Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Narkoba
Tangkapan Dittipidnarkoba Periode September-Oktober 2022, Ada Sabu dalam Kemasan Teh Cina Bertuliskan 'Good' dan 'Nice'
2022-10-13 05:19:29
 

Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar bersama Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah, dan Direktur Interdiksi Narkotika Direktorat Bea dan Cukai Syarif Hidayat saat menunjukkan barbuk Sabu.(Foto: BH /amp)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri merilis hasil tangkapan narkotika jenis sabu periode September sampai Oktober 2022 dengan total berat 270,283 kg. Tangkapan ratusan ribu kilogram sabu jaringan Malaysia itu merupakan hasil penangkapan dan pengungkapan dari empat kasus yang terjadi di wilayah Aceh dan Riau.

"Periode September-Oktober 2022, total barang bukti yang disita, sabu sebanyak 270,283 kg dan 7 tersangka yang diamankan," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dirtipidnarkoba) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar, di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (12/10).

Krisno menyebutkan dari empat kasus tersebut, pada kasus ketiga pihaknya mendapati barang bukti sabu dalam kemasan teh Cina berlebel tulisan 'Good' dan 'Nice'. Dijelaskan Krisno, temuan barang bukti itu dari pengungkapan kasus yang ketiga di Aceh.

"Kasus yang ketiga, barang bukti sabu sebanyak 179.000 gram yang dibungkus dalam kemasan teh Cina berwarna hijau. Dan kemasan itu ada tempelan stiker bertuliskan 'Good' dan 'Nice'," beber Krisno.

Krisno mengatakan, terhadap barang bukti tersebut pihaknya belum bisa memastikan kadar sabu yang ditempeli lebel 'Good' dan 'Nice'.

"Untuk mengetahui kadarnya, harus dilakukan uji di laboratorium," ujarnya.

Ditambahkan Krisno, dalam kasus ketiga, polisi telah mengamankan tersangka berinisial F, berusia 23 tahun. Selain F, terdapat 3 tersangka lain yang masih buron.

"Ada 3 tersangka DPO (daftar pencarian orang), berinisial A sebagai pengendali, serta Z dan K sebagai transporter," terang Krisno.

Adapun dalam menjalankan aksinya, para tersangka menggunakan boat untuk menyelundupkan narkoba melalui jalur laut.

"Modus operandi, menerima, dan membawa narkotika jenis sabu dari jaringan pemasok di Malaysia yang diselundupkan melalui jalur laut menggunakan boat," ungkap Krisno.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Narkoba
 
  Kejari Jakpus Lakukan Tes Narkotika, Hasilnya Oke
  Kejati DKI Jakarta Penyuluhan Hukum Terkait Bahaya Narkoba di SMAN 68
  Jambin Kejaksaan Agung Laksanakan Tes Urine Narkotika
  Polres Tangsel Ringkus Dua Kurir 16 Kg Sabu-Sabu
  Polda Metro dan Bea Cukai Bandara Soetta Gagalkan Penyelundupan Kokain 1,2 Kg dari WNA Asal Peru
 
ads1

  Berita Utama
Terkait Anggaran Proposal Rp100 Miliar Acara Temu Relawan Jokowi di GBK, Ini Klarifikasi Mantan Sekjen Projo

268 Warga Meninggal Dunia dan Ribuan Orang Luka-luka Akibat Gempa Cianjur

Legislator Komentari Putusan MK Terkait Diperbolehkannya Menteri Aktif Jadi Capres

Tangkapan Dittipidnarkoba Periode September-Oktober 2022, Ada Sabu dalam Kemasan Teh Cina Bertuliskan 'Good' dan 'Nice'

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Jakpus Lakukan Tes Narkotika, Hasilnya Oke

Terkait Anggaran Proposal Rp100 Miliar Acara Temu Relawan Jokowi di GBK, Ini Klarifikasi Mantan Sekjen Projo

Tindak Tambang Ilegal, Komisi VII Dorong KESDM Bentuk Ditjen Gakkum

Bukhori Dorong Kemenag Bantu Percepat Pemulihan Madrasah dan Ponpes di Cianjur

Kuasa Hukum Bersama Masyarakat Adat Poboya Lapor ke KPK, Diduga Penyimpangan Tambang Emas di Palu

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2