Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Hoax
Ulama dan Ummat Islam Bengkulu Sambut Inisiatif Kapolri Perangi Hoax
2018-03-25 15:55:12
 

 
BENGKULU, Berita HUKUM - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian kembali mendapat apresiasi publik, kali ini dalam acara ramah tamah bersama Kapolri di Polda Bengkulu, Sabtu (24/3) kemarin.

Para ulama dan masyarakat yang hadir dalam acara itu menyatakan mendukung kampanye anti hoax yang diinisiasi Kapolri dan mengaku akan ikut aktif dalam gerakan itu sebagai bagian dari dakwah.

KH. Teungku Muhammad Ali Husein, seorang ulama kharismatik yang mengisi tausiyah menjelaskan bahwa hoaxs telah menyebabkan Nabi Adam mendapat hukuman. Di surga, setan sudah menebar hoaks sehingga Nabi Adam jadi korbannya. "Setan dan pengikutnya tidak akan henti-hentinya bergentayangan menyeret manusia dengan hoaks agar terpecah-pecah," ujarnya.

Teungku menyampaikan bahwa hoaks adalah musuh bersama. Menurutnya bukan hanya umat Islam, umat agama lain juga menjadikan hoaks musuh, artinya hoaks ini wajib diperangi, hoaks juga musuh negara.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan kepada Kapolri, ulama Bengkulu menyematkan sorban kepada Kapolri. Jenderal Tito dipandang sebagai sosok yang berhasil membangun silaturahmi dan komunikasi yang baik dengan kalangan ulama dan pesantren. Instruksi Tito kepada jajarannya agar senantiasa menjaga ulama juga disambut baik. Para ulama Bengkulu juga sepakat dan mendukung Kapolri memerangi hoaks, ujaran kebencian dan isu SARA yang saat ini marak di media sosial.

Sementara, Kapolri dalam kesempatan tersebut menghaturkan terimakasih kepada para ulama yang ikut berperan aktif dalam memantau dan memerangi hoaks, ujaran kebencian dan SARA. Kapolri menjelaskan bahwa jika tidak diperangi, hoaks, ujaran kebencian dan SARA dapat memecah belah bangsa. Jangan sampai Indonesia menjadi seperti Suriah, Irak, Yaman atau negara lainnya yang porak poranda karena perpecahan. Ummat Islam sebagai yang terbesar tidak boleh mudah diadu domba dan dipengaruhi dengan berita bohong, fitnah apalagi isu SARA.(bh/as)



 

 
   Berita Terkait > Hoax
 
  Polda Metro Jaya dan UIN Syarif Hidayatullah Deklarasi Anti Hoax
  Dituding Sebar Hoax, Akun Facebook Jokowi Banjir Caci Maki
  Ulama dan Ummat Islam Bengkulu Sambut Inisiatif Kapolri Perangi Hoax
  Polda Metro Jaya Deklarasikan Perlawan Terhadap Hoax, Virus Pemecah Bangsa
  Ternyata Bos Muslim Cyber Army Diduga Ahoker, Fahri Sebut Maling Teriak Maling
 
ads

  Berita Utama
SBY: Insya Allah Ada Pemimpin Baru yang Amanah 2019

Gubernur Anies Baswedan Bertemu Presiden Turki di Istanbul

Fadli Zon: Pemerintah Indonesia Istimewakan Tenaga Kerja Asing

Dewan Pers Digugat ke Pengadilan atas Perbuatan Melawan Hukum

 

  Berita Terkini
 
Demo Ojol 234 Digelar Menuntut Parlemen dan Pemerintah Segera Menerbitkan UU

Bom Bunuh Diri di Kantor Pendaftaran Pemilih Afghanistan, Sedikitnya 57 Tewas

Polres Metro Jakarta Barat Menangkap Otak Pelaku Ganjal ATM

SBY: Insya Allah Ada Pemimpin Baru yang Amanah 2019

Jangan Sedih! Foto WhatsApp yang Dihapus Bisa Kembali

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2