Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Israel
Siapa Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman dan Mengapa Menyerang Kapal-kapal Kargo yang Menuju Israel?
2023-12-28 18:03:41
 

Houthi telah menjadi kelompok yang kuat di Yaman.(Foto: Reuters)
 
YAMAN, Berita HUKUM - Kelompok pemberontak Houthi, yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, telah memperingatkan bahwa mereka akan menargetkan semua kapal yang berlayar melalui Laut Merah menuju Israel.

Pada November, kelompok Houthi membajak sebuah kapal kargo yang memiliki hubungan kepemilikian dengan Israel di Laut Merah.

Mereka juga telah menyerang sejumlah kapal komersil lainnya dengan roket dan drone selama dua bulan terakhir.

Bagaimana pasukan Houthi menyerang targetnya?
Menyusul dimulainya operasi pembalasan Israel di Gaza pada 19 Oktober, pemberontak Houthi menembakkan sejumlah rudal dan drone ke arah Israel.

AS mengatakan kapal perangnya di Laut Merah telah mencegat sebagian serangan tersebut, sementara sebagian lainnya mendarat di Laut Merah atau di wilayah Mesir.

Pada November 2023, pemberontak Houthi menyita apa yang mereka sebut sebagai kapal kargo Israel di Laut Merah. Mereka lalu membawa kapal tersebut ke lepas pantai Yaman.

Israel mengatakan kapal itu bukan milik mereka, dan tidak ada awak kapal berkewarganegaraan Israel. Namun berdasarkan laporan yang belum bisa dikonfirmasi, ada kemungkinan kapal tersebut dimiliki oleh orang Israel.

Houthi telah menyerang sejumlah kapal komersil di Laut Merah menggunakan drone dan rudal balistik sejak 3 Desember. Mereka menembakkannya dari pantai Yaman yang mereka duduki.

Kapal perang AS, Inggris dan Prancis telah mencegat banyak tembakan ini, namun beberapa di antaranya terkena serangan.

Mediterranean Shipping Company, perusahaan pelayaran terbesar di dunia, mengatakan pihaknya telah mengalihkan pelayaran kapal-kapalnya untuk menjauh dari Laut Merah.

Begitu pula dengan perusahaan Prancis CMA CGM, perusahaan pelayaran Denmark Maersk, perusahaan Jerman Hapag-Llyod, dan perusahaan minyak BP.

Pusat Komando (Centcom) militer AS yang menjalankan operasi di Timur Tengah, mengatakan bahwa "serangan ini sepenuhnya dilakukan oleh Iran, meskipun diluncurkan oleh Houthi di Yaman".

AS telah mengusulkan pembentukan satuan tugas angkatan laut untuk melindungi pelayaran komersil dari serangan Houthi lebih lanjut.

Siapa itu Houthi dan apa tujuan mereka?
Houthi adalah kelompok bersenjata di Yaman asal Zaidi, yang merupakan kelompok minoritas Muslim Syiah di negara itu.

Houthi dibentuk pada tahun 1990-an untuk memerangi pemerintahan Presiden Ali Abdullah Saleh, yang mereka anggap korup pada saat itu.

Nama kelompok ini diambil dari pendirinya, Hussein al Houthi. Mereka juga menyebut diri mereka sebagai Ansar Allah atau Penolong Agama Allah.

Setelah invasi ke Irak yang dipimpin oleh AS pada 2003, kelompok Houthi berpegang pada slogan: "Allah Maha Besar. Kematian bagi AS. Kematian bagi Israel. Terkutuk lah Yahudi, dan kemenangan bagi Islam."

Mereka menyebut diri mereka sebagai bagian dari "poros perlawanan" bersama Hamas dan Hizbullah, yang dipimpin oleh Iran melawan Israel, AS, dan negara-negara Barat.

Pakar Yaman di Institut Perdamaian Eropa, Hisham Al-Omeisy mengatakan inilah mengapa Houthi kini menyerang kapal-kapal yang bertujuan ke Israel di kawasan Teluk.

"Sekarang mereka sebenarnya memerangi imperialis, mereka memerangi musuh-musuh bangsa Islam," kata Al-Omeisy.

"Itu selaras dengan landasan mereka."

Bagaimana Houthi menguasai sebagian besar wilayah Yaman?
Houthi mendapat dukungan politik yang kuat di Yaman pada awal 2014, ketika mereka bangkit untuk melawan Abdrabbuh Mansour Hadi, yang menjabat sebagai presiden setelah Ali Abdullah Saleh.

Mereka membentuk kesepakatan dengan Saleh, yang merupakan mantan musuh mereka, untuk mengembalikan Saleh ke puncak kekuasaan.

Houthi kemudian menguasai provinsi Saada di utara Yaman. Pada awal 2015, mereka merebut ibu kota Yaman, Sanaa, sehingga memaksa Presiden Hadi melarikan diri ke luar negeri.

Arab Saudi, sebagai negara tetangga, kemudian melakukan intervensi militer ke Yaman dalam upaya menggulingkan Houthi dan mengembalikan kekuasaan Presiden Hadi. Upaya ini juga didukung oleh Uni Emirat Arab (UAE) dan Bahrain.

Kelompok Houthi berhasil melawan serangan-serangan terhadap mereka dan terus menguasai sebagian besar wilayah Yaman.

Mereka membunuh Ali Abdullah Saleh pada tahun 2017 ketika dia mencoba beralih ke pihak Saudi.

Siapa yang menyokong Houthi?
Houthi berpanutan pada kelompok bersenjata Syiah di Lebanon, Hizbullah.

Menurut lembaga penelitian AS, Combating Terrorism Center, Hizbullah telah membekali mereka dengan keahlian dan pelatihan militer sejak tahun 2014.

Houthi juga menganggap Iran sebagai sekutu mereka, dan Arab Saudi adalah musuh bersama mereka. Iran juga diduga memasok senjata kepada pemberontak Houthi.

AS dan Arab Saudi mengatakan bahwa Iran memasok rudal balistik yang ditembakkan Houthi ke ibu kota Saudi, Riyadh pada 2017. Namun tembakan itu berhasil ditangkal.

Saudi juga menyalahkan Iran karena memasok rudal jelajah dan drone yang digunakan Houthi untuk menyerang instalasi minyak Saudi pada tahun 2019.

Houthi telah menembakkan 10.000 rudal jarak pendek ke Saudi dan UEA.

Memasok senjata ke Houthi berarti melanggar embargo senjata PBB. Namun Iran membantah melakukan hal tersebut.

Seberapa kuat Houthi dan seberapa luas wilayah kekuasaannya?
Pemerintahan resmi di Yaman dipegang oleh Dewan Pimpinan Presiden, di mana Presiden Abdrabbuh Mansoud Hadi menyerahkan kekuasaannya pada April 2022. Dewan ini berkedudukan di ibu kota Saudi, Riyadh.

Namun, sebagian besar penduduk Yaman tinggal di wilayah yang dikuasai Houthi, Mereka memungut pajak di bagian utara negara itu, bahkan mencetak uang.

Menurut pakar gerakan Houthi, Ahmed al-Bahri yang dikutip oleh Dewan Keamanan PBB, kelompok ini memiliki sekitar 100.000 hingga 120.000 pengikut pada tahun 2010.

Para pengikutnya terdiri dari pasukan bersenjata maupun pendukung yang tidak bersenjata.

PBB juga mengatakan bahwa hampir 1.500 anak-anak yang direkrut oleh Houthi tewas dalam pertempuran pada tahun 2020, dan ratusan lainnya tewas pada tahun berikutnya.

Pemberontak Houthi menguasai sebagian besar garis pantai Laut Merah, tempat di mana mereka melancarkan serangan terhadap kapal-kapal pelayaran.

Al-Omeisy mengatakan serangan-serangan ini telah membantu mereka dalam negosiasi damai dengan Arab Saudi.

"Mereka memberikan tekanan lebih besar kepada Saudi ketika meminta konsesi, dengan menunjukkan bahwa mereka sebenarnya bisa menutup Bab al-Mandab [selat Laut Merah]," kata dia.(BBC/bh/sya)




 
   Berita Terkait > Israel
 
  Siapa Kelompok Pemberontak Houthi di Yaman dan Mengapa Menyerang Kapal-kapal Kargo yang Menuju Israel?
  Israel Umumkan Kekalahan Terburuk di Gaza
  Dukung Fatwa MUI Soal Palestina, HNW Usulkan Adanya RUU Boikot Produk Israel
  Seruan Boikot Produk Israel Perlu Digaungkan Kembali pada KTT OKI di Riyadh
  PP Muhammadiyah Dukung Sikap Kemenlu RI Tolak Normalisasi Hubungan Indonesia-Israel
 
ads1

  Berita Utama
Dukung Hak Angket 'Kecurangan Pemilu', HNW: Itu Hak DPR yang Diberikan oleh Konstitusi

100 Tokoh Deklarasi Tolak Pemilu Curang TSM, Desak Audit Forensik IT KPU

Anies Tegaskan Parpol Koalisi Perubahan Siap Dukung Hak Angket Kecurangan Pemilu

Timnas AMIN Ungkap Temuan soal Dugaan Penggelembungan Suara Pilpres 2024

 

ads2

  Berita Terkini
 
Penangkapan 9 Petani Dituduh Ancam Proyek Bandara VVIP IKN - 'Tindakan Sistematis terhadap Warga Mempertahankan Hak Hidupnya'

Sejalan dengan Semangat Revisi UU PIHU, Perlu Perubahan Regulasi Umrah 'Backpacker'

Dukung Hak Angket 'Kecurangan Pemilu', HNW: Itu Hak DPR yang Diberikan oleh Konstitusi

Pemerintah Siap Tambah Impor Beras 1,6 Juta Ton, Total Jadi 3,6 Juta Ton

Mahasiswa UINSU di Begal HP, Pelaku Mengaku Perwira Polisi Sunggal

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2