenda pembacaan tuntutan yang digelar pada, Selasa (20/8) lalu terdakwa Nurshendi Roby dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin Lucius Sunarno SH MH dengan Hakim anggota Rustam SH, MH dan Budi Santoso SH, serta Jaksa Chendi dalam amar tuntutannya menuntut terdakwa selama 16 tahun penjara.

Selain menuntut terdakwa 16 tahun penjara, Jaksa Chendi juga menuntut terdakwa dengan denda Rp 1 Milyar rupiah Subsider 6 bulan penjara.

Sementara, Penasihat Hukum terdakwa, Deddy Harianto Siahaan SH dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Taka kepada Majelis Hakim menyatakan akan menyampaikan pembelaan (Pledoi) tertulis kliennya pada sidang berikutnya pada sidang Selasa (27/8) besok.

"Kami akan sampaikan pledoi tertulis Yang Mulia," kata Deddy di hadapan Majelis Hakim.

Untuk diketahui bahwa Nurshendi Roby (29) yang ditangkap anggota Reskoba di Jalan Kahoi 3, RT 028, kelurahan Karang Anyar, Sungai Kunjang, Samarinda beberapa waktu lalu.

Dari penangkapan tersebut barang bukti yang berhasil diamankan Polisi sebagai berikut; 2 bungkus Sabu masing-masing seberat 50 gram/brutto, 1 bungkus Sabu seberat 49 gram/brutto, 1 bungkus Sabu seberat 28 gram/brutto, 1 buah alat timbangan digital merk Wage, 4 bandel plastik bening, 1 buah HP merk Vivo warna putih.(bh/gaj)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Dinilai Hancurkan Kehidupan Buruh Indonesia, KSPI Tegas Menolak Draft RUU Omnibus Law

Indonesia Sangat Subur, Impor Harus Dikurangi

Pemerintah Dinilai Tidak Transparan Soal Perumusan Undang-Undang Omnibus Law

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Penipuan Sertifikat Tanah dan E-KTP Palsu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Survei Indo-Barometer, Begini Kata Politikus PDI-P dan PKS Soal 100 Hari Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

Moeldoko Akan Polisikan Haidar Alwi Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Melanggar UU No 10 Tahun 2016, Surat Bupati Kabgor Tentang Pengisian PAW Wabup Tidak Perlu Diparipurnakan

Kenali Jenis Gratifikasi, Laporkan Sesuai Ketentuan

Dinilai Hancurkan Kehidupan Buruh Indonesia, KSPI Tegas Menolak Draft RUU Omnibus Law

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2