Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Palestina
Palestina-Israel: Joe Biden Setuju Jual Senjata Saat Israel Terus Gempur Gaza, Erdogan: 'Anda sedang Menulis Sejarah dengan Tangan Berdarah'
2021-05-20 03:00:46
 

Foto ilustrasi. Joe Biden ketika masih menjabat Wakil Presiden AS bersalaman dengan PM Israel Benjamin Netanyahu 9 Maret 2010 di Yerusalem.(Foto: GPO VIA GETTY IMAGES)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Pemerintah AS telah menyetujui penjualan senjata kendali berpresisi ke Israel dengan nilai kontrak US$735 juta (sekitar Rp10,5 triliun), langkah yang menimbulkan sorotan tajam dari kalangan politisi di Washington maupun pemimpin di negara lain saat Israel sedang bertikai dengan kelompok Hamas di Palestina.

Menurut kantor berita Reuters, lampu hijau dari pemerintahan Presiden Joe Biden soal penjualan senjata ke Israel bersumber dari kalangan politisi di Kongres AS.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, pun langsung mengritik sikap pemerintah AS itu.

"Hari ini kita menyaksikan tanda tangan Biden untuk [penjualan] senjata ke Israel...Ini merupakan persetujuan untuk menjual 850.000 senjata yang sangat sangat penting, kata Erdogan dalam siaran televisi setelah rapat kabinet pada Senin waktu setempat (17/5).

"Anda sedang menulis sejarah dengan tangan berdarah," kata Erdogan dalam pernyataan yang diarahkan ke Presiden AS, Joe Biden.

"Anda membuat kami terpaksa berkata seperti ini. Karena kami tidak bisa tinggal diam soal ini," lanjut Erdogan yang mendapat dukungan dari Timur Tengah karena selalu vokal memperjuangkan Palestina selama 18 tahun kepemimpinan di Turki.

Kritik atas Biden pun dilontarkan oleh anggota DPR AS, Ilhan Omar, politisi dari Partai Demokrat yang membawa Biden menjadi presiden AS.

"Akan sangat mengerikan bagi Pemerintahan Biden melanjutkan kesepakatan senjata kendali berpresisi US$735 juta ke Netanyahu tanpa syarat setelah meningkatnya kekerasan dan serangan terhadap warga sipil," ujar anggota Komisi Hubungan Luar Negeri DPR AS itu, Senin (17/05), seperti yang dikutip Washington Post.

"Jika berjalan lancar, ini akan dilihat sebagai lampu hijau untuk eskalasi lanjutan dan akan melemahkan setiap upaya untuk menengahi gencatan senjatam," lanjutnya.

Belum ada komentar dari Gedung Putih terkait kabar penjualan senjata AS ke Israel itu.

"Biden-dukung-gencatan-senjata-tapi-blokir-pernyataan-Dewan-Keamanan-PBB"

Biden dukung gencatan senjata, tapi blokir pernyataan Dewan Keamanan PBB

Biden sendiri di depan publik baru sebatas melontarkan dukungan gencatan senjata setelah lebih dari sepekan kekerasan antara Israel dan kelompok Palestina di Gaza.

Kepada PM Israel, Benjamin Netanyahu, Biden mengatakan AS tengah bekerja sama dengan Mesir dan negara-negara lain untuk menghentikan konflik.

Namun, di sisi lain, AS kembali memblokir pernyataan Dewan Keamanan PBB yang menyerukan penghentian kekerasan.

Pertikaian Israel-Palestina kini memasuki pekan kedua, dan belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Israel terus melancarkan serangan udara ke Gaza pada Selasa dini hari (18/05). Militernya mengatakan puluhan roket ditembakkan ke wilayah itu sepanjang malam.

Sedikitnya 212 orang Palestina, termasuk 100 perempuan dan anak-anak, terbunuh di Gaza, menurut otoritas kesehatan setempat. Sedangkan di Israel, 10 orang termasuk dua anak-anak tewas, menurut pihak medis.






Gaza


SUMBER GAMBAR,ANADOLU AGENCY VIA GETTY IMAGES



Keterangan gambar,


Ibu dan anak-anak menyaksikan jatuhan rudal yang ditembakkan Israel di Kota Gaza, 18 Mei 2021





Israel pun meluncurkan puluhan serangan udara ke Jalur Gaza Senin (17/05) setelah kelompok Hamas melancarkan serangan roket ke kota-kota di Israel selatan.

Serangan sebelum fajar di Gaza itu termasuk yang paling parah sejak konflik mulai seminggu lalu.

Israel mengatakan mereka menghantam fasilitas milik Hamas dan beberapa kediaman komandan, namun jalan utama dan aliran listrik juga rusak.

Pejabat Palestina di Gaza mengatakan serangan itu menyebabkan mati listrik dan menghancurkan ratusan rumah dan gedung lain.

Korban jiwa di kawasan ini mencapai 200 orang termasuk 59 anak-anak, 35 perempuan dan 1.305 luka-luka, menurut kementerian kesehatan. Sementara Israel mengatakan lebih dari 130 militan termasuk yang tewas, namun Hamas menyanggah.

Seruan internasional agar dilanjutkan gencatan senjata semakin meningkat.

Presiden Mesir, Abdul Fattah al-Sisi mengatakan Senin negaranya akan berupaya keras "agar tercapai gencatan senjata."

Serangan paling mematikan






Israel, Palestina


SUMBER GAMBAR,MAHMUD HAMS/GETTY IMAGES



Keterangan gambar,


Militer Israel terus menggencarkan serangan udara ke Jalur Gaza. Demikian pula kelompok Hamas yang melesatkan roket ke kawasan Israel.





Serangan Israel ke Gaza pada Minggu (16/05) adalah yang paling mematikan sejak pertikaian terkini antara Israel dan kelompok Palestina dimulai sepekan lalu, menurut sejumlah pejabat Palestina.

Sebanyak 42 orang meninggal dunia dalam serangan udara Israel ke wilayah Gaza, pada Minggu (16/05). Di antara korban terbaru, menurut pihak berwenang di Gaza, terdapat 16 perempuan dan 10 anak-anak.

Dengan demikian berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza yang dikuasai Hamas, sejak konflik pecah pada Senin pekan lalu (10/05), setidaknya 188 warga terbunuh di Gaza, di antaranya mencakup 55 anak-anak dan 33 perempuan, serta 1.230 orang luka.

Di pihak Israel sebagaimana dikatakan pejabat setempat, 10 orang termasuk dua anak-anak meninggal dunia akibat serangan roket Hamas di Israel.

Jumlah korban diperkirakan terus bertambah mengingat Israel dan kelompok Palestina terus menggencarkan serangan.

Pada Senin (17/05) dini hari waktu setempat, pesawat-pesawat tempur Israel meluncurkan 80 serangan udara ke beberapa daerah di Gaza, sesaat setelah kelompok Hamas menembakkan rentetan roket ke kawasan selatan Israel.






Seorang bocah di Gaza pada Minggu (16/05)


SUMBER GAMBAR,REUTERS



Keterangan gambar,


Seorang bocah berhasil diselamatkan dari reruntuhan gedung yang dibom Israel di Gaza pada Minggu (16/05).





Sementara itu, Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan pada Minggu (16/05) untuk membahas eskalasi kekerasan antara Israel dengan Hamas di Gaza.

Sekjen PBB Antonio Guterres membuka sidang dengan menyebut kekerasan itu "benar-benar mengerikan" dan menegaskan pertempuran harus diakhiri sekarang juga.

Sidang dibuka beberapa jam setelah militer Israel mengatakan telah mengebom rumah pemimpin politik kelompok Hamas dalam gelombang serangan udara di Jalur Gaza pada Minggu (16/05) pagi.






Rockets are seen in the night sky fired towards Israel from Beit Lahia in the northern Gaza Strip on May 14, 2021


SUMBER GAMBAR,AFP



Keterangan gambar,


Rudal dari sistem pertahanan Iron Dome Israel diluncurkan untuk mencegat roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza.





Apa yang dikatakan Netanyahu?

Berbicara dalam pidato yang disiarkan televisi pada Sabtu malam, Netanyahu mengatakan serangan akan terus berlanjut "selama diperlukan" dan menegaskan bahwa segala kemungkinan telah dilakukan untuk membatasi korban sipil.<

"Pihak yang menanggung kesalahan atas konfrontasi ini bukanlah kami, melainkan mereka yang menyerang kami," kata Netanyahu.

Pada hari Sabtu, militer Israel meledakkan blok menara di Kota Gaza yang digunakan oleh media internasional setelah mengeluarkan peringatan untuk mengevakuasi orang-orang yang ada di gedung itu.






Funerals in Gaza, 15 May


SUMBER GAMBAR,REUTERS



Keterangan gambar,


Pemakaman warga Palestina yang menjadi serangan udara Israel pada 15 Mei 2021.





Gedung Putih mengatakan Presiden Biden prihatin atas kematian di kedua sisi dan menyerukan agar wartawan dilindungi, setelah gedung yang menjadi kantor bagi sejumlah media asing hancur.

Biden juga berbicara, untuk pertama kalinya sejak menjabat, dengan Presiden Abbas. Ia mengatakan kepadanya bahwa dia berkomitmen untuk "memperkuat kemitraan AS-Palestina".

Dia juga mengatakan tembakan roket Hamas ke Israel harus dihentikan. Tetapi AS tidak akan berbicara dengan Hamas, karena menganggap mereka sebagai organisasi teroris.

Biden mengatakan kepada kedua pemimpin bahwa dia tetap berkomitmen untuk menemukan solusi dua negara untuk konflik tersebut.

Sabtu (15/05) adalah hari rakyat Palestina memperingati apa yang mereka sebut al-Nakba atau bencana, saat Israel masuk pada 1948.






Seorang anak di Gaza, di tengah reruntuhan gedung.


SUMBER GAMBAR,REUTERS



Keterangan gambar,


Seorang anak di Gaza, di tengah reruntuhan gedung.





Militer Israel mengatakan mereka berwaspada menyusul kerusuhan lebih lanjut di antara penduduk keturunan Arab, di Tepi Barat.

Ribuan orang protes pro-Palestina di banyak kota Eropa

Sementara di berbagai kota dunia, para pengunjuk rasa membawa bendera Palestina dalam protes pro-Palestina di banyak kota dunia, termasuk Bangladesh, Yordania, Kosovo dan Turki.






Unjuk rasa mendukung Palestina di London, Sabtu (15/05).


SUMBER GAMBAR,REUTERS



Keterangan gambar,


Unjuk rasa mendukung Palestina di London, Sabtu (15/05).











Protes pro-Palestina di London.


SUMBER GAMBAR,REUTERS



Keterangan gambar,


Demonstran di tengah kota London.











Pengunjuk rasa di depan kedutaan Israel di Kensington, London.


SUMBER GAMBAR,REUTERS



Keterangan gambar,


Pengunjuk rasa di depan kedutaan Israel di Kensington, London.





Unjuk rasa pro-Palestina juga berlangsung di banyak kota Eropa. Di Inggris, protes ribuan orang berlangsung di London, Manchester dan Liverpool serta Birmingham.
Di Paris, polisi anti-huru hara menggunakan meriam air dan gas air mata untuk membubarkan ribuan demonstran yang tidak mengindahkan pembatasan terkait pandemi.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Palestina
 
  Luapan Kemarahan Warga Palestina Atas Sikap Autokritik Pemerintah Mereka Sendiri
  Mengapa Eksistensi Bangsa Palestina Perlu Didukung?
  Forum Alumni Kelompok Cipayung Galang Bantuan Kemanusiaan ke Palestina, Ahmad Basarah: Karena Alasan Kemanusiaan dan Kebangsaan
  Banyak Elit Tak Paham, Haedar: Mendukung Palestina Adalah Amanat Konstitusi
  HNW Minta Indonesia Terus Mendukung Kemerdekaan Palestina
 
ads1

  Berita Utama
Irwan Fecho: Mereka Sadar Kekuasaan di Ujung Tanduk, Sehingga Demokrat Harus Jadi Kambing Hitam

Di HBA, Jaksa Agung Sampaikan 7 Perintah Harian Kepada Seluruh Jaksa

PKS: Meski Kasus Turun, Positivity Rate Indonesia Jauh Dari Standar WHO

Cara Mendapat Obat Gratis Khusus Pasien COVID-19 yang Isoman

 

ads2

  Berita Terkini
 
Anggota Majelis Tinggi Demokrat: Wamendes Jadi Buzzerp, Penyebar Fitnah Karena Prestasinya Buruk

Pemerintah Longgarkan Aturan PPKM, PKL dan Usaha Kecil Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

Benny Rhamdani Protes Keras Soal Perlakuan Oknum Imigrasi Malaysia: Sita Barang Milik PMI Tapi Tak Dikembalikan

Penertiban Aset: Upaya Bersama Antara KPK, Pemerintah Daerah, juga Jurnalis

Irwan Fecho: Mereka Sadar Kekuasaan di Ujung Tanduk, Sehingga Demokrat Harus Jadi Kambing Hitam

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2