Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Peraturan JHT Mengagetkan, Politisi Gerindra Kecam BPJS Ketenagakerjaan
JAKARTA, Berita HUKUM - Perubahan mekanisme pemberian manfaat salah satu program Badan Penyelenggara

Lagi-Lagi, Bus TransJakarta Terbakar di Halte UI Salemba
JAKARTA, Berita HUKUM - Pagi ini jam 08:30 Wib bus bernomor body LRN-045 Transjakarta mengalami keba

Tenik Hartono Dan Yoland Handoko Perkuat Indonesia Fashion Forward
JAKARTA, Berita HUKUM - Jakarta Fashion Week, fashion week utama di Indonesia, hari ini mengumumkan

Solar Impulse Pecahkan Rekor Penerbangan Solo Tanpa Henti
HAWAII, Berita HUKUM - Pesawat Solar Impulse -yang menggunakan tenaga surya- sudah memecahkan rekor

Puluhan Warga Nigeria Ditembak Mati Setelah Sholat
NIGERIA, Berita HUKUM - Sekitar 150 orang, termasuk 48 warga yang baru saja selesai sholat di masjid

TNI dan Bakamla Tandatangani MoU
JAKARTA, Berita HUKUM - Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko bersama dengan Kepala Badan Keamanan

Masalah Sinabung, Mensos: Target Desember Semuanya Selesai, Per KK Akan Mendapatkan 0,5 Ha
JAKARTA, Berita HUKUM - Pihak pemerintah pusat mengatakan melalui Menteri Sosial RI, Khofifah Indar

Kemensos Siapkan Pabrik Anggaran Rp20 Miliar untuk Penyandang Disabilitas dan Membagikan ABD
JAKARTA, Berita HUKUM - Sebelumnya, seperti yang pernah dipaparkan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jok

   

  Berita Terkini >>
   
Peraturan JHT Mengagetkan, Politisi Gerindra Kecam BPJS Ketenagakerjaan
Lagi-Lagi, Bus TransJakarta Terbakar di Halte UI Salemba
Tenik Hartono Dan Yoland Handoko Perkuat Indonesia Fashion Forward
Solar Impulse Pecahkan Rekor Penerbangan Solo Tanpa Henti
Puluhan Warga Nigeria Ditembak Mati Setelah Sholat
TNI dan Bakamla Tandatangani MoU

Untitled Document



  Berita Utama >
   
Peraturan JHT Mengagetkan, Politisi Gerindra Kecam BPJS Ketenagakerjaan
Lagi-Lagi, Bus TransJakarta Terbakar di Halte UI Salemba
Kemensos Siapkan Pabrik Anggaran Rp20 Miliar untuk Penyandang Disabilitas dan Membagikan ABD
Gerindra Desak Pemerintah Jelaskan Masuknya Ribuan TKA Asal China ke Indonesia
Said Iqbal: PP Tersebut 'Inkonstitusional' Secara Proses, Kami Akan Melakukan Judicial Review
Syukuran HUT Ke 69 Bhayangkara, Kapolri Ucapkan Terima Kasih

SPONSOR & PARTNERS



















Eksekutif    
 
Guru
Tunjangan Guru Triwulan I/2014 Dibayar Akhir Maret Ini
Sunday 09 Mar 2014 13:35:49
 
Ilustrasi. Mendikbud Mohammad Nuh.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menjadwalkan akan membayar tunjangan guru untuk triwulan pertama tahun 2014 pada akhir bulan Maret 2014 ini. Pembayaran dilakukan melalui mekanisme transfer daerah.

“Akhir Maret itu guru-guru sudah bisa lihat, apakah tunjangannya sudah bisa disalurkan, melalui web kemdikbud,” kata Mendikbud Mohammad Nuh, pada jumpa pers penutupan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2014, di Jakarta, Jumat (7/3).

Mendikbud menyebutkan, ada tiga jenis tunjangan yang akan disalurkan,yaitu tunjangan profesi guru non PNS, tunjangan kualifikasi guru yang melanjutkan pendidikan ke S1, dan tunjangan guru daerah 3T (terluar, tertinggal, dan terpencil).

Menurut Mendikbud, seluruh data saat ini sedang diverifikasi untuk memastikan guru penerima tunjangan memenuhi persyaratan, termasuk persyaratan minimal 24 jam mengajar.

Adapun untuk urusan hutang piutang tunjangan yang belum tersalurkan di tahun sebelumnya, menurut Mendikbud, saat ini sedang diselesaikan oleh BPKP dan inspektorat Kemdikbud. Ia menegaskan, Pemerintah memiliki komitmen untuk menuntaskan hak para guru tersebut. “Jika hasil audit sudah rampungg, maka sesegera mungkin disalurkan hutang piutang itu,” ujarnya.

Pemberian tunjangan bagi guru ini, kata Mendikbud M. Nuh, bukan sekadar pemberian hak para guru. Ia menyebutkan, ada konsep segitiga yang saling berhubungan. Pertama, para guru harus meningkatkan kapasitas dan profesionalitasnya. Konsekuensi kenaikan kapasitas tersebut adalah meningkatnya kinerja guru.

Selanjutnya, peningkatan kapasitas guru akan diukur dengan instrumen pengukuran kinerja guru yang saat ini sedang disiapkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan, Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP). Dari pengukuran kinerja guru ini, akan meningkatkan konsekuensi karir yang berimbas pada kesejahteraan guru.

“Kita tidak ingin melepaskan guru dengan kapasitas yang kurang,” tandas Mendikbud.
Kementerian Agama Selesaikan Tunggakan

Masih terkait dengan tunjangan guru itu, Kementerian Agama berjanji akan menuntaskan tunjangan profesi guru madrasah yang tertunggak sejak tahun 2008 pada 2014 ini. Saat ini anggaran yang tersedia baru Rp 410 miliar, kekurangannya dianggarkan melalui mekanisme APBNP 2014. Besar keseluruhan tunggakan adalah Rp 1,3 triliun.

“Tunggakan itu harus diselesaikan tahun 2014 ini,” ujar Direktur Pendidikan Madrasah Nurkholis Setiawan ketika menerima pengurus Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) bersama Kepala Biro Kepegawaian Mahsusi di kantor Kementerian Agama Jl. Lapangan Banteng, Kamis (6/4).

Terkait dengan tuntutan realisasi tunjangan impassing guru non PNS di madrasah swasta, Nurkholis mengatakan, guna menghindari terjadinya persoalan yang akan timbul oleh perubahan klausul tunjangan profesi guru non PNS dari 1,5 juta menjadi sesuai dengan grade yang ada di dalam SK Impassing, maka pembayarannya akan dilaksanakan secara serentak. Karena itu, tidak bisa dilaksanakan pada 2014 ini.

“Jadi tunjangan profesi guru non PNS di madrasah swasta tidak bisa dilaksanakan tahun 2014, karena Kementerian Agama akan terlebih dahulu menuntaskan tunjangan profesi guru yang tertunggak sejak tahun 2008,” terang Nurkholis.

Untuk penerbitan SK Impassing guru non PNS di madrasah swasta, Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama sudah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Impassing bagi guru non PNS di madrasah yang berjumlah 148.000. Penerbitan SK tersebut merupakan usulan dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi yang disampaikan ke Direktorat Pendidikan Madrasah yang selanjutnya disampaikan ke Biro Kepegawaian.

“ SK Impassing 99% sudah ditandatangani, hari ini, Kamis (6/3) SK sisanya akan selesai ditandatangani,” ujar Mahsusi, Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama.

Mahsusi menjelaskan selanjutnya dalam waktu tidak lama, SK tersebut dikoordinasikan dengan Direktorat Pendidikan Madrasah segera disampaikan ke seluruh guru madrasah non PNS melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.
(Humas Kemdikbud/Humas Kemenag/ES/skb/bhc/sya)


Bookmark and Share

   Berita Terkait Guru

SBY Dinobatkan sebagai Guru Bangsa
Ahli: UU Telah Sesuai dengan Konsep Guru Profesional
Tanggung Jawab Sama dengan Guru PNS, Guru Honorer Berharap Kelayakan dan Status yang Jelas
Kemendikbud: Perlakuan Berbeda Status Guru Bukan Diskriminasi
Pemohon Perbaiki Permohonan Uji Materi UU Sisdiknas dan UU Guru dan Dosen
Guru di Langsa Peringati HGN dan HUT PGRI ke 69
 
 
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com