Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Kejari Kutai Barat
Kejari Kubar Ungkap Dugaan Korupsi BPDB dan Sudah Penjarakan 2 Orang Tersangka
2021-12-11 15:41:01
 

Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Bayu Pramesti didampingi para kasi saat.memberikan keterangan kepada wartawan (Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutai Barat (Kubar) dibawah Komando Bayu Pramesti bergerak cepat, menangkap dan memenjarakan tersangka berinisial JN dan AD. Pasalnya kedua tersangka tersebut diduga terlibat kasus tindak pidana korupsi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat pada tahun 2019.

Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Barat, Bayu Pramesti bahwa penahanan terhadap keduanya dilakukan para penyidik Kejaksaan Kubar setelah memiliki lebih dari dua alat bukti. Selain itu, pihak penyidik juga telah melakukan ekspos dan gelar perkara sebelum menahan kedua tersangka itu.

"Penahanan itu dilakukan setelah keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Barat tahun 2019. JN dan AD telah resmi ditahanan, dan keduanya dititipkan oleh Kejaksaan di ruang tahanan Polres Kubar, Kota Sendawar, sejak Kamis tanggal 9 Desember 2021," ujarnya kepada pewarta via Whatsapp di Jakarta, pada Jumat (10/12).

Untuk status tersangka, ungkap Bayu sebenarnya sudah terjadi sejak 14 April 2021 lalu. Namun hampir 8 bulan, JN dan AD tidak ditahan dan hanya dikenakan wajib lapor, alasannya karena JN mengalami gangguan kesehatan.

Kendati demikian, sebelum dilakukan penahanan, Kejari Kubar telah meminta tim dokter dari RSUD Harapan Insan Sendawar untuk melakukan pemeriksaan, dan hasilnya JN dinilai sehat. Tetapi, lanjut Bayu sebelum keduanya dijebloskan ke rutan Polres, JN dan AD terlebih dahulu dibawa ke kantor Kejari Kubar, keduanya dites antigen covid-19, pungkasnya.(bh/ams)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Antisipasi Laporan Bank Dunia, Pemerintah Harus Hati-Hati Tentukan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021

Sinyal Prabowo untuk Siapa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Atau Rizal Ramli?

Penjelasan Polda Metro Soal Curhatan Fahri Calon Siswa Bintara 2021 yang Tidak Lolos

 

ads2

  Berita Terkini
 
Syarief Hasan Dukung Penuh Pancasila Masuk Kurikulum Pendidikan Nasional

12 Outlet Ditemukan Pelanggaran, Anies Baswedan Cabut Izin Usaha Holywings di Jakarta

Eddy Santana Desak Percepatan Pembangunan Tol Trans Sumatera

Jangan Sampai Demi Jaga Pertumbuhan, Independensi BI Jadi Bias

Penambahan Kuota Haji Berimbas pada Pembiayaan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2