Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Opini Hukum    
Jokowi
Kemana Arah Politik Jokowi di Pilpres 2024?
2021-04-20 12:33:46
 

Presiden Jokowi.(Foto: Istimewa)
 
Oleh: Dr. H. Tony Rosyid

TIGA PERIODE jabatan presiden, hampir tidak mungkin terjadi di era reformasi. Indonesia sepertinya trauma punya presiden terlalu lama. Kabarnya, semua partai, terutama PDIP, tidak setuju presiden tiga periode. Jokowi sendiri menegaskan tidak setuju juga untuk tiga periode. Jadi, clear. Semua kompak. Selama ini, ide tiga periode hanya wacana liar yang berkembang di media, terutama media sosial.

Lalu, kemana arah politik Jokowi di pilpres 2024? Apakah Jokowi akan ditinggalkan mitra koalisinya? Atau masih punya kekuatan untuk bergaining?

2024, ada 270 plt kepala daerah. Semua plt dipilih presiden dan memiliki kekuatan tersendiri. Apalagi jika jelang 2024 Jokowi menjadi ketua umum salah satu partai. Kemungkinan Jokowi menjadi ketua PDIP, Demokrat atau partai yang lain bukan hal mustahil. Nah, jika Jokowi memiliki partai, kekuatan bergainingnya akan tetap besar.

Diantara tokoh yang santer dan berpeluang maju di pilpres 2024 adalah Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno, Ridwan Kamil, dan sejumlah nama yang lain. Diantara nama-nama itu, siapa yang memungkinkan didukung Jokowi?

Semua tetap punya peluang untuk didukung Jokowi. Prabowo misalnya, cukup kuat dan dekat dengan Jokowi untuk saat ini. Tapi, jika Prabowo diusung oleh PDIP, maka pengaruh Jokowi ke Prabowo kalah kuat dengan Megawati. Apalagi, Prabowo dua kali pernah dikalahkan oleh Jokowi di pilpres 2014 dan 2019. Hiruk pikuk pilpres masa lalu bisa jadi resisten dan punya potensi kerentanan hubungan antara Jokowi dengan Prabowo. Tentu, ini akan jadi kalkulasi tersendiri bagi Jokowi.

Selain Prabowo, orang yang cukup dekat dengan Jokowi adalah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah. Lagi-lagi, Ganjar adalah kader PDIP. Tanpa jabatan presiden pasca 2024, Jokowi tidak akan dihitung kekuatannya oleh Megawati yang notabene menjadi penguasa di partai berlambang kepala banteng ini. Artinya, dominasi Megawati ke kader akan menihilkan pengaruh Jokowi. Kecuali jika Ganjar membelotvdan keluar dari PDIP.

Sandiaga Uno dan Ridwan Kamil tidak terlalu dekat, tapi akan sangat ditentukan oleh partai pengusung dan elektabilitas. Sandi kader Gerindra. Sulit mendapatkan tiket maju dari Gerindra mengingat Prabowo masih menjadi primadona di partai berlambang garuda ini. Kecuali jika Prabowo batal maju di pilpres 2024, Sandi akan punya peluang. Sementara Ridwan Kamil, selain tidak punya partai, elektabilitasnya juga tidak terlalu menonjol. Masih perlu kerja keras jika ingin dapat pinangan dan dukungan.

Mendukung Anies, kalkulasinya bagi Jokowi lebih rasional. Selain elektabilitas menjanjikan, Anies sulit dikalahkan jika maju di pilgub DKI lagi.

Anies mesti nyapres. Jika tidak, Anies akan bertarung di pilgub DKI lagi sebagai incumbent. Seandainya pun semua partai dihalangi untuk mengusung Anies nyagub di DKI, Anies masih bisa lewat jalur Independen. Di DKI, elektabilitas Anies tidak tertandingi. Akan sulit bagi siapapun untuk mengalahkan Anies di pilgub DKI 2024. Incumbent, prestasi cukup banyak dan populer, serta fanatisme pemilih masih sangat kuat. Soal ini, analis dan surveyer politik paham datanya.

Jika Jokowi berniat membawa putra sulungnya Gibran ke Jakarta, mesti menghindari lawan Anies. Masih terlalu berat dan tidak tepat waktu. Untuk menghindari lawan Anies di pilgub DKI, Anies mesti dicapreskan.

Jokowi dukung Anies ini akan jadi win win solution. Pertama, keduanya pernah punya sejarah kedekatan yang bisa direkatkan lagi. Kedua, rekonsiliasi bangsa ini akan bisa dijahit kembali. Anies punya karakter merangkul dan bersinergi dengan semua pihak. Ketiga, Anies tipe orang yang di dalam dirinya tidak ada kosa kata balas dendam. Siapapun, akan aman dan nyaman bersama Anies.

Tapi, apapun itu, presiden Jokowi pasti sudah punya rencana dan kalkulasi yang matang soal pilpres 2024. Karena ini menyangkut eksistensi politiknya setelah tidak lagi menjadi presiden.

Penulis adalah Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa.(tr/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Jokowi
 
  HNW Kritik Pihak Yang Ingin Menjerumuskan Jokowi Dengan Dekrit
  HNW Minta Jokowi Turun Tangan Meloby Raja Saudi
  Penjelasan Ahmad Basarah Soal Bipang Ambawang, Niat Jokowi Hanya Promosi Produk Bangsa Sendiri
  Jokowi Dukung Anies, Keterbelahan Berakhir
  Kemana Arah Politik Jokowi di Pilpres 2024?
 
ads1

  Berita Utama
Di HBA, Jaksa Agung Sampaikan 7 Perintah Harian Kepada Seluruh Jaksa

PKS: Meski Kasus Turun, Positivity Rate Indonesia Jauh Dari Standar WHO

Cara Mendapat Obat Gratis Khusus Pasien COVID-19 yang Isoman

Wakil Ketua MPR Tagih Janji Semua Bansos PPKM Darurat

 

ads2

  Berita Terkini
 
Vaksinasi Tuntas' Hasil Inisiasi Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Diapresiasi Gubernur DKI Anies Baswedan

Peringati HBA Ke-61, Kejari Ngada Adakan Baksos untuk Warga Isoman

Tes Covid-19 Menurun, Wakil Ketua MPR: Berbahaya, Seakan Covid-19 Menurun Namun Nyatanya Masih Tinggi

Irjen Kemenkumham: 3 Poin Keajaiban Berbagi Ditengah Pandemi Covid-19

Warga Merasa Nyaman Bayar Pajak di Samsat Cinere dan Depok karena Prokes Diterapkan dengan Baik

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2