JAKARTA, Berita HUKUM - Viral di media sosial video pengakuan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) menerima sogokan berupa uang usai mengikuti aksi demonstrasi di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Senin (15/6). Pengakuan itu menjadi sorotan dan perbincangan para penghuni jagat maya lantaran dugaan sogokan disebut dari oknum kepolisian.
Seperti salah satu unggahan yang ramai diperbincangkan berasal dari akun Instagram @sociocorner. Dalam rekaman video tersebut mahasiswa UBK mengaku serta menyebut menerima uang berjumlah Rp 20 juta. Selain itu dalam video juga ada disebut-sebut sumber uang dari "Kapolda".
Dari informasi yang diperoleh, pengakuan berawal dari Muhammad Abdi, Ketua BEM Fakultas Hukum (FH) UBK dan, Wakil Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBK dalam suasana atau forum memberikan klarifikasi bersama sejumlah pihak dan rekan-rekan civitas kampus.
Abdi menyebut adanya aliran dana sebesar Rp 20 juta yang disebut berasal dari seorang oknum kepolisian berinisial "Aan".
Sementara Wakil Ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBK mengakui menerima uang dari Abdi selaku Ketua BEM FH UBK.
"Saya menerima dari Ketua Abdi selaku Ketua BEM FH. Dan pada saat itu Ketua BEM FH menerima langsung, entah dari senior ataupun dari Kapolda, sebesar Rp 20 juta," bebernya.
Terkait sebutan "Kapolda" yang muncul dalam pernyataan tersebut, hingga kini belum dapat dipastikan merujuk kepada siapa?
Sebelumnya diberitakan, sejumlah perwakilan mahasiswa yang mengikuti aksi demonstrasi diketahui sempat bertemu dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden. Pertemuan itu berlangsung lebih dari satu jam.
"Aksi tersebut juga diikuti perwakilan mahasiswa yang sempat diterima Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden selama lebih dari satu jam," demikian keterangan yang dikutip pada Selasa (23/6).
Sepekan setelah pertemuan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa (HIMA) UBK menggelar forum klarifikasi di depan Patung Bung Karno, Kampus Kimia UBK, Jakarta Pusat, Senin (22/6) malam.
Forum itu digelar untuk merespons isu yang berkembang terkait dugaan adanya pemberian uang kepada peserta aksi.
"Forum digelar untuk menanggapi isu yang berkembang terkait dugaan pemberian uang dalam aksi tersebut," ujar salah satu perwakilan mahasiswa.(*/bh/amp) |