Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Inggris
Rishi Sunak: Siapa Dia dan Mengapa Dia Mau Menjadi Perdana Menteri Inggris Sekarang?
2022-10-28 06:07:31
 

Raja Charles menerima Rishi Sunak dan memintanya membentuk kabinet, pertanda dimulainya masa jabatan perdana menteri baru.(Foto: Istimewa)
 
INGGRIS, Berita HUKUM - Rishi Sunak mulai berkantor dan berdomisili di Downing Street, London, untuk pertama kalinya sebagai perdana menteri Inggris sesudah ditunjuk oleh Raja Charles III pada Selasa (25/10).

Sehari sebelumnya, mantan menteri keuangan itu terpilih sebagai ketua Partai Konservatif yang berkuasa, menggantikan Liz Truss yang mundur setelah baru 45 hari berkuasa.

Dalam pidato perdana, Sunak membeberkan arah kebijakannya untuk mengatasi krisis ekonomi yang dalam. Dia juga mengakui bahwa pendahulunya, Liz Truss, membuat kesalahan dan dia berjanji untuk memperbaikinya.

"Dia tidak keliru berkeinginan meningkatkan pertumbuhan di negara ini dan saya mengagumi tekadnya untuk membawa angin segar tetapi terjadi kesalahan dan saya telah dipilih sebagai pemimpin partai saya dan perdana menteri Anda, antara lain untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu dan prosesnya dimulai seketika," kata PM Sunak di depan kantor perdana menteri.

"Saya akan menempatkan stabilitas ekonomi dan keyakinan sebagai prioritas agenda pemerintah. Ini berarti akan ada keputusan-keputusan sulit," tambahnya.

Sunak, 42, tercatat sebagai orang pertama dari kalangan kulit berwarna yang menjabat sebagai perdana menteri Inggris. Penganut agama Hindu itu juga menjadi perdana menteri termuda pertama dalam kurun waktu lebih dari 200 tahun.

Partai-partai oposisi menegaskan Sunak tidak mempunyai mandat untuk memerintah dan mereka menuntut pemilu digelar.

Jabatan ini juga memberikan peluang kepada penyandangnya untuk melakukan hal-hal baik dan memperbaiki kehidupan banyak orang. Dan apapun yang terjadi, perdana menteri akan menorehkan nama dalam sejarah.

Namun di saat seperti sekarang ini, mengapa masih ada orang yang mau menempatkan diri dalam pemilihan pemimpin partai dan menjadi perdana menteri?

Pertanyaan ini diajukan oleh presenter BBC, Laura Kuenssberg, kepada seorang staf senior Downing Street. Respons yang diterimanya adalah, "Sejujurnya saya juga tidak tahu jawabannya."

Pada daftar permasalahan yang harus segera diselesaikan oleh perdana menteri baru Inggris, hal teratas adalah permasalahan ekonomi yang sedang mendera negara itu.

Inggris sedang meluncur ke garis kemiskinan dan publik merasakan itu - atau seperti yang dikatakan oleh seorang menteri di kabinet, "Kita punya masalah yang sama seperti sebelumnya dan ditambah dengan krisis ekonomi."

Kekacauan yang diciptakan oleh pemerintahan Liz Truss yang hanya bertahan 45 hari telah membuat Partai Konservatif - atau Tory - menjadi bagian dari masalah itu.

Keputusan-keputusannya, yang kemudian dengan cepat dibatalkan, telah menjadikan Inggris diperlakukan dengan brutal di berbagai bursa keuangan.

Akan ada lebih banyak keluarga dan pengusaha yang hidup lebih susah dan banyak dari mereka akan menyalahkan Tory atas kesulitan keuangan yang menghadang nanti.

Sunak akan punya lebih sedikit dana untuk dialokasikan ke kepentingan umum.

Badan kesehatan Inggris, NHS, telah kehabisan uang, begitu pun banyak sektor jasa untuk lansia dan orang-orang dengan disabilitas. Sektor pendidikan kesusahan mengejar ketertinggalan setelah Covid.

Sektor transportasi melemah. Ada pula masalah dengan pembangunan rumah-rumah. Belum lagi tantangan perubahan iklim dan ketersediaan energi. Daftar masalah ini bisa terus bertambah panjang.

Ada alasan mengapa Menteri Keuangan Jeremy Hunt mengatakan akan ada "keputusan-keputusan sulit". Pemotongan akan terjadi, dan bukan hanya karena tingkat inflasi sedang tinggi-tingginya.

Di luar Inggris, dukungan negara ini untuk Ukraina tak perlu dipertanyakan lagi - tapi sejauh ini tak ada yang bisa mengatakan sampai kapan perang akan berlangsung, atau bagaimana akan berakhir.

Bagaimana Inggris dan sekutunya menghadapi China? Kemudian perselisihan dengan Uni Eropa tentang perbatasan Irlandia, sisa masalah yang dibawa Brexit, belum juga selesai.

Di atas kertas, perdana menteri yang baru harus punya kemampuan politik untuk setidaknya memulai menyelesaikan berbagai masalah itu, karena Tory memiliki suara mayoritas sangat besar secara proporsi di Parlemen.

Tapi segala permasalahan internal partai tersebut telah membuat "partai itu tak bisa diatur," meminjam kata-kata seorang menteri di kabinet.

Siapa Rishi Sunak?

Mantan menteri keuangan ini berada di urutan kedua, di belakang Liz Truss, pada pemilihan pemimpin Partai Konservatif yang berlangsung bulan lalu.

Dia muncul sebagai kandidat utama setelah mantan Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan tak akan turut bertarung. Sunak memiliki pendukung terbuka yang terbanyak di antara anggota parlemen Konservatif.

Dalam pemilihan sebelumnya melawan Truss, dia telah memperingatkan rencana pajak lawannya itu akan menenggelamkan perekonomian Inggris. Namun ia gagal meyakinkan anggota partainya dan kalah dengan 21.000 suara.

Orang tua Sunak bermigrasi ke Inggris dari Afrika timur dan keduanya berasal dari India. Sunak menjadi perdana menteri Inggris pertama yang berlatar belakang Inggris-Asia.

Lahir di Southampton, Sunak tumbuh dengan bersekolah swasta, kemudian menempuh pendidikan tinggi di Universitas Oxford, Inggris, lalu Stanford, Amerika Serikat.

Dia menjadi anggota parlemen pada 2015 dan meski hanya sedikit orang di Westminster pernah mendengar namanya, dia menjadi menteri keuangan pada Februari 2020.

Di masa awal jabatannya, dia sudah harus menghadapi pandemi dan menghabiskan banyak uang untuk menjaga keberlangsungan perekonomian, yang melambungkan popularitasnya.

Meski begitu, reputasinya sempat ternoda setelah adanya kontroversi soal pajak dari istrinya, dan tak lama dia juga didenda karena melanggar aturan karantina wilayah.

Anggota Partai Konservatif di Parlemen, kemungkinan menjadi perdana menteri berlatar belakang Inggris-Asia pertama

Untuk memenangi kursi perdana menteri kali ini, Sunak barus berhadapan dengan dua sosok besar lainnya.

Salah satunya adalah Boris Johnson - yang dipaksa lengser dari kursi perdana menteri oleh rekan-rekan separtainya sendiri.

Meski begitu, masih ada sebagian anggota Tory yang kecewa dia mundur - dan mereka meyakini sekarang adalah waktu tepat untuk Johnson kembali.

Salah satu pendukungnya di kabinet berkata, "dia penting untuk kita di 2019, dan dia penting untuk kita sekarang" - setengah bercanda mengatakan mereka sedang merancang "kebangkitan terbesar setelah Lazarus".

Tapi bukan berarti ide ini dengan mudah diterima orang. Seorang mantan menteri berkata dengan khawatir, "Separuh dari Partai Tory akan kesal dan 90% warga negara ini akan kesal."

Boris Johnson, tak diragukan lagi, adalah selebriti politikus terbesar saat ini. Namun banyak rekan separtainya yang meyakini dia terkenal karena keburukannya, bukan karena dikagumi.

Jika Johnson tidak bisa mendamaikan partainya di bawah kepemimpinannya yang lalu, lantas apa yang akan berbeda sekarang? Meski begitu, Johnson tetap menjadi risiko besar bagi Sunak, yang digadang-gadang menjadi favorit banyak anggota parlemen.

Beberapa kalangan menyalahkan Sunak atas kejatuhan Johnson dan mungkin tidak akan pernah sepenuhnya menerima dirinya sebagai pemimpin. Seorang sumber berkata, "Ada bagian besar Partai Konservatif yang tidak mau bekerja di bawah Rishi."

Para pendukung Sunak dan Johnson sama-sama merasa lawan mereka tidak akan bisa mempersatukan partai, yang akan membawa Tory dalam "lingkaran setan argumen", menurut seorang menteri kabinet.

Menurut polling terbaru, di luar Gedung Parlemen Westminster, kepopuleran Partai Konservatif merosot jauh. Hanya kepemimpinan seorang manusia super saja yang dapat menyelamatkan reputasi partai saat ini.

Lantas, mengapa masih ada yang menginginkan jabatan perdana menteri di saat sekarang ini?

Itulah politik. Percampuran antara panggilan mulia untuk melayani masyarakat dan nafsu untuk menuruti ambisi.

Atau seperti yang pernah dikatakan oleh seorang menteri senior, "Akan selalu ada seseorang dari Partai Tory yang meyakini mereka adalah orang terpilih yang dapat memimpin semua orang di tanah yang dijanjikan."

Wartawan politik BBC Nick Eardley mengatakan Sunak memulai jabatan di saat situasi ekonomi yang sangat sulit.

Publik di Inggris tidak mendapatkan penjelasan tentang rencana ekonominya sejak kontes pemilihan ketua Partai Konservatif beberapa bulan lalu.

Sekarang, muncul seruan bagaimana ia akan mengatasi masalah anggaran negara.

Juga, sudah muncul tekanan politik agar pemerintah menggelar pemilihan umum. Ini sudah diserukan oleh partai-partai oposisi dan beberapa anggota parlemen dari Partai Konservatif.

Reaksi dunia

Para pemimpin dunia menyampaikan ucapan selamat kepada Rishi Sunak sebagai perdana menteri baru Inggris, dan menyatakan harapan agar segera terwujud stabilitas.

"Karena Anda menjadi PM Inggris, saya menanti-nantikan bekerja sama erat dalam isu-isu global, dan menerapkan Peta Jalan 2030," kata Perdana Menteri India Narendra Modi. Peta jalan tersebut merujuk pada kerangka kesepakatan antara kedua negara.

Kakek dan nenek Sunak berasal dari Punjab, India, sedangkan ayah mertuanya, Narayana Murthy, adalah pendiri perusahaan teknologi Infosys sekaligus salah satu pengusaha ternama di negara itu.

Di Washington, Presiden Biden menggambarkan pemilihan Sunak sebagai ketua Partai Konservatif dan perdana menteri Inggris sebagai "lompatan besar".

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan ucapan selamat melalui Twitter.

"Secara bersama-sama kita akan terus mengatasi tantangan-tantangan yang ada saat ini, termasuk perang di Ukraina dan banyak dampaknya bagi Eropa serta dunia," kata Macron pada Selasa (25/10).(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Inggris
 
  Rishi Sunak: Siapa Dia dan Mengapa Dia Mau Menjadi Perdana Menteri Inggris Sekarang?
  Skandal Pesta dan Pelecehan Seksual di Balik Mundurnya PM Inggris Boris Johnson
  Brexit: Inggris Akhirnya Resmi Meninggalkan Uni Eropa
  Pemilu Inggris: Bagaimana Boris Johnson Meraih Kemenangan Terbesar dalam 3 Dekade
  Boris Johnson Menjadi PM Inggris dengan Dukungan Suara Kurang dari 0,34% Pemilih
 
ads1

  Berita Utama
Mulyanto Usul Pemerintah Berikan Subsidi untuk Pembelian Kendaraan Listrik Esemka

DPR Setujui Laksamana Yudo Margono jadi Panglima TNI Menggantikan Jenderal Andika Perkasa

Terkait Anggaran Proposal Rp100 Miliar Acara Temu Relawan Jokowi di GBK, Ini Klarifikasi Mantan Sekjen Projo

268 Warga Meninggal Dunia dan Ribuan Orang Luka-luka Akibat Gempa Cianjur

 

ads2

  Berita Terkini
 
Jalan Sulit Berliku Freddy Widjaja Dalam Perjuangkan Haknya

Pimpinan DPR Imbau Tahun Baru 2023 Dirayakan Sederhana

Mulyanto Usul Pemerintah Berikan Subsidi untuk Pembelian Kendaraan Listrik Esemka

Ketua Umum IMI Bamsoet Tandatangani MoU PT Otomotif Film Indonesia, Berikan Diskon Khusus bagi Anggota IMI

Tanggapi Isu Penundaan Pemilu, Wakil Ketua MPR: Melanggar Konstitusi

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2