Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Kasus Tanah
Pasca Penghancuran dan Pengrusakan Tanah Milik Hendro Kimanto, Terdakwa Ahmad Gozali di Hukum 2,6 Tahun Penjara
2021-05-25 10:59:32
 

 
TANGGERANG, Berita HUKUM - Akhirnya terdakwa H. Ahmad Gozali bin H Sabirin (62) yang didakwa melakukan penghancuran dan pengrusakan tanah milik Hendro Komanto, dihukum 2,6 tahun. Vonis Majelis Hakim yang diketuai Agus Iskandar ini lebih ringan 6 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suheli, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, pada Senin (24/5)

"Terdakwa H Ahmad Gozali terlah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tidan pidana sesuai surat dakwaan dan tuntutan jaksa penuntut umum. Oleh karenanya dia dihukum pidana selama 2 tahun 6 bulan pemjara," ujar Ketua Majelis Hakim Agus Iskandar di PN Tanggerang pada Senin (24/5).

Dakwaan

Seperti yang diketahui, dalam persidangan sebelumnya JPU Suheli, SH, dalam dakwaannya mengatakan terdakwa H Ahmad Gozali diduga telah melakukan pengrusakan dan menghancurkan tanah milik saksi pelapor. Hendro Kimanto. Perbuatan yang dilakukan terdakwa Ahmad Gozali dengan menggunakan Cut and Fill, dengan alat berat sebanyak 5 Cobelco, Buldozer dan tiga Dump Truck yang dilakukannya dengan menyuruh kontraktor Aldi sekitar Desember tahun 2017.
Dijelaskan JPU dalam dakwaanya, perbuatan terdakwa Ahmad Gozali diawali dengan mencari pemilik tanah yang terletak di Desa Sukamanah Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang, khususnya di Blok 8.

Kemudian lanjut JPU, foto copy Sertifikat kepemilikan tanah tersebut ahirnya diperoleh terdakwa Ahmad Gozali sekitar Desember 2017.Dengan dasar foto copy Sertifikat tanah tersebut terdakwa melakukan Cut and Fill agar masyarakat pemilik serifikat asli ataupun bukti kepemilikan asli datang menghubungi terdakwa dan rencananya akan dibeli terdakwa untuk dilakukan pembangunan perumahan.

"Dalam pengerjaan Cut and Fill yang berlangsung selama tiga bulan ini, terdakwa Ahmad Gozali menggunakan 5 unit alat berat Belco, tiga Damp Truck, dan tiga Buldozer. Perbuatan Cut and Fill yerdalwa dilakukannya dengan menyuruh Aldi (belum tertangkap) selaku kontraktor dan tanpa ada Surat Perintah Kerja (SPK) kepada Aldi, " ujarnya

Setelah melakukan Cut and Fill kata JPU Suheli terdakwa mendapatkan informasi bahwa pemilik atas tanah di Blok 8 Desa Sukamanah adalah korban Hendro Kimanto dan yang dipercaya mengurus tanah tersebut adalah H Med Saefudin dan H Sobri.

Lalu dia meminta H Med Syaefudin mempertemukannya dengan Hendro Kimanto.
H Med Saefudin menyatakan bersedia mempertemukan terdakwa Ahmad Gozali dengan Hendro Kimanto dengan syarat terdakwa harus melakukan pembayaran sesuai dengan harga tanah yang telah diberikan oleh korban Hendro Kimanto. Kemudian pada 4 April 2018 terdakwa melakukan pertemuan dengan korban Hendro Kimanto di Notaris Abror dengan alamat di Tangerang sesuai dengan penunjukan korban Hendro Kimanto.

"Tujuan pertemuan tersebut merupakan bukti keseriusan terdakwa untuk melakukan pembelian tanah milik korban dan disepakati dalam perjanjian kesepakatan Jual Beli atau pelepasan Hak atas tanah di Desa Sukamanah Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang dengan luas 115 Ha yang mencakup Blok 5, Blok 6, Blok 7, Blok 8, Blok 9, Blok 10, Blok 11, Blok 12 Blok 13 dan Blok Sipon yang terletak di wilatlyah Kabupaten Bogor, " jelas Suheli.

Dalam perjanjian disepakati harga sebesar Rp 287.500.000.000 dan dengan jangka waktu pembayaran selama 6 bulan terhitung sejak dibuatnya kesepakatan. Dalam tenggang waktu yang telah ditentukan tersebut, terdakwa tidak bisa melakukan pembayaran, yang terjadi pembatalan sepikhak.

"Akibat perbuatan terdakwa, korban Hendro Kimanto mengalami kerugian sebesar Rp 35 Miliar. Perbuatan terdakwa Ahmad Gozali didakwa telah melanggar pasal Pasal 170 ayat (1) KUHPidana jo Pasal 406 ayat (1) KUHPidana, " pungkasnya.(bh/ams)



 
   Berita Terkait > Kasus Tanah
 
  Sertifikat Adalah Bukti Kepemilikan Sah Atas Tanah
  Penyelesaian Konflik Tanah Harus Perhitungkan Aspek Hukum dan Non Hukum
  Pasca Penghancuran dan Pengrusakan Tanah Milik Hendro Kimanto, Terdakwa Ahmad Gozali di Hukum 2,6 Tahun Penjara
  Anev Secara Virtual, Kasubdit Harda Ditreskrimum PMJ: Nyok Jaga Jakarta dari Mafia Tanah
  'Mafia Tanah' Diduga Bermain di Bumi Sakinah 2, Advokat Pondang Saragih: Berharap PS PN Bekasi Mengungkap Fakta Hukum dan Status Kepemilikan Tanahnya
 
ads1

  Berita Utama
Irwan Fecho: Mereka Sadar Kekuasaan di Ujung Tanduk, Sehingga Demokrat Harus Jadi Kambing Hitam

Di HBA, Jaksa Agung Sampaikan 7 Perintah Harian Kepada Seluruh Jaksa

PKS: Meski Kasus Turun, Positivity Rate Indonesia Jauh Dari Standar WHO

Cara Mendapat Obat Gratis Khusus Pasien COVID-19 yang Isoman

 

ads2

  Berita Terkini
 
Anggota Majelis Tinggi Demokrat: Wamendes Jadi Buzzerp, Penyebar Fitnah Karena Prestasinya Buruk

Pemerintah Longgarkan Aturan PPKM, PKL dan Usaha Kecil Diizinkan Beroperasi dengan Prokes Ketat

Benny Rhamdani Protes Keras Soal Perlakuan Oknum Imigrasi Malaysia: Sita Barang Milik PMI Tapi Tak Dikembalikan

Penertiban Aset: Upaya Bersama Antara KPK, Pemerintah Daerah, juga Jurnalis

Irwan Fecho: Mereka Sadar Kekuasaan di Ujung Tanduk, Sehingga Demokrat Harus Jadi Kambing Hitam

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2