Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Hong Kong
Unjuk Rasa di Hong Kong Menentang Pembeli Cina
Monday 02 Mar 2015 07:16:08
 

Aksi unjuk rasa ditentang oleh penduduk yang tinggal di sekitar Yuen Long. Polisi sampai melepas menggunakan semprotan air mata untuk menghentikan bentrokan.(Foto: twitter)
 
HONG KONG, Berita HUKUM - Kepolisian Hong Kong menangkap belasan orang dalam aksi unjuk rasa di dekat perbatasan dengan Cina yang diwarnai kekerasan. Unjuk rasa di kawasan Yuen Long -yang dekat dengan perbatasan Cina daratan- merupakan aksi menentang semakin banyaknya warga Cina yang berbelanja ke Hong Kong.

Ratusan pengunjuk rasa itu marah dengan warga Cina yang melintasi perbatasan untuk membeli barang-barang, antara lain iPad dan susu bubuk untuk bayi, yang akan dijual kembali di Cina daratan dengan harga yang lebih mahal.

Aksi para pendatang asal Cina itu dianggap merusak perekonomian Hong Kong.

Namun para pengunjuk rasa yang menutup kawasan pusat pertokoan dengan tong-tong sampah itu dilawan penduduk setempat karena banyak toko-toko yang memilih tutup saat unjuk rasa.

''Mereka membuat semua orang jadi menutup tokonya dan tidak bisa berbisnis. Orang harus membayar sewa," kata Choi Wai-leung kepada kantor berita AP.

Bentrokan sempat marak antara pengunjuk rasa dan warga setempat sampai polisi melepas semprotan air mata untuk membubarkan pihak-pihak yang bertikai.

Sebanyak 33 orang ditangkap polisi, termasuk seorang remaja berusia 13 tahun.

Salah seorang pemrakarsa unjuk rasa, Kelvin Lee, mengatakan bahwa para pembeli dari Cina juga menyebabkan jalanan macet dan kotor karena membuang sampah sembarangan.

Tahun lalu diperkirakan 47,3 juta wrag Cina daratan berkunjung ke Hong Kong, yang berpenduduk 7,3 juta jiwa.

Polisi mengambil tindakan tegas dengan menggunakan tingkat minimum kekuatan, termasuk menggunakan semprotan merica dan pentungan, untuk menghentikan aksi-aksi kekerasan yang melanggar hukum dan menangkap para demonstran yang terlibat," kata polisi kota dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan polisi mengatakan lima petugas terluka dalam insiden itu.

Awal pekan ini pemimpin Hong Kong mengatakan pemerintah sedang mempertimbangkan membatasi jumlah wisatawan China yang memasuki kota, menyusul reaksi publik.(BBC/st/bhc/sya)




 
   Berita Terkait > Hong Kong
 
  China Nyatakan akan Balas 'Niat Jahat' Presiden Trump karena Mendukung Protes Prodemokrasi Hong Kong dalam Undang-undang
  Hong Kong Resesi Ekonomi Pertama dalam Satu Dekade Akibat Unjuk Rasa Anti-Pemerintahan
  Demonstrasi Hong Kong: Sekolah dan Universitas Ditutup karena Alasan Keamanan
  Hong Kong Akhirnya Mencabut RUU Ekstradisi ke China Daratan yang Memicu Protes Besar
  Demonstran Ditembak Pertama di Hong Kong Setelah Parade Perayaan 70 Tahun Kekuasaan Komunis China
 
ads1

  Berita Utama
Komisi IX Tetap Komitmen Tolak Kenaikan Iuran BPJS

Ekonomi Nyungsep, Ramalan Rizal Ramli 9 Bulan Lalu Yang Jadi Kenyataan

Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?

Pentingnya Peran DPRD Provinsi untuk Dilibatkan dalam Musrembang Desa

 

ads2

  Berita Terkini
 
LPSK Apresiasi Artis Baim Wong, Bantu Kepulangan Pekerja Migran Indonesia Korban TPPO

Adriani Didakwa Melakukan Penipuan dengan Pemalsuan Surat Tanah

Legislator Tolak Rencana Tambah Kuota Impor Kakao

Komisi IX Tetap Komitmen Tolak Kenaikan Iuran BPJS

Soal Revisi UU KPK, Anggota DPR Komisi III Arteria Dahlan Ingatkan KPK Tidak Perlu Bereaksi Berlebihan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2