Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Opini Hukum    
Anies Baswedan
Bicara Prestasi, Anies Capres Yang Diunggulkan
2021-12-06 19:58:40
 

Anies Baswedan menerima penghargaan Best Governor for Inclusive Economic Growth pada malam penghargaan People of The Year 2021 Metro TV.(Foto: @aniesbaswedan)
 
Oleh: Dr. H. Tony Rosyid

SURVEI PRESTASI, ini baru mendidik. Lembaga survei mesti ikut mendorong tumbuhnya demokrasi yang berkualitas. Salah satu caranya dengan mengajukan pertanyaan menyangkut track record orang yang akan dipilih.

Pemilih mesti didorong untuk memilih caleg, calon kepala daerah, terutama capres yang jujur dan punya prestasi. Dan ini bagian dari tanggung jawab lembaga survei. Bisnis yo bisnis, tapi tetap harus mendorong para pemilih menemukan calon pemimpin bangsa ini yang punya integritas dan kemampuan. Bukan calon pemimpin yang hanya mengandalkan aspek pencitraan belaka.

Survei capres yang dilakukan IPO (Indonesia Political Opinion) akhir-akhir ini bagus untuk menjadi trend baru dalam setiap survei. Pertanyaan ke publik: siapa sih tokoh yang anda anggap jujur, bener, lurus, gak neko-neko, tegas, religius dan punya kemampuan untuk urus negara ini kedepan? Siapa sih tokoh yang anda lihat punya prestasi bagus, sehingga layak untuk diamanahi jadi presiden? Kira-kira bobot pertanyaannya seperti itu.

Kejujuran, ketegasan dan prestasi sangat dibutuhkan sebagai syarat untuk memimpin bangsa kedepan. Sekali lagi, yang dibutuhkan bangsa ini bukan pencitraan! Kalau mau pencitraan, mesti melalui program, kebijakan, kerja dan prestasi. Ini pencitraan yang efeknya langsung dirasakan oleh rakyat. Bukan pencitraan yang abal-abal, hanya mengandalkan "teaterikal" belaka. Kuno ah!

Menggratiskan biaya toilet di pom bensin, ini nyata sebagai sebuah pencitraan Erick Thohir. Tapi, ini pencitraan yang bagus. Perlu diapresiasi. Erick Thohir tidak boleh berhenti di uang recehan saja. Mesti lebih inovatif lagi untuk membuat pencitraan yang besar efeknya dan langsung bisa dirasakan oleh rakyat.

Menyoal survei, kita menyayangkan adanya lembaga yang seringkali mengarahkan responden ke tokoh tertentu. Ini survei apa kerja timses?Okelah kalau tokohnya punya prestasi. Ini langkah yang berpahala. Tapi, kalau semata-mata demi cuan, ini bisa jadi pelacuran intelektual. Dosa tahu!

Bila berbasis pada prestasi, diantara tokoh yang muncul ke publik sebagai kandidat capres 2024, Anies memang paling diunggulkan. Berita ada di mana-mana tentang hasil kerja dan prestasi Anies. Penghargaan sebrek, baik regional, nasional maupun internasional.

Siapapun yang berupaya menolak penghargaan-penghargaan itu, percuma saja. Sebab, ada faktanya yang mudah ditelusuri. Lembaga dan institusi yang memberi penghargaan tidak abal-abal. Jauh dari kesan pesanan dan rekayasa. Kalau mudah direkayasa, kepala daerah-kepala daerah yang lain pasti mudah mengaksesnya dong.... Nyatanya? Enggak-kan?

Survei IPO terkait kandidat capres 2024 yang paling berprestasi adalah Anies. Angkanya 21,3 persen. Baru disusul Sandiaga Uno di angka 13,8 persen. Ganjar Pranowo dan yang lainnya, masih jauh di bawah.

Hasil survei ini, sama sekali tidak mengejutkan. Kalau anda rajin dengerin berita tv dan baca koran, anda gak akan kaget dengan hasil survei ini.

Anies memang banyak penghargaan. Disusul Sandi yang memang terlihat kerja keras dan hasilnya nampak. Wajar kalau kemudian keduanya mendapat apresiasi publik.

Siapapun anda, kalau ingin nyapres di 2024, tunjukkan prestasi anda. Sehingga rakyat melihat dan merasakan, lalu memilih anda. Jangan hanya modal pencitraan yang justru akan membodohi pikiran rakyat dan membuat bangsa ini jauh mundur ke belakang. Jangan rusak dan kotori demokrasi dengan aksi teaterikal yang gak mutu! Bangsa ini butuh pemimpin yang bermutu!

Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa.(tr/bh/sya)





 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kemiskinan Jateng Meningkat, Pengamat: PDIP Harusnya Tegur Ganjar

3 Anak di Jakarta Meninggal karena Hapatitis Akut yang Masih 'Misterius'

HNW Mengajak Bangsa Indonesia Konsisten Menjalankan Konstitusi

Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Fakta Big Data, Pembangunan Era Pres SBY Lebih Baik Dibanding Era Pres Jokowi

 

ads2

  Berita Terkini
 
Benny Rhamdani Minta Kemnaker Tindak Tegas dan Cabut Izin P3MI Pemalsu Dokumen Penempatan PMI

Pimpinan BAKN Berikan Catatan Publikasi BPS tentang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2022

Rugikan Petani Sawit, Larangan Ekspor CPO Harus Segera Dicabut

Syahganda Nainggolan Desak Jokowi Terbitkan Inpres Agar Menteri Tak Bicara Politik Sampai 2023

Kajati Kaltim Meresmikan Rumah Restorative Justice di Kota Samarinda

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2