Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Media Sosial Facebook
Untuk Apa Mark Zuckerberg Lepas Saham Facebook Senilai Rp169 Triliun
2017-09-26 07:39:08
 

 
CALIFORNIA, Berita HUKUM - Kabar mengejutkan datang dari Mark Zuckerberg. Bos Facebook itu mengumumkan rencana menjual saham jejaring media sosial raksasanya itu sebesar 18% atau sekira USD12,75 miliar (Rp169,575 triliun) dalam waktu 18 bulan ke depan.

Melansir CNBC yang dikutip dari Sindonews, Minggu (24/9), Zuckerberg berencana mengakselerasi rencana tersebut dalam jangka pendek. Tujuannya adalah untuk mendanai kegiatan amalnya dalam Chan Zuckerberg Initiative yang dibentuk bersama sang istri Priscilla Chan.

"Kami punya banyak pekerjaan di Chan Zuckerberg Initiavite, bersama ilmuwan, pendidik, dan dokter di seluruh dunia yang butuh dukungan hari ini, bukan berdekade-dekade mendatang," tulis Zuckerberg dalam sebuah posting di Facebook Jumat lalu.

Namun, belakangan nilai saham Facebook terus naik sehingga Zuckerberg cukup menjual sebagian kecil sahamnya saja agar bisa mendapatkan dana berjumlah besar untuk yayasan Chan Zuckerberg Initiative. Rencana membuat kategori saham baru pun dibatalkan.

"Saya tegaskan, ini tak mengubah rencana saya dan Priscilla untuk melepas 99 persen saham Facebook yang kami miliki sepanjang hidup," ujar Zuckerberg.

Zuckerberg memang pernah berjanji akan melepas hampir seluruh kepemilikannya atas Facebook untuk beramal. Kalau ditotal, saham Facebook yang dimiliki Zuckerberg bernilai 70 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 930 triliun.

Dalam akun Facebook resminya, Zuckerberg menulis di statusnya akan menjual 35 juta hingga 75 juta saham Facebook dalam 18 bulan ke depan.

Langkah itu diambil setelah pria kelahiran White Plains, New York tersebut batal mengubah struktur saham Facebook karena digugat para pemegang sahamnya.

Para ahli juga menilai Zuckerberg tengah mencoba menyelamatkan dirinya sendiri sebelum menghadiri sidang di pengadilan pada pekan depan. Bapak dua anak itu digugat para pemegang saham Facebook yang tak senang dengan reklasifikasi (pemecahan transaksi) saham yang dikeluarkannya. Para investor Facebook mengatakan, Zuckerberg hanya memikirkan kepentingan pribadi, bukan kelompok.

Mewakili sejumlah pemegang saham Facebook dalam kasus ini, Stuart Grant dari Gran & Eisenhofer mengatakan keputusan Zuckerberg untuk membatalkan perubahan struktur saham merupakan kemenangan besar baginya. "Kami sangat senang Facebook tidak jadi melakukan reklasifikasi saham," ungkap Grant kepada Financial Times.

Diharapkan, nilai saham Facebook juga akan segera mencair. Kenaikan harga saham juga akan memberikan kesempatan pada Zuckerberg untuk mengejar misi filantropisnya. Hingga 20 tahun mendatang pun, Zuckerberg akan tetap menguasai Facebook. Sejak rencana filantropi itu diumumkan pada April tahun lalu, saham Facebook telah naik lebih dari 50%. Pada nilai perdagangan Jumat 22 September, saham Facebook ditutup senilai USD170,54 per lembar saham. Harganya sedikit terkoreksi setelah ada pengumuman tersebut.(kem/okezone/kompas/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Media Sosial Facebook
 
  Untuk Apa Mark Zuckerberg Lepas Saham Facebook Senilai Rp169 Triliun
  Menkominfo: Facebook Wajib Mengadopsi KBLI Baru
  Facebook Tawarkan Solusi Masalah Konektivitas di Indonesia dengan Drone
  Aktivitas di Facebook Bisa Mengungkap Kondisi Kejiwaan Kita
  Facebook Uji Coba Chat Rahasia Terenkripsi di Messenger
 
ads

  Berita Utama
Melecehkan Profesi Wartawan 'Pelacur', MW Resmi Dilaporkan Ke Polres Samarinda

Buruh dan Mahasiswa Bersatu; KSPI Desak Mahasiswa yang Ditangkap Segera Dibebaskan

3 Tahun Pemerintahan Jokowi, Ini Penilaian Faisal Basri

Ahmad Dhani Resmi Jadi Kader Partai Gerindra dan Siap Antar Prabowo Jadi RI 1

 

  Berita Terkini
 
Melecehkan Profesi Wartawan 'Pelacur', MW Resmi Dilaporkan Ke Polres Samarinda

Enam Fraksi DPR Setuju Perppu Ormas

Refleksi 3 Tahun Jokowi-JK, Utang Negara Hambat Pembangunan

Imam B. Prasodjo: Yang Benar Saja Program RAPS Diserahkan Ke Asing

DitJen Imigrasi: Syarat Pergantian Paspor Hanya E-KTP dan Paspor Lama

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2