Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Perdata    
Pailit
Paprik Pupuk PT MGI Surabaya Jatim Terancam di Pailitkan, Apabila Tak Bisa Bayar Hutang
2021-04-19 21:28:56
 

 
SURABAYA - Berita HUKUM - Sidang lanjutan atas Kewajiban Pembayaran Utang di Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), sementara dengan tergugat PT Magnesium Gosari International alias PT.MGI Surabaya Jawa Timur (Jatim) yang merupakan salah satu anak perusahaan BUMN dari PT. PPA Kapital yang bekerja sama dengan PT. Polowijo Gresik, di Gugat Oleh PT. Hua Yao Energy di Pengadilan Negeri Niaga Surabaya, Jawa Timur dengan register nomor perkara 23/Pdt.Sus-PKPU/2021/PN Niaga Surabaya.

Sidang lanjutan atas penundaan pekan lalu yang dijadwalkan Senin (19/4) pukul 09.00 WIB dengan Agenda Pembacaan Putusan yang di hadiri oleh para kuasa Hukum Tergugat dan Penggugat sempat terjadi interupsi.

Dalam sidang tersebut hadir pula kuasa hukum kreditur yang baru yaitu pengacara Sujiono & Associates Law Firm.

Jadwal sidang sempat tertunda karena hakim datang terlambat 1 jam dari waktu yang di jadwalkan. Sidang baru dimulai pada pukul 10.00 WIB, hal tersebut membuat para penggugat dan tergugat menunggu cukup lama di ruang sidang.

Suasana sidang sendiri berjalan cukup kondusif, di awal sidang hakim mempertanyakan perihal Proposal Perdamaian yang di ajukan oleh Tergugat yaitu PT. MGI kepada para Penggugatnya, "Apakah proposal yang diajukan disetujui dan terjadi perdamaian atau persidangan akan tetap dilanjutkan", tanya Ketua Majelis Hakim yang memimpin sidang.

Bahwa hingga saat ini belum ada perdamaian antara PT. Hua yao energy dengan MGI

Kuasa Hukum Penggugat dari Team Pengacara Sujiono & associates yang mewakili kreditur yaitu PT. Hua Yao, Sujiono, SH, saat ditemui terpisah mengatakan, sebenarnya target kami adalah pembayaran piutang, namun saat ini mungkin kita akan pailitkan PT. Magnesium Gosari International.

"Sebenernya target kami adalah pembayaran piutang, namun saat ini mungkin kita akan pailitkan PT. Magnesium Gosari International," ujar Sujiono, SH.

Selaku Kuasa Hukum Kreditur, Sujiono SH juga menyatakan bahwa dari PT. MGI yang kebiasaannya tidak membayar utang, sedangkan kreditur juga lebih dari satu. Bahwa hingga saat ini MGI tidak ada upaya untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Jika dalam 7 hari ke depan ternyata MGI juga tidak ada etiket baik maka tentu akan ada putusan PKPU atas kepailitan, sementara saat kni kami juga menampung beberapa kreditur lain yang juga tidak dibayar oleh MGI," ujar Sujiono.

"Ada lima P.O setidaknya senilai Rp 3 milyar lebih invoice klien kami yang tidak dibayar oleh MGI. Bahwa kami tim kuasa hukum juga mempersiapkan untuk Laporan Polisi ke Polda Jatim atas dugaan pelanggaran Pasal 372, jo Pasal 378, jo Pasal 379a KUHP yang dilakukan oleh direktur MGI. Ini kan berarti bisnis yang curang, kami sangat yakin segera setelah Laporan Polisi maka segera akan ditetapkan tersangka," tegas Sujiono.

Ditambahkan Sujiono, bahwa belakangan diketahui PT. PPA Kapital (BUMN) investasi 1 triliun rupiah pada PT. MGI, bekerjasama dengan PT. Polowijo Gosari.

Lanjutan sidang yang di gelar Senin (19/4) dengan agenda pemeriksaan lanjutan aras berkas data dari kreditur yang lainnya, dan setelah pemeriksaan berkas data kreditur baru di serahkan Kuasa Hukum Pengugat, Majelis Hakim Memutuskan untuk menunda persidangan dan di agendakan persidangan kembali pada hari Senin tanggal 26 April mendatang.

"Jika Majelis Hakim akhirnya mengabulkan gugatan PT. Hua Yao Enegry, Maka kami yakin PT. MGI Terancam dipailitkan," pungkas Sujiono.(bh/gaj)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Aturan Maritim Baru China Klaim LCS, Wakil Ketua MPR: Ini Jelas Tindakan Provokasi, Indonesia Harus Bersikap Keras dan Tegas

Biaya Bengkak Proyek Kereta Cepat, Politisi PKS: Sejak Awal Diprediksi Bermasalah

Cegah Masuknya Varian Baru Covid-19 Mu, DPR Minta Pemerintah Perketat Deteksi di Pintu Masuk

PKS: Peternak Menjerit, Kenapa Presiden Diam Saja?

 

ads2

  Berita Terkini
 
Fadli Zon Ungkap Maksud Jahat China di LCS, Mau Mengambil Wilayah Kedaulatan RI

Kapal Perang China Mondar-mandir di Natuna, Said Didu: Mana Nih Peneriak NKRI Harga Mati?

PLTA Saguling Penting dalam Suplai Listrik Jawa-Bali

HNW Ingatkan Pentingnya Merawat Persatuan Umat Untuk Menjaga Kedaulatan NKRI

PKS: Presiden Tidak Serius Melindungi Laut Indonesia, Kapal Bakamla Kekurangan BBM

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2