BeritaHUKUM.Com
Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Inilah Hasil Reformasi Sejumlah Instansi Pemerintah
JAKARTA, Berita HUKUM - Sejumlah pimpinan instansi pemerintah, baik kementerian maupun lembaga pemer

Komisi III Loloskan Empat Hakim Agung
JAKARTA, Berita HUKUM - Rapat pleno Komisi III DPR RI akhirnya memilih empat Hakim Agung dari lima k

Tanpa Didampingi Pengacara, Urip Tri Gunawan Ajukan PK
JAKARTA, Berita HUKUM - Terpidana kasus korupsi penerima suap dalam perkara BLBI, Urip Tri Gunawan,

Yusuf Islam akan Gelar Konser di Amerika Serikat
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Penyanyi dan musisi Cat Stevens atau Yusuf Islam dijadwalkan akan ta

Pengguna Apple Protes iOS Terbaru
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Para pengguna iPhone dan iPad menggunakan media sosial untuk mengung

Pemohon Tidak Hadir, MK Nyatakan Permohonan Uji UU Advokat Gugur
JAKARTA, Berita HUKUM - Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan permohonan Pengujian Undang-Undang Advok

Warga Tolak Pembangunan MCK Plus di Kota Langsa
ACEH, Berita HUKUM - Puluhan warga Perumahan BTN Seriget Gampoeng Serambi Indah, kecamatan Langsa Ba

Warga Skotlandia 'Deg-degan Menantikan Hasil' Referendum
SKOTLANDIA, Berita HUKUM - Setelah 307 tahun di bawah Britania Raya, Skotlandia mendatangi tempat-te

Untitled Document
   

  Berita Terkini >>
   
Inilah Hasil Reformasi Sejumlah Instansi Pemerintah
Komisi III Loloskan Empat Hakim Agung
Tanpa Didampingi Pengacara, Urip Tri Gunawan Ajukan PK
Yusuf Islam akan Gelar Konser di Amerika Serikat
Pengguna Apple Protes iOS Terbaru
Pemohon Tidak Hadir, MK Nyatakan Permohonan Uji UU Advokat Gugur

Untitled Document Untitled Document



  Berita Utama >
   
Lembaga Sandi Negara Benahi Sistem Pemulihan Aset Negara Berbasis Digital
Kementerian Lingkungan Didemo, PT Baramulti Tbk dan Tata Group Merusak Lingkungan
NCID: Jangan Lupa, yang Mengusulkan Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD adalah Menterinya SBY
Malam Ini Udar Pristono dan Prawoto Masuk Rutan Salemba Cabang Kejagung
Sambut HUT ke 69 Tahun TNI akan Pamerkan Alutsista Baru
Mutasi Kepsek Diduga Bermasalah Dilaporkan ke PTUN

Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Suap Pajak Sidoarjo
Tommy Mendapat Ancaman, Bhakti Investama Mengaku Tidak Ada Urusan
Thursday 21 Jun 2012 20:34:35
 
Tommy Hendratno saat usai diperiksa KPK (Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Tersangka kasus restitusi pajak, Tommy Hendratno mengaku, mendapat ancaman saat berada di dalam rumah tahanan Polda Metro Jaya. Sehingga mantan Kasi Pengawasan dan Konsultasi di KPP Sidoarjo itu berencana minta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Hal itulah yang disampaikan, Pengacara Tommy, Tito Hananta Kusuma di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (21/6). Meski demikan, Tito enggan menjelaskan secara rinci ancaman seperti apa dan dari siapa. "Yang jelas dia merasa tidak nyaman. Saya juga tidak mau dikatakan menuduh nanti," kilahnya.

Sedangkan, rencana mengajukan perlindungan ke LPSK masih dipertimbangkan dan kubu Tommy masih akan melihat perkembangannya kedepan. "Saya juga akan mempertimbangkan klien saya untuk mendapat perlindungan dari LPSK," ujar Tito Hananta.

Sementara itu, kuasa hukum Bhakti Investama Andi Simangunsong, meyatakan pihaknya tidak pernah mengancam Tommy. "Jadi diancam gitu? Kita nggak ada urusanlah. Kami dari awal kan jelas, sama sekali tidak terkait dengan kasus ini, apalagi ancam mengancam," tuturnya saat dihubung wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini Tommy juga resmi mengajukan permohonan untuk diizinkan melaporkan gratifikasi yang diterimanya ke KPK. Gratifikasi itu adalah uang yang diterima Tommy dari James Gunarjo senilai Rp280 juta yang terdiri dari pemberian dari James Rp180 juta dan pelunasan hutang James Rp100 juta.

Tommy sendiri, tertangkap saat melakukan transaksi mencurigakan dengan James Gunarjo yang tak lain adalah konsultan freelance PT Agis. Keduanya ditangkap KPK pada Kamis (06/06/12) lalu.
Di dalam penangkapan itu, KPK mengamankan sedikitnya uang dalam pecahan lima puluh ribu dan seratus ribu dengan total Rp280 juta. Mereka pun langsung ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Dalam pengembangan kasus ini, KPK kemudian menggeledah MNC Tower di Kebon Sirih, Jakarta beberapa waktu lalu.

Penggeledahan ini diduga ada keterkaitan dengan status James yang bekerja di perusahaan tersebut. Buntut dari kasus ini, KPK berencana akan memanggil CEO MNC Group, Harry Tanoe pada Kamis (28/6/ 2012).(dbs/biz)






Bookmark and Share

BeritaHUKUM.Com

   Berita Terkait

 
 
   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com