Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Palestina
Mengapa Eksistensi Bangsa Palestina Perlu Didukung?
2021-06-13 18:27:25
 

Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir, M.Si. Ketua Umum PP Muhammadiyah.(Foto: Istimewa)
 
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Bangsa Palestina termasuk dalam salah satu bangsa tertua di dunia. Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir yang merupakan Profesor Sosiologi, bangsa Palestina telah mendiami wilayah Palestina sejak abad 12 Sebelum Masehi.

"Palestina sebagai bangsa, sebagai entitas itu memang tidak kemarin sore, tapi sudah menjadi bagian dari bangsa di dunia yang perjalanannya sangat panjang," jelasnya dalam Pengajian Bulanan PP Muhammadiyah, Jumat (11/6).

"Jadi 12 SM bangsa Yunani itu sudah mengenal bangsa Palestina yang dikenal dengan 'Philistia', kemudian sejak abad ke 2 SM, bangsa Romawi juga mengenal Syria-Palestine, dan bangsa ini yang menetap di kawasan sekarang di antara laut Mediterania dan sungai Yordan," imbuhnya.

Fakta inilah yang menurut Haedar penting diketahui untuk menguatkan dukungan terhadap eksistensi Palestina dari usaha pembersihan etnis politik Apartheid yang dilakukan penjajah Israel.

Bagi umat muslim, selain pengetahuan sejarah atas bangsa Palestina, dukungan terhadap mereka menurut Haedar adalah wujud keimanan. Sebab, bangsa Palestina maupun wilayah Palestina disebutkan secara jelas di dalam Alquran.

"Bagi kita kaum muslimin, Palestina bukan sekadar bangsa dan jazirah, tapi ada sejarah teologis yang kental dalam konteks historis karena di sana ada Masjidil Aqsha, dan masjid ini bagi umat Islam di manapun melekat dengan kota suci. Bahkan kan diabadikan di Surat Al Isra," terang Haedar.

"Maka tidak salah kalau kaum muslimin ada jiwa, ada rasa keterkaitan dengan jazirah Palestina karena di situ kan ada masjid dan kota suci," tutur Haedar.

"Ini merupakan jejak historis dan teologis yang tidak bisa lepas dari kaum muslim di seluruh dunia," tutupnya.(muhammadiyah/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Palestina
 
  BKSAP Desak DK PBB Bentuk Pasukan Perdamaian untuk Palestina
  HNW Mengutuk Keras Israel Yang Kembali Meneror Gaza
  Delegasi DPR Kunjungi Kamp Pengungsian Palestina di Yordania
  BKSAP: Indonesia Konsisten Dukung Kemerdekaan Palestina
  HNW: Stop Museum Holocaust di Tondano
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sekjen PBB Sebut Dunia Dalam Bahaya, HNW: PBB Jangan Mandul

HUT Lalu Lintas Polri ke-67, Kapolri Listyo Sigit Luncurkan Program Prioritas E-TLE Nasional

KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

OTT KPK di MA, Firli Kembali Tegaskan Pentingnya Orkestrasi Pemberantasan Korupsi

Diduga Merampas Tanah Warga Tanpa Hak, Juanda Mustapa Dilaporkan ke Kejaksaan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2