Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Muhammadiyah
Warga Muhammadiyah Harus Jadi Pemilih yang Cerdas, Kritis, Arif, dan Bijaksana
2018-05-20 01:15:47
 

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti.(Foto: twitter)
 
MALANG, Berita HUKUM - Berbicara politik nilai dan kaitannya dengan peradaban bangsa tentu tiada habisnya. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengemukakan pendapatnya tentang posisi Muhammadiyah dalam ranah politik.

"Pemahaman Muhammadiyah tidak berpolitik itu sering dimaknai dengan antipatik terhadap politik. Padahal sudah dijelaskan dalam pedoman hidup warga Muhammadiyah bahwa Muhammadiyah berpolitik dalam rangka berdakwah. Jadi tidak berarti Muhammadiyah tidak berpolitik, " kata Mu'ti dalam Kajian Ramadhan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bertempat di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (19/5).

Menurut Mu'ti, Muhammadiyah memiliki peran politik sebagai opinion maker yakni mengungkapkan gagasan-gagasan politik kemudian bagaimana dengan kekuatan politiknya agar negara menjadi lebih baik.

"Muhammadiyah telah mengambil peran-peran yang cukup strategis dalam banyak bidang termasuk politik," ucap Mu'ti.

Ia melanjutkan Muhammadiyah juga harus mengambil peran sebagai pemain utama (playmaker). "Muhammadiyah tidak bermain politik tapi bisa memainkan politik. Dalam pengertian lain, peran ini dilakukan dengan pendekatan yang persuasif sehingga membutuhkan banyak kader dengan kemampuan komunikasi yang baik. Muhammadiyah tidak harus berpolitik tapi Muhammadiyah harus tetap memiliki politisi, " jelas Mu'ti.

Kemudian, kata Mu'ti, Muhammadiyah juga harus menjadi group pressure (kelompok penekan).

"Muhammadiyah berpolitik untuk membela negara. Muhammadiyah tidak mendukung orang untuk mendapat jabatan tetapi Muhammadiyah mendukung orang untuk menduduki kepemimpinan," tegas Mu'ti.

"Dalam berdemokrasi kita tidak boleh surut kebelakang, sehingga kita dukung pemimpin bukan pejabat. Dalam memilih pemimpin harus melihat tiga hal, ideologis, strategis, dan pragmatis," tutup Mu'ti.

Di akhir, Abdul Mu'ti berpesan kepada warga Muhammadiyah di Jatim dan di mana saja yang sedang menyelenggarakan pilkada, jadilah pemilih yang cerdas dan kritis, jadilah pemilih yang arif dan bijaksana harus dewasa melihat calon pemimpin yang dipilih.

"Warga muhammadiyah tidak boleh terpecah dan terbelah saat berbeda pilihan politik, tapi warga muhamamdiyah tetap harus solid dan rukun siapapun pemimpin yang terpilih nantinya, Muhammadiyah harus jadi pemersatu bagi kelompok-kelompok yang terpecah itu," pungkas mantan Ketua umum PP Pemuda Muhammadiyah.(Syifa/muhammadiyah/bh/sya)




 

 
   Berita Terkait > Muhammadiyah
 
  Warga Muhammadiyah Harus Jadi Pemilih yang Cerdas, Kritis, Arif, dan Bijaksana
  Kunjungi PP Muhammadiyah, Mensos Ajak Kerjasama Penanggulangan Kebencanaan
  Tak Pernah Mengklaim Banyak Jumlah Anggota, Muhammadiyah Terus Fokus Membantu Umat
  Kader dan Pimpinan Muhammadiyah Mesti Seksama
  Muhammadiyah dalam Amalnya Tidak Berpikir Untung Rugi
 
ads

  Berita Utama
SBY: Ada Oknum BIN, Polri, TNI Tidak Netral di Pilkada

Melanggar Pasal, IPW: Komjen M Iriawan Lewati Batas Usia Tertinggi Pj Gubernur

Soal Penggalangan Dana Gerindra, PKS: Ide Kreatif dan Sesuai Generasi Milenial

Menanggapi Tudingan PDIP, Ketua DPP Partai Demokrat: Saat Ini Yang Panik PDIP

 

  Berita Terkini
 
SBY: Ada Oknum BIN, Polri, TNI Tidak Netral di Pilkada

Satgas MTF TNI Berikan Latihan Boarding Kepada Tim VBSS LAF Navy

KPPOD: Inspektorat Daerah Tidak Lakukan Pengawasan terhadap Netralitas ASN

Pendiri PKPI Tatto Sugiarto Pradjamanggala Wafat di Usia 80 Tahun

Ingin Melapor ke Menteri LHK? Bisa via Medsos Saja

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2