Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Pembobolan Bank
Siber Polri Ungkap Kasus Pembobolan Akun Nasabah Bank dan Perusahaan Ojek Online, 10 Tersangka Dijerat UU ITE
2020-10-06 09:01:58
 

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono didampingi Dirtipid Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Slamet Uliandi (kiri) saat menunjukkan barang bukti kasus pembobolan akun bank.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktorat Tindak Pidana (Dittipid) Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus pembobolan akun nasabah Bank dan salah satu perusahaan platform Grab. Dari hasil pengungkapan itu, polisi menangkap 10 orang tersangka sindikat kejahatan Perbankan, masing-masing berinisial AY, JL, GS, K, J, dan RP, KS, JP, PA dan A.

"Para pelaku berjumlah 10 orang, diambil (ditangkap) sekitar pukul 4 pagi di daerah Sumatra Selatan," kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (5/10).

"Ada tiga lokasi yang ditemukan oleh penyidik (Bareskrim). Pelaku ini ada di daerah Luwung Gajah, kemudian Tulung Selapan dan ada di Palembang," tambah Argo.

Argo menerangkan, kasus tersebut berawal dari laporan pihak Perbankan, dan juga perusahaan jasa transportasi ojek online 'Grab' pada bulan Juni 2020 lalu.

"Mereka mengalami kerugian yang dilaporkan sekitar Rp 21 miliar," tukas Argo.

Ia menjelaskan, kasus tersebut terbongkar setelah Tim Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para tersangka.

"Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap para tersangka, diketahui mereka berhasil membobol setidaknya 3.070 akun nasabah bank sejak 2017 lalu," ungkap Argo.

"Total yang didapat (tersangka) sekitar Rp19 miliar dari bank, dan sisanya didapat dari pembobolan akun ojek online (Grab), sehingga total Rp 21 miliar," bebernya.

Dalam melancarkan aksinya, tambah Argo, mereka memiliki peran masing-masing dan tergolong rapih serta teroganisir. Mereka memiliki tim IT, hingga pengumpul rekening dari para korbannya.

"Dari ke-sepuluh tersangka ini, kaptennya AY. Dia yang mengendalikan operasinya, dan yang lain persiapan IT dan sebagainya," tandasnya.

Lanjut Argo menjelaskan, modus tersangka dalam menjalankan aksi kejahatannya mulai dari meminta OTP hingga mentransfer ke rekening penampungan yang dimiliki tersangka.

“Modus para pelaku sendiri dengan cara meminta password dari OTP (One Time Password) bank milik korban. Para pelaku seolah-olah dari pihak bank kemudian meminta password tersebut,” ungkap Argo.

"Jadi dia (pelaku) telepon nasabah bank, kita ngak sadar kemudian memberi password itu. Setelah itu semua bisa dibobol mereka, kemudian mereka mentransfer ke rekening penampungan kepada beberapa rekening," sambung Argo.

Dari tangan para tersangka petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa laptop, handphone, ATM, buku tabungan, dan uang hasil kejahatannya.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 30 ayat 1 jo Pasal 46 ayat 1, dan Pasal 32 jo Pasal 48 UU ITE, dan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidananya diatas 5 (lima) tahun penjara dan denda maksimal Rp 2 miliar.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Pembobolan Bank
 
  Tiga Unit Bank di Samarinda Dibobol, Kejaksaan Negeri Samarinda Periksa 110 Nasabah
  Pembobolan Rekening, Ilham Bintang Gugat Perdata Indosat dan Commonwealth Bank
  Siber Polri Ungkap Kasus Pembobolan Akun Nasabah Bank dan Perusahaan Ojek Online, 10 Tersangka Dijerat UU ITE
  Polisi Berhasil Membekuk 12 Tersangka dari 3 Komplotan Spesialis Pembobol Rekening Bank, 1 Mati Didor
  Polisi: Sindikat Pembobol Rekening Bank Milik Ilham Bintang Asal Palembang
 
ads1

  Berita Utama
Bareskrim Polri Rilis Pemulangan DPO Peredaran Gelap Narkoba 179 Kg Sabu dari Malaysia, AA Juga Ternyata Pedagang Ikan

Polri dan Bea Cukai Teken PKS Pengawasan Lalu Lintas Barang Masuk RI, Cegah Kejahatan Transnasional

Bentrok TKA China di Morowali, Komisi VII Minta Izin PT GNI Dicabut

Kuota Haji 2023 Sebanyak 221 Ribu, Tidak Ada Pembatasan Usia

 

ads2

  Berita Terkini
 
Polemik Data Beras, Komunikasi Publik Antar 'Stakeholder' Pemerintah Harus Terbangun Baik

Amerika Serikat Lacak 'Balon Pengintai' yang Diduga Milik China - Terbang di Mana Saja Balon Itu?

Foto-foto The Beatles yang Hilang Ditemukan, Sir Paul McCartney 'Dibanjiri Emosi'

Tujuh Isu Keumatan yang Dicetuskan Muhammadiyah Perlu Diperhatikan

Terdakwa Eddy Kasus Pemalsuan Divonis 1,3 Tahun Penjara, Pengacara Terdakwa Nyatakan Banding

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2