Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Peternakan
PKS: Peternak Menjerit, Kenapa Presiden Diam Saja?
2021-09-11 09:54:01
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Penangkapan oleh Polisi pada peternak yang protes minta tolong Presiden Jokowi harusnya tidak perlu dilakukan. Peternak yang sudah berjasa memberikan kontribusi positif dalam perekonomian nasional nasibnya semakin susah. Sekedar menyampaikan aspirasi kepada Presiden dalam kunjungan ke Blitar saja langsung di "amankan" oleh aparat.

"Coba polisi lihat dan baca apa aspirasi dan suara peternak ini, urusan nyawa dan nasib masa depan peternak nasional yang sedang sekarat karena harga jagung yang terus naik" kata Riyono Ketua DPP PKS bidang Tani dan Nelayan

Sikap dan perlakuan yang ditunjukkan oleh aparat berlebihan, harusnya dengan persuasif serta pembinaan kepada warga yang mungkin juga tidak paham regulasi pengamanan Presiden. Data dari Pinsar dan Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan), 68% kebutuhan ayam nasional dipenuhi oleh pengusaha besar yang rata-rata pemodal asing. Peternak lokal hanya mengisi 20 - 30%, bahkan tahun 2021 ini kondisi bisa jadi 90% sudah dikuasai oleh kinglomerasi. Peternak lokal tinggal 10%.

"Kenapa Presiden tidak melihat dan berdialog langsung dengan peternak yang menyuarakan aspirasi? Kalau mau sejenak turun dan mendengarkan akan mendapatkan solusi. Suara peternak tersebut adalah suara peternak rakyat seluruh Indonesia" ujar Riyono.

Terkait protes peternak yang mengeluhkan harga jagung mahal sebagai bahan utama pakan ternak memang cukup berat bagi binsis peternakan rakyat. Apalagi yang menggunakan sistem kemitraan. Harga daging ayam dan telur terus turun.

"Pak Presiden kalau kunjungan jangan hanya melihat yang enak - enak saja, sekali - kali dengarkan suara pahit rakyatmu yang bisa jadi itu adalah kondisi faktual yang belum anda ketahui" tutup Riyono.(PKS/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Peternakan
 
  PKS: Peternak Menjerit, Kenapa Presiden Diam Saja?
  Peternak Ayam Petelur Ngadu Sulit Dapat Pakan Jagung
  Peternak Rakyat Resahkan Melambungnya Harga Jagung
  Program Sejuta Ternak Pacu Peningkatan Ekonomi
  Peternak Keluhkan Kegagalan Reproduksi Sapi
 
ads1

  Berita Utama
Demokrat Minta Presiden Jelaskan Alasan APBN Boleh Digunakan untuk Proyek Kereta Cepat

Kemenag: Antisipasi Kasus Baru Covid, Libur Maulid Nabi Digeser 20 Oktober

Khawatir Presiden Terpilih Bukan Orang Indonesia Asli, Guru Honorer SMK Uji UU Pemilu

Kartunis Swedia yang Menggambar Nabi Muhammad Tewas Kecelakaan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Sederet Fakta Soal Banteng Vs Celeng di PDIP

Tak Ada Pengibaran Merah Putih di Piala Thomas, Legenda Bulutangkis Indonesia: Memalukan!

Tim Indonesia Tundukkan Regu China 3-0, 'Kemenangan untuk Seluruh Rakyat'

Resmi, Jakarta Tuan Rumah Balap Mobil Listrik Formula E 2022

Di Pedalaman Indonesia, Banyak Sekolah Muhammadiyah Berdiri Lebih Dulu Daripada Sekolah Pemerintah

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2