Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Amerika Serikat
Siapa Remaja 17 Tahun yang Diduga Menembaki Demonstran Menyusul Kematian Jacob Blake di Wisconsin?
2020-08-29 07:00:40
 

Penembakan terjadi pada hari ketiga demonstrasi di Kenosha, Wisconsin.(Foto: EPA)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Setelah seorang pria kulit hitam bernama Jacob Blake ditembak tujuh kali di punggung oleh polisi di Kota Kenosha, Negara Bagian Wisconsin, Amerika Serikat, pada Minggu (23/8), orang-orang yang marah terhadap kekerasan polisi mulai menggelar aksi protes.

Pada malam ketiga demonstrasi, seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun diduga menembaki pengunjuk rasa dengan senapan semi-otomatis ala militer, menewaskan dua orang dan melukai satu orang.

Pada Rabu (26/8) dia ditangkap di rumah ibunya di Antioch, Illinois, sekitar 30 menit berkendara dari Kenosha. Sehari kemudian dia dituduh melakukan pembunuhan tingkat pertama.

Video menunjukkan dia menghabiskan berjam-jam pada Selasa (25/8), tampaknya membantu patroli di jalan-jalan.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa adalah "tugasnya" untuk menjaga bangunan-bangunan yang ada dan bahkan menawarkan bantuan medis kepada pengunjuk rasa.

Inilah yang kami ketahui tentang remaja tersebut, hubungannya dengan kampanye Donald Trump, dan grup Facebook yang dilaporkan menghasut kekerasan.






Cars were burnt by protesters in Kenosha, Wisconsin during angry clashes




Keterangan gambar,


Mobil-mobil dibakar demonstran di Kenosha, Wisconsin.





Siapa dia?

Detil tentang Kyle Rittenhouse masih terus bermunculan, tetapi profil media sosialnya menunjukkan ketertarikannya pada polisi sejak beberapa tahun yang lalu.

Foto Facebooknya dibingkai dengan logo "Blue Lives Matter" - sebuah gerakan pro-polisi yang sering bentrok dengan pendukung Black Lives Matter.

Beberapa unggahannya menghormati petugas polisi yang tewas saat bertugas, dan dia juga mengunggah foto dirinya yang mengenakan seragam polisi lengkap.

Dia adalah mantan anggota program kadet polisi lokal, kata Kepolisian Grayslake.

Senjata api adalah salah satu kesukaannya. Foto-fotonya menunjukkan dirinya berpose dengan senjata api, berlatih menembak sasaran, dan merakit senapan.

Di bawah undang-undang federal - serta undang-undang negara bagian Illinois dan Wisconsin - tidak ada orang di bawah usia 18 tahun yang diizinkan memiliki atau membawa senjata.

Dalam sebuah wawancara pada Selasa (25/08) malam sebelum penembakan, dia menggunakan kalimat yang sering polisi utarakan ketika memberi tahu wartawan mengapa dia bersenjata.

"Bagian dari pekerjaan saya juga melindungi orang. Jika seseorang terluka, saya mengalami bahaya," katanya.

Rittenhouse terekam dalam video pada waktu yang berbeda pada malam itu. Pada satu momen, dia berbicara kepada polisi yang menawarkan air kepadanya.

Kemudian, dia terlihat dikejar oleh sekelompok orang yang salah satunya tampak menembak ke udara. Remaja itu berbalik untuk melihat dari mana suara itu berasal saat orang lain mencoba menyerangnya. Pada saat itu, Rittenhouse tampak menembak kepala pria itu.

Melarikan diri sejenak, dia menyadari dirinya dikejar oleh kerumunan orang sebelum jatuh ke tanah, dan menembakkan senjatanya. Salah satu tembakan diarahkan tanah. Orang lain - yang membawa pistol - melarikan diri karena tampaknya terluka. Banyak tembakan terdengar selama kejadian ini.

Setelah penembakan kedua ini, Rittenhouse menuju ke mobil polisi dengan tangan terangkat. Seorang penonton berteriak, "pria itu baru saja menembak mereka", tetapi kendaraan polisi lewat saja untuk melayani para pengunjuk rasa yang terluka.

Siapa korbannya?

Seorang berusia 26 tahun dari Silver Lake, Wisconsin, dan seorang berusia 36 tahun dari Kenosha keduanya tewas. Korban yang berusia 26 tahun diperkirakan akan pulih dari cedera. Polisi belum menyebutkan nama mereka.

Mereka berada di jalan Kota Kenosha pada malam yang menegangkan saat para pengunjuk rasa bentrok dengan polisi dan warga bersenjata.






Anti-racism protesters condemned the shooting of black man Jacob Blake on Sunday




Keterangan gambar,


Demonstran yang menentang rasisme setelah penembakan Jacob Blake hari Minggu lalu





Demonstran marah setelah penembakan polisi terhadap Jacob Blake, beberapa minggu setelah AS dilanda gerakan besar yang menyerukan diakhirinya rasisme dan kebrutalan polisi.

Jacob Blake, 29, ditembak tujuh kali di punggung oleh polisi Rusten Sheskey saat masuk ke mobilnya bersama anak-anaknya pada Minggu (23/08). Pengacaranya mengatakan jika dia berjalan lagi, itu adalah mukjizat.

Jumlah anggota penegak hukum yang terbatas di Kenosha telah menyebabkan sejumlah individu dan kelompok main hakim sendiri selama kerusuhan, kata juru bicara Asosiasi Polisi Profesional Wisconsin kepada BBC.

Video dari hari Selasa menunjukkan warga sipil bersenjata dengan pakaian militer berkumpul di luar bangunan-bangunan di kota.

Apa hubungan tersangka penembak dengan Donald Trump?

Akun media sosial tersangka menunjukkan bahwa dia adalah pendukung Presiden Donald Trump.

Video menunjukkan dia bersorak di barisan depan dalam kampanye Trump di Iowa untuk pemilihan ulang presiden. Dia juga mengunggah video dari acara tersebut di akun TikTok miliknya.

Biografi profil Instagramnya bertuliskan "Trump 2020".

Seorang juru bicara Trump mengatakan kepada BuzzFeed News bahwa remaja itu "tidak ada hubungannya dengan kampanye kami".

"Presiden Trump telah berulang kali dan secara konsisten mengutuk semua bentuk kekerasan dan dia percaya kami harus melindungi semua orang Amerika dari kekacauan dan pelanggaran hukum [...] Kami sepenuhnya mendukung penegak hukum yang luar biasa bertindak cepat dalam kasus ini," tambahnya.

Apakah ada hubungan dengan grup milisi di Facebook?

Sebelum demonstrasi digelar, grup Facebook bernama Kenosha Guard mengeluarkan "seruan agar anggotanya memegang senjata".

Anggota grup itu dilaporkan mendiskusikan senjata apa dan jenis kerusakan apa yang ditimbulkan pada mobil pengunjuk rasa.

Beberapa pengguna memperingatkan Facebook bahwa kelompok itu menghasut kekerasan, tetapi kemudian mendapat jawaban bahwa unggahan itu tidak melanggar standar platform, lapor Verge.

Grup itu akhirnya dihapus setelah penembakan pada Selasa malam.

"Saat ini, kami belum menemukan bukti di Facebook yang menunjukkan penembak adalah pengikut laman Kenosha Guard atau bahwa dia diundang di acara yang mereka selenggarakan," kata Facebook kepada Verge.

Bagaimana reaksi terhadap rangkaian protes di Kenosha?

Lebih dari 200 agen FBI sedang dikirim ke Kenosha untuk mencoba menertibkan kota, dan Gedung Putih mengatakan 2.000 anggota Garda Nasional siap berangkat.

Presenter media sayap kanan Fox News, Tucker Carlson, memicu keributan pada hari Rabu ketika dia tampaknya melakukan pembenaran atas penembakan itu.

"Betapa terkejutnya kita melihat anak-anak berusia 17 tahun dengan senapan memutuskan bahwa mereka harus menjaga ketertiban ketika tidak ada orang lain yang mau melakukannya?" katanya di acara TV-nya.

Dia mengatakan Kenosha menjadi "anarki" setelah "ditinggalkan" oleh pihak berwenang.

Dia langsung dikritik keras di media sosial.

"Seorang pria kulit hitam yang tidak bersalah dibunuh oleh polisi dan Tucker Carlson menyebutnya seorang preman. Seorang pria kulit putih yang bersalah membunuh dua orang dan Tucker Carlson menyebutnya sebagai seorang patriot," cuit komentator CNN, Keith Boykins.

Sementara itu, rumor viral yang mengklaim bahwa pengunjuk rasa menembakkan bom molotov ke pelaku penembakan telah dibantah.

Beberapa mengklaim bahwa di video tampaknya tersangka bertindak untuk membela diri, tetapi rekaman lain dari tempat kejadian menunjukkan bahwa sebenarnya pengunjuk rasa melemparkan tas.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Amerika Serikat
 
  Joe Biden akan Mengundang Para Pemimpin Indo-Pasifik ke Gedung Putih
  AS Uji Rudal Hipersonik Mach 5, Lima Kali Kecepatan Suara
  Sensus 2020: Masa Depan Populasi AS Bercorak Hispanik
  Resmi Jadi Presiden, Joe Biden Langsung Batalkan Kebijakan Kunci Trump
  Jelang Pelantikan Biden: 25.000 Tentara Amankan Washington, Sejumlah Kelompok Gelar Protes Bawa Senjata Api
 
ads1

  Berita Utama
Polda Metro Jaya - Bea dan Cukai Bandara Soetta Gagalkan Ekspor Biji Kokain Kemasan Boneka Jari

Biaya Kereta Cepat Membengkak, Wakil Ketua MPR: Saatnya Evaluasi Proyek-proyek Mercusuar

Cokok Tersangka Korupsi Krakatau Steel, Pengamat Yakin Jaksa Agung Sapu Bersih Koruptor BUMN

30 Tersangka Kasus Mafia Tanah Berhasil Ditangkap, Kapolda Metro Ungkap Modus Operandi

 

ads2

  Berita Terkini
 
Peringati HDKD ke-77, Lapas Salemba Gelar Baksos Membersihkan Masjid As-Salam BPOM RI

Apresiasi Komitmen Pengusutan Kasus Brigadir J, HNW: Demi Keadilan Hukum, Harusnya Demikian Juga Untuk Kasus KM 50

Amien Rais: Partai UMMAT Siap Jadi Peserta Pemilu 2024

Hendardi Sebut Kapolri Lulus Ujian Terberat atas Penetapan Ferdy Sambo sebagai Tersangka Utama Kasus Brigadir J

Kapolri Umumkan Irjen Ferdy Sambo sebagai Tersangka 'Aktor Utama' Kasus Dugaan Pembunuhan Berencana Brigadir J

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2