Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Pilpres
Tiga Jurkam Capres No Urut 01 Jokowi - Ma'ruf Amin Ditangkap KPK, Prihatin dan Ironis
2018-10-19 19:21:59
 

Tampak tiga Kepala daerah sebagai Jurkam Jokowi-Ma'ruf Amin yang ditangkap KPK karena terlibat suap.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Andre Rosiade selaku Juru Bicara Prabowo-Sandiaga mengaku prihatin atas kasus penangkapan yang menimpa tiga kepala daerah. Ironisnya ketiganya adalah jurkam pasangan capres-cawapres nomer urut 01 Jokowi-Ma'ruf. Mereka dicokok atau ditangkap lembaga antirasuah KPK lantaran terlibat kasus suap.

"Tentunya kami prihatin. Mereka kan seharusnya mencontohkan yang baik. Apalagi selain kepala daerah, juga jadi jurkam. Harusnya mengedukasi tidak menggunakan politik uang justru ini terlibat suap," kata Andre dalam keterangan tertulis, Kamis (18/10).

Peristiwa suap tersebut, kata Andre, dapat menjadi introspeksi bagi seluruh pihak untuk tidak melakukan suap kepada suara pemilih pada Pemilu 2019 mendatang. Dia bilang, jangan sampai ada kasus masyarakat yang dirayu oleh politik uang untuk memilih paslon-paslon tertentu.

"Juru kampanyenya saja bisa disuap, jangan-jangan nanti suara rakyat juga disuap demi menang di Pilpres 2019," ujarnya.

Oleh karena itu, Andre berharap agar masyarakat Indonesia mendapatkan pemimpin berkualitas, maka sudah seharusnya pemilu dilakukan juga dengan cara berkualitas. Di antaranya, dengan melarang menggunakan politik uang untuk membeli suara pemilih.

"Jangan sampai masyarakat ini memilih karena dibayar dengan uang karena itu bukan cerminan pemilu yang berkualitas," tandasnya.

Diketahui, tiga kepala daerah yang terlibat suap dan tengah menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adalah Wali Kota Pasuruan yang juga Ketua DPD Golkar, Setiyono; Bupati Malang yang juga kader Nasdem, Rendra Kresna; serta yang terbaru Bupati Bekasi sekaligus kader Golkar, Neneng Hassanah Yasin.(ce1/aim/JPC/jawpos/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Pilpres
 
  Jokowi Dihukum, Survey Diragukan
  Raffi Ahmad Ngevlog Bareng Cawapres KH Ma'ruf Amin di Serang Banten
  Sandiaga Uno Dapat Blangkon dan Uang di dalam Sorban
  Cawapres Sandiaga Uno Ziarah ke Makam KH Ahmad Dahlan di Karangkajen
  BPN: Sistim Pelayanan Publik Lebih Akurat dengan e-KTP Terintegrasi
 
ads

  Berita Utama
KPK OTT Direktur BUMN Krakatau Steel, Jokowi Gagal Kelola BUMN yang Bersih dari Korupsi dan Suap

Polisi Menangkap 9 Tersangka Sindikat Pemalsu Materai yang Dijual Online

KPK Tetapkan 3 Tersangka Dalam Kasus Suap Seleksi Jabatan di Lingkungan Kementerian Agama

Tunjukkan Solidaritas, Lampu JPO GBK Visualkan Warna Bendera Selandia Baru

 

  Berita Terkini
 
Jokowi Dihukum, Survey Diragukan

FKUB Banten Imbau Masyarakat Sukseskan Pemilu Damai

ISIS Dinyatakan Kalah Setelah Pasukan Koalisi Rebut Pertahanan Terakhir

Polri Gelar Acara PINTER Serentak di 34 Polda Jajaran Pecahkan Rekor MURI

Aksi Demo Pertambangan PT HRB dan BIB Tertahan, Pihak Manajemen akan Beri Solusi

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2