Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Narkoba
Tuntutan Tidak Sesuai Kesepakatan dengan Jaksa, Istri Terdakwa Keberatan
2018-06-23 14:09:37
 

Ilustrasi. Gedung Kantor Kejaksaan Negeri Samarinda.(Foto: Istimewa)
 
SAMARINDA, Berita HUKUM - Dugaan terjadi jual beli kasus kembali terjadi di Kejaksaan Negeri Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) yang terletak di Jalan M Yamin Samarinda, kasus ini mencuat ketika Istri terdakwa keberatan atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang tidak sesuai keinginan dan janji Jaksa.

Informasi yang di peroleh pewarta, jauh hari sebelum Idul Fitri 1438 H, dimana terdakwa Rizky Akbar (24) yang terjerat kasus narkotika yang terdaftar di Pengadilan Negeri Samarinda dengan nomor perkara: 344/Pid.Sus/2018/PN Smr, di tuntut oleh Jaksa Andi Kurniawan, SH yang menjabat Kasi Datun pada Kejaksaan Negeri Samarinda selama 8 tahun penjara.

Tuntutan Jaksa selama 8 tahun penjara, denda Rp 800 juta subsider 6 bulan penjara membuat istri terdakwa Rizki Akbar warga jalan Jelawat Gg. 9 Kelurahan Sidodamai, Samarinda kecewa. Terdakwa yang digiring jaksa memiliki sabu seberat 3,84 gram tersebut terbukti bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan Narkotika golongan I bukan tanaman, sebagaimana dimaksud Pasal 112 (ayat) 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Merasa sudah memberikan sejumlah uang pelicin untuk meringankan suaminya agar di tuntut dibawah 5 tahun, akhirnya si Istri terdakwa kecewa dan keberatan atas tuntutan jaksa kepada Penasihat Hukum-nya.

Penasihat hukum terdakwa Rizki Akbar, Endah Sulistiany, SH kepada wartawan di PN Samarinda (21/6) mengatakan bahwa, awalnya tidak mengetahui kalau ada pemberian dana kepada oknum Jaksa untuk meringankan hukuman terdakwa.

"Saya tahunya ketika JPU sudah menuntut terdakwa Rizki 8 tahun penjara, istri terdakwa mengeluh karena tidak sesuai janji jaksa, sementara dana sudah diterima," ujar Endah.

Terkait tuntutan 8 tahun penjara pada, Kamis (21/6) rencana sidang dengan agenda pembacaan pledoi (pembelaan) dari terdakwa di tunda hingga satu minggu kedepan.

Jaksa Andi Kurniawan ketika di konfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com melalui telepon selulernya, Jumat (22/6) malam terkait adanya dugaan jual beli kasus untuk meringankan hukuman bagi terdakwa Rizki, Andy mengatakan dirinya tidak tahu dan tidak pernah menerima uang dari istri terdakwa Rizki Akbar, Namun, diakuinya bahwa terkait masalah tersebut dirinya sudah akan di panggil Kejati Kaltim pada Senin (25/6) nanti, terang Andy.

"Saya juga sudah dipanggil pak Kajati pada Senin (25/6) besok, laporannya juga sudah sampai ke Kejaksaan Agung (Kejagung)," ujar Jaksa Andi.

Kepada pewarta, Jaksa Andi juga mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menerima uang dari ibunya Rizki. "Saya tidak pernah terima uang dari ibunya, uang Rp 35 juta yang dibawa Nispi staf saya, Nispi tidak pernah ngomong dan tidak nyampaikan kepada saya, kasusnya sama dengan kasusnya Fatkur," jelas Andi.

"Logikahnya kalau uang itu nyampai tidak mungkin tuntutan begitu, saya tidak mau ambil resiko kalau uang sudah terima tuntutan segitu," tegas Jaksa Andi, yang juga menjabat Kasih Datun Kejari Samarinda.(bh/gaj)



 

 
   Berita Terkait > Narkoba
 
  FOKAN Minta Para Capres-Cawapres 2019 Serius Canangkan Program P4GN
  Polisi Tangkap 5 Tersangka Jaringan Narkoba Malaysia-Batam-Jakarta dengan 7 Kg Barang Bukti Sabu
  Polisi Menangkap Janda dan Pacarnya di Rumah Mewah Dijadikan Pabrik Sabu Rumahan
  Ditnarkoba Polda Metro Jaya Menggagalkan Peredaran Narkoba Sabu 50 Kg dan Ekstasi 43.000 Butir
  Satnarkoba Polres Metro Jakbar Ungkap Sabu 44 Kg dan Ekstasi 20 Ribu Butir
 
ads

  Berita Utama
Partai Demokrat Serahkan Perusak Bendera dan Baliho di Pekanbaru ke Polisi

Tim Siber Bareskrim Polri Menangkap 3 Pelaku Pembobol Kartu ATM Mencapai Rp 2,5 Miliar

Fahri Hamzah Dukung Pansus Tercecernya KTP-el

SAPDA5 Laporkan Hasto ke Bawaslu RI, Diduga Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Lakukan Black Campaign

 

  Berita Terkini
 
Partai Demokrat Serahkan Perusak Bendera dan Baliho di Pekanbaru ke Polisi

Diskusi LPI: Praktik Poligami Banyak Rugikan Kaum Perempuan

Legislator Minta Ketegasan Kemenlu Terhadap Penahanan Muslim Uighur di Cina

Persija Pawai Juara, Ditlantas PMJ Lakukan Rekayasa Lantas di SU GBK dan Balaikota

Selangkah Lagi Indonesia Menjadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia 2020

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2