Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Ganja
Uruguay akan Segera Mulai Menjual Ganja di Apotek
2017-04-09 09:21:06
 

Warga di Uruguay kini bisa secara legal menanam ganja di rumahnya, atau bergabung dengan perkumpulan-perkumpulan yang menanam tanaman serupa.(Foto: GETTY IMAGES)
 
URUGUAY, Berita HUKUM - Uruguay akan mulai menjual ganja di apotek-apotek pada bulan Juli mendatang. Keputusan ini merupakan tahap akhir di negara yang mempelopori pengaturan narkoba, alih-alih mengkriminalisasi penggunanya.

Negara di Amerika Selatan ini akan menjadi negara pertama di dunia yang melegalkan penjualan narkoba untuk kepentingan rekreasi.

Uruguay mengesahkan perdagangan ganja pada tahun 2013. Namun, hingga kini undang-undang tersebut belum dilaksanakan sepenuhnya.

"Ganja akan disalurkan ke berbagai apotek mulai bulan Juli ini," kata ajudan presiden, Juan Andres Roballo, dalam sebuah konferensi pers.

Undang-undang mengharuskan para pembeli untuk mengisi pendaftaran terlebih dahulu. Roballo mengatakan aturan ini akan berlaku mulai tanggal 2 Mei.

Warga di Uruguay bisa membeli ganja di apotek-apotek seharga US$1,30 (atau sekitar Rp16 ribu) per gram.

Para pendaftar - yang harus merupakan warga negara Uruguay atau penduduk tetap - dapat membeli ganja maksimal sampai 40 gram per bulan.

Cannabis UruguayHak atas fotoGETTY IMAGES
Image captionSebagian warga Uruguay berunjuk rasa untuk menentang pendaftaran yang diberlakukan untuk para pembeli ganja, seperti perempuan ini yang memegang spanduk bertuliskan "Saya menanam ganja rumah, keputusan berada di tangan saya, dan tidak usah mendaftar."

Ganja yang dijual berasal dari ladang-ladang ganja yang diawasi negara.

Undang-undang juga mengizinkan para pemakai ganja untuk menanam tanaman mariyuana ini di rumahnya sendiri, atau bergabung dengan perkumpulan-perkumpulan yang menanam tanaman yang sama.

Banyak apoteker yang meragukan keuntungan dari penjualan produk yang harganya dikendalikan pemerintah ini.

Beberapa pembeli di Uruguay juga enggan untuk mendaftarkan diri. Mereka mengeluh tentang privasi mereka dan harus menjaga batas penggunaan ganja.

Pemerintah kini telah melakukan kerja sama dengan 16 apotek, tapi mereka berharap akan lebih banyak lagi apotek yang mendaftar.

Roballo mengatakan pemerintah akan melakukan kampanye kesehatan masyarakat sebelum pendaftaran dibuka.

Ia juga mengatakan pemerintah tidak bisa memprediksi berapa banyak permintaan untuk membeli ganja, namun ia tidak yakin akan ada "lonjakan pemakai" yang mendaftar.(BBC/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Ganja
 
  Uruguay akan Segera Mulai Menjual Ganja di Apotek
  Pengadilan Meksiko Melegalisasi Penggunaan Ganja
  Yonif 113/JS Temukan Ladang Ganja di Aceh Besar
  Penyelundupan Ganja Rp3 Miliar Digagalkan Polsek Jakarta
  Keluarga Bob Marley Ciptakan Merek Ganja
 
ads

  Berita Utama
Polres Jakbar Menangkap 7 Orang Pengguna Ijazah Palsu Mendaftar Calon Bintara Polri 2017

Koarmabar TNI AL Gelar Latihan Siaga Tempur di Perairan Natuna

Deklarasi Arus Baru Ekonomi Indonesia pada KEU Jadi Momentum Penguatan Basis Perekonomian

DPO Kasus Mega Pungli, Ketua Komura Jafar Abdul Gafar Ditangkap Mabes Polri di Jakarta

 

  Berita Terkini
 
Pangkoopsau II Pimpin Sertijab 9 Pejabat di Jajaran Makoopsau II

DHO WNA Nigeria Pemilik Sabu 2 Kg dari China Tewas di Tembak Polisi

Dirjen Pemasyarakatan: Lapas Kita Belum Sanggup Penuhi Kebutuhan Biologis Narapidana

Polres Jakbar Menangkap 7 Orang Pengguna Ijazah Palsu Mendaftar Calon Bintara Polri 2017

Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1438 H di Mabes TNI

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2