Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Demo
Singgung Tweet Arief Prihantoro, Warganet: Pak Kapolri Mau Tanya, Benarkah Polisi Membantai FPI?
2022-04-15 06:08:27
 

Tangkapan layar tweet @IskandarMudaS12 yang mengomentari tweet @ariefopg.(Foto: twitter)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Unggahan salah satu warganet yang menyamakan enam orang laskar FPI dengan anjing berbuntut panjang.

Sebelumnya, salah satu pengguna Twitter Arief Prihantoro dengan nama akun @ariefopg mengunggah narasi yang dianggap penuh kebencian.

Dari tangkapan layar unggahan tersebut, akun @ariefopg mengaku bahagia melihat enam orang laskar FPI yang tewas tertembak peluru polisi di sekitar KM 50 Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu.

"Sebetulnya kasus Ade Armando nggak seberapa. Yang paling membahagiakan itu ketika melihat 6 ekor anjing FPI dibantai polisi. Lihat bekas-bekas tembakannya sepertinya puas banget. Sayangnya kok cuma 6 ekor saja yang dibantai. Semoga segera menyusul anjing-anjing lainnya," unggah akun @ariefopg pada 11 April 2022 pukul 21.21 yang viral itu.

Terkait hal ini, salah satu warganet bernama Iskandar Muda Siregar melalui akun Twitternya @IskandarMudaS12 bertanya kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lalu mengkaitkan peristiwa tewasnya enam laskar FPI beberapa waktu lalu dengan tweet Arief Prihantoro.

Iskandar bertanya apakah betul polisi membantai enam laskar itu, jika memang tidak demikian, ia meminta agar pihak kepolisian segera bertindak untuk menangkap Arief Prihantoro.

"Pak Kapolri dan Divisi Humas Polri, kami mau bertanya, benarkah polisi membantai FPI? Kalau iya, berarti kalian pembantai dan bukan manusia, tapi kalau tidak bisa ditangkap gak orang ini," tweet Iskandar Muda Siregar yang memention akun resmi Kapolri dan Divisi Humas Polri, dilihat Kamis malam (14/4).

Belakangan, wargenat Arief Prihantoro, pemilik akun Twitter @ariefopg disorot publik usai menyebut enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang tewas di peristiwa KM 50 dengan sebutan binatang anjing.

Sontak, tulisannya tersebut memancing amarah warganet lain di media sosial. Tak terkecuali orang tua salah satu korban peristiwa KM 50 Faiz Ahmad Syukur, Suhada.

"Akun ini @ariefopg menyamakan #6SyuhadaFPI yang salah satunya adalah putra saya tercinta, dengan anjing. Saya tanya Bapak Arief Prihantoro: Punya salah apa putra saya kepada anda dan atau keluarga dan keturunan anda?" cuit Suhada melalui akun Twiter @AqseJuga pada Selasa (12/4).

Ia tak habis pikir dengan apa yang ditulis @ariefopg dengan menyebut almarhum anaknya sebagai anjing.(RMOL/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Demo
 
  Singgung Tweet Arief Prihantoro, Warganet: Pak Kapolri Mau Tanya, Benarkah Polisi Membantai FPI?
  Viral: Orang Ini Dicari Netizen Gegara Sebut 6 Laskar FPI Seperti Hewan Anjing yang Dibantai Polisi
  Terungkap, Motif Tersangka Pengeroyok: Kesal 'Ocehan' Ade Armando di Media Sosial
  Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Pengeroyokan Ade Armando
  Ade Armando Babak Belur Diamuk Massa dan Ditelanjangi di Tengah Aksi Demo di DPR
 
ads1

  Berita Utama
Antisipasi Laporan Bank Dunia, Pemerintah Harus Hati-Hati Tentukan Kebijakan Fiskal dan Moneter

Tiga Kampus Muhammadiyah Ini Masuk Jajaran 10 Universitas Islam Terbaik Dunia Versi Uni Rank 2021

Sinyal Prabowo untuk Siapa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Atau Rizal Ramli?

Penjelasan Polda Metro Soal Curhatan Fahri Calon Siswa Bintara 2021 yang Tidak Lolos

 

ads2

  Berita Terkini
 
Pesawat Susi Air Hilang Kontak di Timika, 7 Penumpang Semuanya Ditemukan Selamat

DPR Terbuka Menampung Kritik dan Saran untuk RKUHP

Pengamat: Tak Elok Puan Rekam Pertemuan Megawati dan Presiden Jokowi

Implementasi UU Pengelolaan Sampah Perlu Diawasi

Hasil Rapimnas, Syaikhu Ungkap Kriteria Capres Pilihan PKS

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2