Dalam wawancara dengan wartawan BBC, Fergal Keane, Presiden Petro Poroshenko mengaku tidak mempercayai Presiden" /> BeritaHUKUM.com
Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Ukraina
Ukraina Terlibat Perang Nyata dengan Rusia
Wednesday 20 May 2015 14:58:33
 

Rusia membantah tuduhan bahwa pihaknya telah mengirimkan pasukan militer serta perlengkapan perang untuk membantu pemberontak di timur Ukraina. Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengatakan pihaknya bersiap menghadapi serangan Rusia dalam waktu dekat.(Foto: Istimewa)
 
UKRAINA, Berita HUKUM - Presiden Ukraina mengatakan kepada BBC bahwa negaranya terlibat dalam "perang nyata" dengan Rusia. Karena itu, Ukraina kini bersiap-siap menghadapi serangan Rusia.

Dalam wawancara dengan wartawan BBC, Fergal Keane, Presiden Petro Poroshenko mengaku tidak mempercayai Presiden Rusia Vladimir Putin.

Namun, menurutnya, dia juga tidak memiliki pilihan selain bernegosiasi dengan Putin.

"Untuk lebih jelasnya, saya mengatakan bahwa kita tidak berperang dengan separatis yang didukung Rusia, namun ini adalah perang nyata dengan Rusia. Kenyataannya kami menangkap anggota pasukan khusus Rusia dan itu adalah bukti kuat adanya perang,” kata Poroshenko.

Ketika ditanya apakah dia mengkhawatirkan serangan Rusia dalam waktu dekat, Poroshenko mengaku Rusia ‘mempersiapkan sebuah serangan dan saya pikir kita harus siap untuk itu’.

“Kita tidak memberi mereka kesempatan untuk memprovokasi. Itu sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab mereka,” ujarnya.

Dia mengatakan khawatir bagian timur Ukraina tidak bisa diambil dari pemberontak melalui upaya militer semata – dan itu berarti diplomasi adalah jawaban satu-satunya.

Peran Rusia dalam konflik di Ukraina dipertanyakan setelah dua pria ditangkap pada Sabtu (16/5). Ukraina mengklaim kedua pria itu adalah anggota pasukan elite Rusia yang bertempur di Ukraina timur.

Dalam sebuah video, kedua pria itu mengonfirmasi status mereka sebagai anggota militer Rusia namun pemerintah Rusia mengatakan sudah memecat mereka pada saat penangkapan.

Rusia juga membantah tuduhan bahwa pihaknya telah mengirimkan pasukan militer serta perlengkapan perang untuk membantu pemberontak di timur Ukraina.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Ukraina
 
  Ribuan Drone Digunakan Perang di Ukraina, Mengapa Fungsinya Begitu Penting?
  Krisis Pangan, Rusia Buka Opsi Ekspor Gandum Ukraina
  Rusia Ingin Umumkan Kemenangan di Ukraina pada 9 Mei, Kenapa Tanggal Itu Begitu Penting?
  Mengapa Indonesia Abstain Saat Rusia Dikeluarkan dari Dewan HAM PBB?
  Bagaimana Sikap Negara BRICS terhadap Rusia?
 
ads1

  Berita Utama
100 Tokoh Deklarasi Tolak Pemilu Curang TSM, Desak Audit Forensik IT KPU

Anies Tegaskan Parpol Koalisi Perubahan Siap Dukung Hak Angket Kecurangan Pemilu

Timnas AMIN Ungkap Temuan soal Dugaan Penggelembungan Suara Pilpres 2024

Anies: Perjuangan Kita Belum Selesai

 

ads2

  Berita Terkini
 
Tanggapi Santai Isu Hak Angket Pemilu, JK: Tidak Usah Khawatir

Harga Beras Naik 'Tertinggi dalam Sejarah' - 'Ini Sangat Tidak Masuk Akal karena Kita Negara Agraris'

Ketum GP Ansor Sebut Tak Pernah Bubarkan Pengajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah

KPU RI Disebut Gagal Selenggarakan Pemilu 2024 yang Jujur, Akuntabel-Transparan dan Bermartabat

Beras Langka Jelang Ramadhan, Legislator Ingatkan Pemerintah

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2