Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Hukuman Mati
Sindikat Narkotika di Rawa Kalong, Gunung Sindur Bogor Dituntut Hukuman Mati
2021-12-01 05:47:27
 

Kedua Terdakwa saat menanti sidang agenda tuntutan di Pengadilan Negeri jakarta Pusat.(Foto: BH /ams)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah melalui proses persidangan kasus Narkoba, akhirnya tiba giliran Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat, dibawah Komando Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Nur Winardi membacakan Requesitornya, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada, Selasa (30/11).

Dalam Requisitor tersebut, tim JPU yang diwakili Guntur Adi Nugraha dan Danang Dermawan menuntut hukuman mati kepada dua terdakwa yang diduga terlibat sebagai sindikat jaringan narkotika jenis sabu-sabu.

Pasalnya, dari kedua terdakwa, Honi Aprizal alias Apri alias Oni bin Aby Tubagus dan Nur Rachman alias Dade alias Ivan bin Manin Permana ini, ditemukan barang bukti seberat 264 kilogram lebih. Selain itu, keduanya juga merupakan residivis dalam kasus yang sama.

Rawa Kalong

Sementara itu, usai sidang Kasi Intelijen Kejari Jakarta Pusat Bani Immanuel Ginting, menyatakan kedua terdakwa itu dituntut oleh JPU dengan hukuman mati. Sedangkan perbuatannya, dilakukan keduanya pada Maret 2021, dengan rencana sabu tersebut akan diantar menuju Rawa Kalong, Gunung Sindur, Kabupaten. Bogor.

"Akibat daripada perbuatan kedua terdakwa itu, berdasarkan bukti-bukti dan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Sedangkan pertimbangan JPU menuntut hukuman mati, antara lain karena keduanya adalah residivis dalam kasus yang sama dan merupakan anggota sindikat jaringan international," ujarnya kepada wartawan di Jakarta pada, Selasa (30/11).

Menurut Bani selain barang bukti sabu seberat 264 kilogram itu, ada juga barang bukti lainnya seperti dua unit Handphone, sepasang sandal warna merah, sweater warna biru-putih, topi warna putih dan kaos warna putih.

"Semua barang bukti dituntut oleh tim JPU untuk dirampas dan dimusnahkan," ucap Bani seraya mengatakan sedangkan untuk barang bukti satu unit mobil beserta kunci kontak dan STNK dirampas dan akan dilelang untuk negara.(bh/ams)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Haedar: Terima Kasih Kepada Semua Pihak yang Mencintai Buya Syafii Maarif dengan Segala Dukungan

Kemiskinan Jateng Meningkat, Pengamat: PDIP Harusnya Tegur Ganjar

3 Anak di Jakarta Meninggal karena Hapatitis Akut yang Masih 'Misterius'

HNW Mengajak Bangsa Indonesia Konsisten Menjalankan Konstitusi

 

ads2

  Berita Terkini
 
Hendri Satrio: Presiden Jokowi Tidak Bisa Jadi King Maker

Temuan BPK Soal Kejanggalan Proses Vaksinasi Jangan Dianggap Angin Lalu

Haedar: Terima Kasih Kepada Semua Pihak yang Mencintai Buya Syafii Maarif dengan Segala Dukungan

Empat Catatan Kritis HNW Soal Arah Kebijakan Fiskal Tahun 2023

HNW: Muhammadiyah Menyebut Indonesia adalah Darul Ahdi Wa Syahadah

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2