BeritaHUKUM.Com
Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Fenomena Gerhana Bulan Merah
JAKARTA, Berita HUKUM - Pengamat astronomi di benua Amerika akan dapat menyaksikan gerhana bulan lan

Kapal Korsel Tenggelam: Operasi Penyelamatan Berlangsung
KOREA SELATAN, Berita HUKUM - Sebuah operasi penyelamatan berlangsung Rabu pagi (16/4) menyusul siny

BNN Sita Ember Berisi 5 Kilo Sabu Kristal
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengamankan + 5.670,1 gram sabu kris

BNN Amankan Dua Mantan Napi Lapas Narkoba Karena Kasus yang Sama
JAKARTA, Berita HUKUM - Menempatkan pecandu ke dalam Lapas, memungkinkan mereka bermetamorfosa menja

Bos Warung Nasi Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
JAKARTA, Berita HUKUM - SP (54) bersama istrinya, H (46), tidak bisa lagi melayani langganan warung

Kembali TNI dan Polri Diminta Turunkan Bendera Aceh Mirip Bendera GAM
JAKARTA, Berita HUKUM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali membahas simbol daerah Istimew

Surya Paloh Layak Menjadi Cawapres Jokowi
ACEH, Berita HUKUM - Surya Paloh cukup layak diajukan sebagai calon wakil Presiden (cawapres) Joko W

Kembali Ada Pengakuan Suap Rp 2 Miliar ke KPK untuk Amankan Perkara
JAKARTA, Berita HUKUM - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi proyek Hambalang, Bogor dengan terdakwa

Untitled Document
   

  Berita Terkini >>
   
Fenomena Gerhana Bulan Merah
Kapal Korsel Tenggelam: Operasi Penyelamatan Berlangsung
BNN Sita Ember Berisi 5 Kilo Sabu Kristal
BNN Amankan Dua Mantan Napi Lapas Narkoba Karena Kasus yang Sama
Bos Warung Nasi Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
Kembali TNI dan Polri Diminta Turunkan Bendera Aceh Mirip Bendera GAM

Untitled Document Untitled Document



  Berita Utama >
   
BNN Sita Ember Berisi 5 Kilo Sabu Kristal
BNN Amankan Dua Mantan Napi Lapas Narkoba Karena Kasus yang Sama
Bos Warung Nasi Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
Kembali TNI dan Polri Diminta Turunkan Bendera Aceh Mirip Bendera GAM
Surya Paloh Layak Menjadi Cawapres Jokowi
Kembali Ada Pengakuan Suap Rp 2 Miliar ke KPK untuk Amankan Perkara

Untitled Document

SPONSOR & PARTNERS



















White Crime    
 
Kasus Suap Pajak Sidoarjo
Tommy Mendapat Ancaman, Bhakti Investama Mengaku Tidak Ada Urusan
Thursday 21 Jun 2012 20:34:35
 
Tommy Hendratno saat usai diperiksa KPK (Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Tersangka kasus restitusi pajak, Tommy Hendratno mengaku, mendapat ancaman saat berada di dalam rumah tahanan Polda Metro Jaya. Sehingga mantan Kasi Pengawasan dan Konsultasi di KPP Sidoarjo itu berencana minta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Hal itulah yang disampaikan, Pengacara Tommy, Tito Hananta Kusuma di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (21/6). Meski demikan, Tito enggan menjelaskan secara rinci ancaman seperti apa dan dari siapa. "Yang jelas dia merasa tidak nyaman. Saya juga tidak mau dikatakan menuduh nanti," kilahnya.

Sedangkan, rencana mengajukan perlindungan ke LPSK masih dipertimbangkan dan kubu Tommy masih akan melihat perkembangannya kedepan. "Saya juga akan mempertimbangkan klien saya untuk mendapat perlindungan dari LPSK," ujar Tito Hananta.

Sementara itu, kuasa hukum Bhakti Investama Andi Simangunsong, meyatakan pihaknya tidak pernah mengancam Tommy. "Jadi diancam gitu? Kita nggak ada urusanlah. Kami dari awal kan jelas, sama sekali tidak terkait dengan kasus ini, apalagi ancam mengancam," tuturnya saat dihubung wartawan.

Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini Tommy juga resmi mengajukan permohonan untuk diizinkan melaporkan gratifikasi yang diterimanya ke KPK. Gratifikasi itu adalah uang yang diterima Tommy dari James Gunarjo senilai Rp280 juta yang terdiri dari pemberian dari James Rp180 juta dan pelunasan hutang James Rp100 juta.

Tommy sendiri, tertangkap saat melakukan transaksi mencurigakan dengan James Gunarjo yang tak lain adalah konsultan freelance PT Agis. Keduanya ditangkap KPK pada Kamis (06/06/12) lalu.
Di dalam penangkapan itu, KPK mengamankan sedikitnya uang dalam pecahan lima puluh ribu dan seratus ribu dengan total Rp280 juta. Mereka pun langsung ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka. Dalam pengembangan kasus ini, KPK kemudian menggeledah MNC Tower di Kebon Sirih, Jakarta beberapa waktu lalu.

Penggeledahan ini diduga ada keterkaitan dengan status James yang bekerja di perusahaan tersebut. Buntut dari kasus ini, KPK berencana akan memanggil CEO MNC Group, Harry Tanoe pada Kamis (28/6/ 2012).(dbs/biz)






Bookmark and Share

BeritaHUKUM.Com

   Berita Terkait

 
 
   
BeritaHUKUM.Com
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


BeritaHUKUM.Com
Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com