Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Yahoo
Yahoo Siap Dijual ke Verizon Seharga Rp58,5 Triliun
2017-06-13 06:26:15
 

Perusahaan internet Yahoo pernah bernilai lebih dari $ 100 miliar dolar, akhirnya dijual ke Verizon seharga $ 4,48 miliar.(Foto: Istimewa)
 
CALIFORNIA, Berita HUKUM - Raksasa internet sebesar Yahoo ternyata tidak sanggup menghadapi ketatnya persaingan di sektor teknologi. Rencananya, Selasa (13/6), Yahoo akan resmi menjadi bagian dari Verizon, raksasa telekomunikasi AS.

Pemegang saham Yahoo (YHOO, Tech30) pada hari Kamis lalu memutuskan untuk menyetujui kesepakatan revisi Verizon untuk membeli aset Internet inti Yahoo tersebut seharga US$4,48 miliar AS atau sekitar Rp.58,5 triliun.

Setelah akuisisi selesai, Yahoo dan AOL akan membentuk perusahaan digital baru di bawah Verizon yang disebut Oath. Verizon mengharapkan untuk memangkas sebanyak 2.100 karyawan dari gabungan usaha tersebut, atau sekitar 15% staf, menurut seorang sumber yang mengetahui masalah ini.

Yahoo menjual bisnis operasi internet perusahaan ke Verizon senilai US$4,48 miliar AS karena kalah bersaing dengan Google dan Facebook. Di era kejayaannya di tahun 2.000, Yahoo sempat memiliki kapitalisasi pasar senilai US$ 125 miliar. Yahoo Japan tidak termasuk dalam aset yang dialihkan ke Verizon. Yahoo Japan akan berada di bawah entitas terpisah bernama Altaba.

Sekitar 2.100 karyawan atau 15 persen dari jumlah karyawan Yahoo akan kehilangan pekerjaan, termasuk CEO Marissa Mayer.

Mayer menjadi CEO Yahoo lima tahun lalu setelah pindah dari jabatannya sebagai eksekutif Google. Mayer akan meninggalkan Yahoo dengan pesangon yang fantastis sebesar US$ 186 juta.

"Dia mewarisi carut marut perusahaan yang kehilangan kepemimpinan," kata Tim Bajarin presiden dan analis dari Creative Strategies.

Untuk menyelamatkan Yahoo, Mayer sempat melakukan akuisisi Tumblr dan melakukan efisiensi karyawan. Namun, akhirnya semua cara itu tidak mampu mendongkrak pendapatan Yahoo.

Yahoo bisa bertahan berkat saham yang dimilikinya di raksasa e-commerce Tiongkok Alibaba sebelum perusahaan yang didirikan Jack Ma itu menjadi besar. Pada tahun 2005, Yahoo membeli 40 persen saham Alibaba senilai US$ 1 miliar. Kini nilai saham itu jauh lebih besar dari nilai operasional bisnis internet Yahoo.

Yahoo didirikan pada tahun 1994 oleh David Filo dan Jerry Yang, keduanya mahasiswa Stanford University. Yahoo awalnya dibuat sebagai semacam panduan untuk berinternet. Aslinya Yahoo disebut "Jerry and Dave's Guide to the World Wide Web." Penawaran saham perdana Yahoo pada 1996 adalah yang terbesar untuk perusahaan rintisan pada masanya.

Yahoo sempat menjadi raksasa mesin pencari bahkan bisa disebut sebagai perintis mesin pencari internet. Yahoo mulai kalah bersaing sejak Google diluncurkan pada 1998.(CNN/NYTimes,YahooNews/beritasatu/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait > Yahoo
 
  Yahoo Siap Dijual ke Verizon Seharga Rp58,5 Triliun
  Wah, Data 1 Miliar Pengguna Yahoo Dibobol Hacker
  Data 500 Juta Akun Yahoo Dibobol Peretas
  Yahoo akan Kurangi 15% Karyawannya
  Yahoo Menutup Kantor di Cina, 350 Orang di PHK
 
ads

  Berita Utama
4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi

Polda Metro Jaya dan Perum Bulog Melakukan Operasi Pasar di Jabodetabek

Majelis Hakim Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pungli Abun dan Elly

Mengenal Kang Ajat Cagub Jabar yang Resmi Diusung Gerindra

 

  Berita Terkini
 
Pemprov DKI akan Membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah di Sunter

Sesko TNI Harus Menjadi Pusat Keunggulan Berkelas Dunia

4 Tersangka Narkoba Ditangkap dan 1 Pelaku Tewas Melawan Polisi

Polda Metro Jaya dan Perum Bulog Melakukan Operasi Pasar di Jabodetabek

Panglima TNI: APIP Wajib Tingkatkan Kemampuan Profesionalisme

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47E Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 8811011609

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2