Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Virus Corona
Virus Corona: Arab Saudi Laporkan Kasus Pertama Wabah Covid-19 Mencapai 'Tahap Baru'
2020-03-03 09:32:44
 

Sejumlah negara di Timur Tengah menerapkan langkah-langkah pencegahan terhadap Covid-19.(Foto: GETTY IMAGES)
 
ARAB SAUDI, Berita HUKUM - Wabah virus corona yang menyebar ke sejumlah negara di dunia telah mencapai 'tahap baru', kata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan dunia memasuki 'wilayah baru' terkait wabah virus corona.

Ia menyebut virus corona baru ini "unik" namun bisa diatasi dengan langkah-langkah yang tepat.

Jumlah kematian akibat wabah ini telah melebihi 3.000 orang di seluruh dunia. Sebagian besar berada di China tetapi selama sehari terakhir terdapat sembilan kali lebih banyak infeksi baru di luar China daripada di dalamnya.

Arab Saudi melaporkan kasus virus corona pertamanya, beberapa hari setelah melarang warga asing melakukan perjalanan umrah ke Mekah dan Madinah.

Dr. Tedros menegaskan: "Kita bisa melawan virus ini". Ia juga mengatakan bahwa stigma lebih berbahaya daripada penyakit itu sendiri.

Sang direktur WHO mengatakan perkembangan penyakit Covid-19 secara global bukanlah "jalan satu arah" dan bisa dilawan jika negara-negara bertindak dengan cepat dan efektif - dimulai dari langkah-langkah penahanan.

"Tidak ada pilihan selain bertindak sekarang," katanya.

Salah satu negara di luar China yang paling parah terkena dampak wabah - Italia - pada hari Senin mengalami lonjakan korban tewas dari 34 menjadi 52.

Seorang pria mengenakan maskerHak atas fotoAFP
Image captionWHO menegaskan bahwa langkah-langkah pengendalian bisa "melawan virus corona".

Apa lagi yang dikatakan WHO?

Arahan utama Dr. Tedros ialah setiap negara harus memahami situasi mereka sendiri karena tidak ada satu cara mengatasi wabah yang cocok untuk semua negara.

"Setiap negara pasti punya pendekatan sendiri tetapi ia harus dimulai dengan penahanan," ujarnya.

Virus corona baru ini adalah "virus unik dengan sifat unik" dan menurut perkiraan WHO seharusnya virus sudah tersebar secara luas saat ini, tapi langkah-langkah penanganan tampaknya berhasil, kata sang dokter.

Dari 62 negara yang melaporkan kasus infeksi, 38 di antaranya hanya memiliki 10 kasus atau kurang, imbuhnya.

KarantinaHak atas fotoREUTERS
Image captionIsrael mendirikan TPS khusus untuk orang-orang yang dikarantina dalam pemilihan umum pada hari Senin.

"Sekitar delapan negara belum melaporkan kasus baru selama dua minggu dan telah mampu menahan wabah itu," katanya. China juga telah menunjukkan bahwa pengendalian bisa dilakukan bahkan di negara dengan jumlah kasus yang banyak.

WHO akan terus memantau apakah wabah ini layak disebut pandemi global, kata Dr. Tedros.

Korea Selatan, Italia, Iran dan Jepang masih menjadi kekhawatiran terbesar. Seorang anggota staf WHO telah dinyatakan positif virus corona di Iran, meskipun gejalanya ringan, kata Dr Tedros.

Ia juga menambahkan: "Stigma, sejujurnya, lebih berbahaya daripada virus itu sendiri. Mari kita benar-benar menekankan itu. Stigma adalah musuh yang paling berbahaya."

Bagaimana situasi global?

Hingga saat ini terdapat hampir 90.000 kasus di sekitar 70 negara, meskipun sebagian besar - hampir 90% - tetap di China, dan sebagian besar berada di provinsi Hubei, tempat virus ini berasal akhir tahun lalu.

Dari hampir 8.800 kasus di luar China, 81% berada di empat negara - Iran, Korea Selatan, Italia dan Jepang.

Arab Saudi melaporkan kasus Covid-19 pertama yang dikonfirmasi di negara tersebut, beberapa hari setelah melarang perjalanan umrah ke Mekah dan Madinah bagi warga asing.

Menteri Kesehatan Saudi mengatakan Covid-19 dideteksi pada seorang warga Saudi yang melakukan perjalanan ke kerajaan itu dari Iran lewat Bahrain.

Jumlah kematian di Italia bertambah 18 pada hari Senin, dengan 1.835 kasus dikonfirmasi, kebanyakan dari mereka di wilayah Lombardy dan Veneto di utara.

Iran melaporkan 12 kematian lainnya, sehingga totalnya menjadi 66 orang. Mereka termasuk Mohammad Mirmohammadi, penasihat Pemimpin Agung Ali Khamenei, menurut media Iran.

Otoritas kesehatan di negara bagian Washington, AS, mengatakan pada hari Senin bahwa empat orang meninggal dunia, sehingga jumlah total korban di sana menjadi enam.

Grafik penyebaran virus corona di dunia

Presiden AS, Donald Trump, mengatakan ia telah meminta perusahaan farmasi untuk mempercepat pengembangan vaksin, sementara gubernur New York, Andrew Cuomo, memperingatkan "tidak terhindarkan" bahwa semakin banyak orang akan dinyatakan positif virus corona di kota itu.

Di Inggris, tempat 39 kasus sudah dikonfirmasi, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan virus corona "kemungkinan menjadi lebih signifikan pada hari-hari dan minggu-minggu mendatang", setelah mengadakan pertemuan komite darurat.

Portugal, Islandia, Yordania, Tunisia, Armenia, Latvia, Senegal dan Andorra juga melaporkan kasus pertama mereka yang dikonfirmasi pada hari Senin.

Perkembangan lainnya:

> Pusat Pengendalian Penyakit Eropa mengonfirmasi bahwa tingkat risiko di Uni Eropa telah meningkat dari "sedang" ke "sedang ke tinggi".

> Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi global tahun ini bisa mencapai tingkat paling lambat sejak tahun 2009 karena wabah virus corona. Harga saham naik-turun di Eropa yang awalnya tercermin di New York, meskipun Dow Jones kemudian berakhir naik 5,1% secara signifikan. Kekhawatiran tentang wabah minggu lalu menghapus lebih dari $5 triliun dari saham global.

> Prancis mengkonfirmasi 61 kasus baru pada hari Senin - jumlah keseluruhannya kini 191. Satu kematian baru membuat total korban di negara tersebut menjadi tiga orang

> Qatar, Ekuador, Luksemburg, Republik Ceko, dan Irlandia adalah beberapa negara yang mengkonfirmasi kasus pertama mereka pada akhir pekan.

Apa yang terjadi di Korea Selatan?

Korea Selatan pada Senin (2/3) melaporkan dua kematian baru, sehingga totalnya menjadi 28 orang.

Sekitar 60% dari lebih dari 4.000 kasus yang dikonfirmasi di negara tersebut adalah anggota sekte Gereja Yesus Shincheonji. Anggota diyakini telah menginfeksi satu sama lain dan kemudian melakukan perjalanan di seluruh negeri, tampaknya tidak terdeteksi.

Pemimpin sekte itu, Lee Man-hee, berlutut dan membungkuk di sebuah konferensi pers untuk meminta maaf.

"Meskipun tidak disengaja, banyak orang telah terinfeksi," kata pria berusia 88 tahun itu. "Kami melakukan upaya terbaik kami, tetapi tidak dapat mencegah semuanya."

Jaksa penuntut di Korea Selatan diminta untuk menyelidiki Lee atas dugaan kelalaian.

Bagaimana situasi di China?

China melaporkan 42 kematian baru, semuanya di Provinsi Hubei. Provinsi ini mencatat lebih dari 90% dari kematian di seluruh dunia.

Hanya delapan dari kasus infeksi baru berada di luar Hubei, yang menunjukkan bahwa upaya pengendalian berhasil.

Sebanyak 206 kasus baru yang dilaporkan secara nasional pada hari Minggu merupakan jumlah kasus harian terendah sejak 22 Januari.

Seorang juru bicara Komisi Kesehatan Nasional China mengatakan target berikutnya ialah "fokus pada risiko yang ditumbulkan setelah pekerjaan dimulai kembali".
Peta didasarkan pada data periodik WHO dan mungkin tidak menggambarkan data mutakhir untuk setiap negara.

Total kasus yang dipastikan : 89.515 Total kematian : 3.045

Sumber: World Health Organisation
Diperbarui pada 2/3/2020 23.00.00 WIB

Seberapa berbahayakah Covid-19

WHO mengatakan virus itu tampaknya secara khusus berdampak pada mereka yang berusia di atas 60 tahun, dan orang-orang yang mengidap penyakit bawaan.

Dalam analisis besar pertama terhadap lebih dari 44.000 kasus dari Tiongkok, angka kematian 10 kali lebih tinggi pada lansia dibandingkan orang paruh baya.

Tetapi kebanyakan pasien hanya menunjukkan gejala ringan dan tingkat kematian tampaknya antara 2% dan 5%, kata WHO.

Sebagai perbandingan, flu musiman memiliki tingkat kematian rata-rata sekitar 0,1%, tetapi sangat gampang menular - 400.000 orang meninggal akibat penyakit tersebut setiap tahun.

Galur virus korona lain, seperti Sindrom Pernafasan Akut Parah (Sars) dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (Mers), memiliki tingkat kematian yang jauh lebih tinggi daripada Covid-19.



 
   Berita Terkait > Virus Corona
 
  HNW: Atasi Pandemi Covid-19 dengan Karantina Wilayah, Bukan dengan Rencana Darurat Sipil
  Hidayat Nur Wahid: Agar Pemerintah Perhatikam Saran MUI, Prioritaskan Penanganan Covid-19
  Ditlantas Polda Metro Pastikan Sidang dan Pengembalian Berkas Tilang Tetap Berjalan Selama Darurat Covid-19
  Ahmad Yani: UU Karantina Kesehatan Dibuat Era Jokowi Tapi Yang Dipilih Perppu Lama, Tujuannya Apa?
  Kementerian BUMN Berikan Bantuan APD Covid-19 ke RSU Adhyaksa
 
ads1

  Berita Utama
HNW: Atasi Pandemi Covid-19 dengan Karantina Wilayah, Bukan dengan Rencana Darurat Sipil

Polda Metro Tangkap Pria Penipu yang Pakai Akun Facebook Palsu dengan Profil Wanita

Kasus Kematian Corona Covid-19 Indonesia Tertinggi di Dunia

Polisi Ungkap 3 Kasus Penyebaran Hoax terkait Wabah Virus Covid-19

 

ads2

  Berita Terkini
 
Hadiri Resepsi Kompol Fahrul Sudiana di Tengah Pencegahan Covid-19, Relawan Jokowi Ini Minta Wakapolri Dicopot

Langgar Maklumat Kapolri Pencegahan Covid-19, Kapolsek Metro Kembangan Kompol Fahrul Sudiana Dicopot dan Dimutasi

HNW: Atasi Pandemi Covid-19 dengan Karantina Wilayah, Bukan dengan Rencana Darurat Sipil

Hidayat Nur Wahid: Agar Pemerintah Perhatikam Saran MUI, Prioritaskan Penanganan Covid-19

Implementasi Keppres Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Masih Membingungkan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2