Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Capres
Suara Anak Desa Pangkep Dukung Firli Maju Pilpres 2024
2022-09-10 11:28:41
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sekelompok pemuda yang tergabung dalam Komunitas Anak Desa Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, mendorong Firli Bahuri untuk maju pada Pilpres 2024 mendatang.

Sosok Firli dianggap mewakili harapan dan perjuangan anak desa di mana bermodal kegigihan, keberanian, dan kejujuran sukses menjadikannya tokoh sentral pemberantas korupsi.

"Kami anak desa bangga dengan Pak Firli. Beliau idola kami, bukan anak pejabat, bukan dari keluarga kaya, dari desa terpencil tapi sukses pimpin KPK," kata Ketua Komunitas Anak Desa Pangkep Muhamad Ikhsan di Pangkajene, Sabtu (10/9).

Dia menyampaikan, nama Firli mulai dikenal luas masyarakat setempat kurang lebih setahun yang lalu. Saat itu, peristiwa ditangkapnya kepala daerah Sulawesi Selatan dalam kegiatan OTT KPK menghentak perhatian warga.

Awalnya, jelas Ikhsan, banyak yang kurang percaya dengan peristiwa tersebut lantaran sang kepala daerah dicitrakan bersih dan berprestasi.

Bahkan dirinya juga sempat mendengar adanya isu yang menuduh pimpinan KPK bermain politik dalam perkara dimaksud.

"Tapi kemudian itu tidak benar, ternyata korupsinya terbukti, dan sekarang banyak warga berterima kasih ke Pak Firli, beliau berani karena benar," tegasnya.

Sementara itu, perwakilan anggota komunitas Adi Khaairudin Nu'mang menilai Firli merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia ke depan.

Hal itu karena korupsi masih menjadi masalah serius yang harus dibasmi mulai dari tingkat pusat hingga pemerintahan daerah.

"Kalau tidak ada korupsi kami yakin desa-desa pasti maju, pembangunan merata ke seluruh daerah," ungkapnya.

Menurut Nu'mang, saat ini ketimpangan pembangunan antar penduduk atau antar daerah begitu mencolok.

Dia lantas membandingkan kondisi pembangunan di daerahnya yang dinilai tertinggal dari daerah lain di Sulawesi Selatan.

"Tingkat kemiskinannya paling miskin, begitu juga pendidikan, pengangguran, infrastruktur juga masih tertinggal," ujarnya.

Dia meyakini kondisi demikian bisa teratasi jika korupsi di berbagai lini dan tingkatan dibasmi hingga akar.

"Ini bukan menuduh orang tertentu, tapi fakta bahwa menteri korupsi Bansos, ada juga kasus korupsi bantuan nelayan, proyek infarstruktur, dan macam-macam," jelasnya.

Nu'mang menambahkan, korupsi yang dilakukan sistematis, terstruktur, dan masif menjadikan pembangunan tidak sampai ke desa-desa.

Masyarakat desa disebut menjadi korban yang paling terdampak sehingga sulit bagi mereka memaksimalkan peluang serta potensi yang dimiliki.

"Pak Firli pasti paham derita anak desa, meskipun kami hidup serba terbatas, pendapatan pas-pasan, kami juga ingin maju, tapi ya tolonglah jangan ada korupsi," harapnya.(rls/bh/amp)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tetapkan Hakim Agung Sudrajad Dimyati dan 9 Orang sebagai Tersangka Kasus Dugaan Suap Perkara di MA

Heboh Video! Antrian Panjang di SPBU Kota Manna Bengkulu Selatan, BBM Langka?

Tarif Ojol Naik, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Tidak Memahami Kesulitan Hidup Rakyat

Pemerintah Umumkan Harga BBM Pertalite Naik dari Rp 7.650 Menjadi Rp 10.000

 

ads2

  Berita Terkini
 
Di P20, DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi Lewat Konsep Go Green

Satgas BLBI Harus Tagih Dana BLBI Rp110,4 Triliun

Willem Wandik Sampaikan Sakit Hati Masyarakat Papua atas Pernyataan Menko Polhukam

Putri Candrawathi, Tersangka Kasus Pembunuhan Brigadir J Akhirnya Ditahan

Syarifuddin Sebut OTT Momentum Perbaiki Performa Lembaga Peradilan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2