Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Jokowi
Warganet: Iklan Jokowi di Bioskop Merusak Suasana, Sebaiknya Dicopot
2018-09-12 08:04:58
 

Penonton Kesal: Iklan Jokowi Di Bioskop Merusak Suasana.(Foto: twitter)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Iklan pemerintah turut mewarnai layar bioskop yang ditonton oleh masyarakat mulai dari anak-anak hingga orang tua. Iklan tentang kesuksesan pembangunan infrastruktur itu muncul di antara pariwara lain saat film akan diputar.

Seorang warganet bernama Nina Asterly mengaku kesal dengan kemunculan iklan tersebut. Baginya, menyaksikan hal itu hanya buang-buang waktu dan mengganggu suasana. Apalagi dia tengah asyik menonton thriller film-film yang akan diputar di bioskop.

"Barusan nonton di bioskop cinema XXI...tolooong kembalikan 3 menit sy yang terbuang percuma gara2 pas lagi asik2 nonton thriller film2 eeh tiba2 ADA IKLAN JOKOWI ....merusak suasana ajah...orang ke bioskop mau senang2 nonton film !!!!," ujarnya dalam akun @nynazka.

Nina mengaku paham bahwa iklan itu bukan kampanye Jokowi, melainkan sebatas kesuksesan infrastruktur. Namun demikian, dia meminta agar bioskop steril dari hal-hal yang berbau politik. Bioskop, menurutnya, merupakan tempat persatuan tanpa sekat dan keluar dari zona politik.

"Biarlah berbau politik dan pembangunan di TV atau sosmed (sosial media)," pintanya.

Tanggapan beragam muncul dari warganet atas kicauan Nina tersebut. Ada warganet yang menyindir, sekalipun Jokowi diiklankan di bioskop tetap saja masyarakat tidak mau memilih.

"Biar masuk XXI tetap aja kagak bakal laku ya mbak," ujar pemilik akun @rafiqi_28.

Namun begitu, ada juga yang membela iklan tersebut. Sebab, layar bioskop merupakan ruang publik yang memperbolehkan semua promosi ada asal membayar pada pemilik layar.

"Kampanye? adakah iklan itu mengajakmu untuk memilih blio saat pilpres nanti?" tanya akun @priceoflegend.

Meski begit, tidak sedikit juga warganet yang bijak. Seperti pemilik akun @adjiekaiizan07 yang meminta pemilik bioskop untuk mengklarifikasi keluhan Nina.

"Apakah benar anda mengiklan kan salah satu capres ? Dan apa maksud dari iklan tersebut ditayangkan di bioskop?" tanyanya.

Sementara akun @DimitriYusuf meminta kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk langsung menyelidiki dugaan pelanggaran kampanye di iklan tersebut.

"Bawaslu tolong diselidiki. Ini melanggar aturan karena curi start kampanye. Mentang-mentang berkuasa terus sewenang-wenang," tukasnya.

Sedangkan terkait hal ini, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon juga dalam akun @fadlizon media sosial twitter pada Rabu (12/9) mentweet, "Sebaiknya iklan ini dicopot dr bioskop."

"Sangat merusak suasana n selera."(ian/rmol/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Jokowi
 
  Obor Cina dan Jembatan Terpanjang Dunia, Kita Masih Bicara Sontoloyo dan Genderuwo
  Habib Rizieq Shihab: Pak Jokowi, Tegakkan Keadilan, Jangan Hanya Fokus Pencitraan
  4 Tahun Jokowi Berkuasa: Masih Gagal di Bidang Pemberantasan Korupsi
  Sebut Politikus Sontoloyo, Jokowi Tunjuk Hidung Sendiri
  Jokowier, Pedagang Pengaruh, Machiavelian, Rasialis dan Islamophobia
 
ads

  Berita Utama
Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Lagi

KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015

Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati

Keabsahan dan Eksistensi Anggota Dewan Pers Dituding Cacat Hukum

 

  Berita Terkini
 
Pembangunan Jalan Rabat Beton Desa Gedung Wani Tingkatkan Sektor Pertanian

Rezim Kamboja Pemimpin Khmer Merah Didakwa Pengadilan Bersalah atas Genosida

Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Lagi

Gus Anam Mengimbau Agar Semua Pihak Menolak Radikalisme dan Intoleransi

Peresmian Pom Bensin/ SPBU Baru di Desa Aur Ringit, Tanjung Kemuning, Kaur

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2