Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
KPK
Tingkatkan Soliditas lewat Good Morning KPK
2019-02-10 19:17:15
 

Tampak komisioner KPK saat acara program Good Morning KPK yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/2).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - seluruh pimpinan KPK mengadakan diskusi terbuka dengan seluruh pegawai KPK dalam program Good Morning KPK yang digelar di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/2).

Sesuai dengan tema "Soliditas Tanpa Getas" kegiatan yang merupakan forum komunikasi itu bertujuan untuk meningkatkan solidaritas antara seluruh pegawai dengan pimpinan KPK.

Sesi diskusi pun dibuka dengan pesan-pesan yang disampaikan pimpinan. Dalam diskusi terbuka ini, Ketua KPK Agus Rahardjo berpesan agar setiap pegawai KPK jangan pernah takut untuk berjuang melawan korupsi karena hasil kerja KPK sangat ditunggu oleh seluruh rakyat Indonesia. Ia juga ingin seluruh pegawai tidak pernah putus asa ketika ada tantangan yang menghadang.

"Jangan patah semangat! Harus tetap kompak. Kita harus menyempurnakan langkah-langkah kita agar kita bisa meminimalkan atau menghilangkan korupsi dari negara kita," ujar Agus. Agus berharap, KPK bisa mewujudkan harapan rakyat yaitu Indonesia bisa bebas dari korupsi, Jumat (8/2).

Sementara, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan juga berpesan KPK harus bisa beradaptasi dan menciptakan perubahan secara cepat. Karena faktanya, para penjahat lebih cepat berkembang dari pada para penegak hukum. "Modus operasi yang mereka lakukan selalu berubah-ubah. Kalo kita tetap statis, kita akan kalah dari mereka," kata Basaria.

Sebuah puisi karya Rahman Arge bahkan dibacakan oleh Wakil Ketua KPK Laode M Syarif kepada seluruh pegawai KPK. Puisi dengan tajuk "Mati yang Bersantan" itu berisi pesan agar setiap orang jangan takut mati dalam kemuliaan. "Menegakkan kelaki-lakianmu, lelaki-nya lelaki, peziarah dari nusantara. Kau lelaki, harus santun tapi tajam dalam berkata-kata. Kamu mampu berdiri di kemuliaan wanita. Mencabut badik jika itu pilihan akhir. Kelak jika kematian datang menjemputku, pilihlah mati, mati yang bersantan," ucap Syarif.

Selain itu Wakil Ketua KPK Alexander Marwata berpesan bahwa tantangan yang selalu dihadapi KPK merupakan momen pengingat agar KPK selalu berbenah dan semakin solid. "Dibalik tantangan pasti ada berkah. Dengan kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu itu akan semakin menambah soliditas kita," ujar Alex.

Alex meyakinkan bahwa KPK melakukan langkah-langkah perbaikan yang dibutuhkan agar lebih siap menghadapi setiap tantangan ke depannya. Diskusi lalu mengalir dengan berbagai masukan dan kritik dari pegawai yang direspon langsung oleh pimpinan KPK. Kegiatan seperti ini dilaksanakan secara berkala demi meningkatkan soliditas dan komunikasi yang terbuka antara pimpinan dan seluruh pegawai KPK.(kpk/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei

Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh

Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?

 

  Berita Terkini
 
Pengamat: Rusuh 22 Mei Diharapkan Jadi Momen Perubahan Budaya Politik

Ini Tanggapan Presidium Alumni 212 Soal People Power dan Rusuh di Bawaslu

Pemprov DKI Jakarta Gelar Lomba Foto dan Vlog

AJI: Kekerasan terhadap 20 Jurnalis Saat Aksi 22 Mei Harus Diusut

Sandiaga Uno: Sulit Mengakui Pemilu 2019 Ini Jurdil

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2